Jumat 26 Juni 2020, 12:31 WIB

Jatim Siap Laksanakan Perintah Presiden

RO/Micom | Nusantara
Jatim Siap Laksanakan Perintah Presiden

Antara
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) berkunjung ke Banyuwangi.

 

GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin menekan angka penularan covid-19 di Jawa Timur.

"Sejak awal, kami sangat serius  dalam menangani ini. Semua daya upaya akan kami kerahkan untuk menekan angka penularannya," ungkap Khofifah usai rapat koordinasi bersama Presiden Joko Widodo di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (25/6).

Khofifah menerangkan, selama ini seluruh kebijakan yang dikeluarkan Pemprov Jatim diambil dengan terlebih dahulu melihat data dan fakta di lapangan. Masukan dari para pakar epidemiologi juga dijadikan pertimbangan dalam setiap pengambilan kebijakan.

Seperti diketahui, dalam kunjungan ke Posko Gugus Tugas Provinsi Jatim, Presiden Jokowi memberi waktu dua minggu bagi Pemprov Jatim untuk menurunkan laju penularan covid-19.

"Saya minta dalam waktu dua minggu ini pengendaliannya betul-betul kita lakukan bersama-sama dan terintegrasi dari semua unit organisasi yang kita miliki di sini," ungkapnya.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi juga memberikan sejumlah instruksi lainnya terkait penanganan tersebut. Pertama ialah mengenai tes masif, pelacakan secara agresif, perawatan, dan isolasi mandiri terhadap pasien tanpa keluhan yang harus terus dilakukan dengan ketat.

Lebih lanjut Khofifah membeberkan fakta bahwa tingkat kedisiplinan masyarakat Jatim dalam penerapan protokol kesehatan menurut survey IKA FKM UNAIR masih kurang maksimal. Inilah yang menurut pakar merupakan salah satu  penyebab munculnya klaster baru dan terus bertambahnya jumlah pasien covid-19 di Jatim.

Berdasarkan temuan survey tersebut   didapati fakta bahwa masih banyak pasar tradisional dan tempat cangkrukan yang sebagian besar belum menggunakan masker dan belum menjaga jarak aman.

Pun, saat Idul Fitri himbauan untuk bersilaturahmi sementara agar dilakukan  secara virtual pun juga dampaknya  kurang maksimal.  Bagi mereka silaturahmi tanpa bertemu dianggap kurang afdol.

Khofifah mengungkapkan, menuntaskan pandemi ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Butuh sinergitas bersama seluruh elemen masyarakat agar rantai penularan covid-19 ini bisa diputus.

"Termasuk di level pemerintahan itu sendiri. Dari pusat, hingga ke level Provinsi dan berlanjut ke Kabupaten/Kota hingga desa harus linier. Tidak bisa beda-beda dan sendiri-sendiri," tegasnya.

"Selain itu, butuh dukungan yang kuat pula dari semua elemen masyarakat. Mulai dari forkopimda, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, ulama, pengusaha, dan juga media. Intinya tidak bisa sendiri-sendiri," tambah dia.

Selain mengunjungi Posko Gugus Tugas Jatim di Gedung Negara Grahadi, Presiden Jokowi juga mengunjungi Kabupaten Banyuwangi. Di Banyuwangi, Presiden Jokowi meninjau Pasar Pelayanan Publik.

Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Jatim juga diikuti oleh sejumlah menteri diantaranya Menko Polhukam Mahfud MD, Menko PMK Muhadjir Effendy,  Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto,  Menseskab Pramono Anung, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama, dan Kepala BNPB Doni Monardo.

Sementara itu, Sebanyak 10.532 kasus positif Covid-19 tercatat di Jawa Timur hingga Rabu (25/6/2020). Rinciannya, 3.529 (32,56 %) pasien sembuh, 6.151 dirawat, dan 799  meninggal. Kota Surabaya menjadi wilayah terbanyak yang memiliki kasus Covid-19 di Jawa Timur yaitu sebanyak 5.157 (48,9 % sementara Surabaya Raya 7.053 (66,9%). (J-1)

Baca Juga

MI/Martinus Solo

Seluruh Pasien Covid-19 Sembuh, Raja Ampat Siap Sambut New Normal

👤Martinus Solo 🕔Kamis 16 Juli 2020, 08:42 WIB
Penyesuaian masa baru itu pun diperlukan dengan adanya regulasi, supaya tidak terjadi lagi gelombang kedua di Kabupaten Raja Ampat dan...
ANTARA FOTO/ Akbar Tado

Penyaluran Benih Jagung dan Padi di Sikka Dipercepat

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 16 Juli 2020, 08:28 WIB
Penyaluran bantuan benih jagung dan padi di Kabupaten Sikka lebih awal sebelum muysim tanam tiba karena seringkali terjadi keterlambatan...
DOK Humas Pemprov Kaltim

Wagub Kalimantan Timur Positif Covid-19

👤Rudi Agung 🕔Kamis 16 Juli 2020, 08:17 WIB
Wagub Kaltim terinfeksi covid-19 setelah melakukan pengecekan kesehatan rutin. Saat itu Wagub juga akan menemani istrinya yang menjalani...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya