Jumat 26 Juni 2020, 12:29 WIB

Jumlah Pengunjung ke Obyek Wisata Dibatasi

Lilik Darmawan | Nusantara
Jumlah Pengunjung ke Obyek Wisata Dibatasi

MI/Lilik Darmawan
Kabut terlihat turun di Kawasan Hutan Pinus Limpakuwus di Kecamatan Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) pada Selasa (26/5/2020)

 

PEMKAB Banyumas, Jawa Tengah  baru mengizinkan dua obyek wisata yang dibuka, yakni offroad di Baturraden dan hutan pinus Limpakuwus di Sumbang. Dalam pelayanan kepada wisatawan, seluruh petugas mengacu pada protokol kesahatan, salah satunya adalah pembatasan jumlah pengunjung.

Wakil Bupati (Wabup) Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan bahwa pemkab telah membuka dua obyek wisata sejak pekan lalu. Yakni offroad di Baturraden dan hutan pinus Limpakuwus. 

"Sebelum pembukaan, kami telah melakukan pengecekan. Bahkan, pengelola juga telah melaksanakan simulasi pelayanan. Pada prinsipnya, meski dibuka, tetapi protokol kesehatan harus ditaati secara disiplin," tegas Wabup pada Jumat (26/6).

Wabup mengatakan protokol kesehatan yang harus ditaati di antaranya adalah penyiapan sarana dan prasarana. Misalnya, mulai pintu masuk, petugas melakukan pemeriksaan suhu tubuh, kemudian harus mengenakan masker, serta penyiapan tempat istirahat dengan memperhatikan jarak sosial. 

"Petugas atau pengelola juga harus menyiapkan kran air untuk cuci tangan atau hand sanitizer. Itulh kewajiban yang harus dipenuhi pengelola wisata," jelasnya.

Sementara Junior Manager Bisnis Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur Sugito mengatakan bahwa sejak pekan lalu, hutan pinus Limapkuwus telah dibuka. 
"Kami sudah menerapkan protokol kesehatan dengan memastikan mereka yang berkunjung tidak demam, mengenakan masker, serta kami menyiapkan tempat cuci tangan serta tempat menunggu dengan memperhatikan jarak sosial," ujar Sugito.

baca juga: Pariwisata di Jateng Akan Dibuka Awal Juli

Selain itu, jumlah pengunjung jug dibatasi. Saat sekarang, wisawatan yang datang hanya boleh sebanyak 300 orang. 

"Dengan jumlah tersebut, maka kami pastikan tidak akan terjadi kerumunan, karena luas hutan pinus Limpakuwus mencapai 10 hektare (ha)," ┬Łtambahnya. (OL-3)

Baca Juga

Mi/Hijrah Ibrahim

NPHD Belum Cair 100%, Mendagri Ancam Copot Kepala Daerah di Malut

👤Hijrah Ibrahim 🕔Jumat 10 Juli 2020, 07:11 WIB
Selain tidak hadirnya sejumlah kepala daerah, ditemukan belum seluruhnya kabupaten/kota yang menggelar pilkada serentak mentransfer seluruh...
haryanto mega

Limbah masih Mengalir di Bengawan Solo

👤(HT/N-2) 🕔Jumat 10 Juli 2020, 06:00 WIB
SUDAH enam bulan peringatan dilontarkan Ganjar Pranowo. Ia minta semua perusahaan di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo memperbaiki...
Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan di Tengah Pandemi

👤(DY/MY/AT/N-2) 🕔Jumat 10 Juli 2020, 05:50 WIB
DENGAN datang mendadak, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono membuat para pekerja proyek pembangunan Jembatan Sei...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya