Jumat 26 Juni 2020, 08:47 WIB

Wall Street Ditutup Menguat Didukung Reli Saham Perbankan

Antara | Ekonomi
Wall Street Ditutup Menguat Didukung Reli Saham Perbankan

AFP
Saham-saham di Wall Street membalikkan kerugian awal dalam sesi yang bergelombang menjadi lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat)

 

SAHAM-SAHAM di Wall Street membalikkan kerugian awal dalam sesi yang bergelombang menjadi lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), terangkat oleh reli di saham-saham perbankan menjelang hasil stress test tahunan dan membantu mengimbangi kegelisahan investor atas peningkatan kasus baru virus korona.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 299,66 poin atau 1,18%, menjadi ditutup di 25.745,60 poin. Indeks S&P 500 menguat 33,43 poin atau 1,10%, menjadi berakhir pada 3.083,76 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 107,84 poin atau 1,09%, menjadi 10.017,00 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor keuangan naik 2,71%, melampaui sektor-sektor lainnya.

Sementara itu, sektor utilitas merosot 1,22%, satu-satunya kelompok yang menurun.

Sub-indeks S&P 500 bank yang baru-baru ini terpukul memimpin kenaikan setelah regulator perbankan AS melonggarkan aturan. The Fed dan empat lembaga regulator mengumumkan mereka akan mengubah aturan yang membatasi kemampuan bank untuk melakukan investasi di bidang-bidang seperti hedge funds.

Baca juga: Harga Minyak Bangkit dari Kerugian Besar

Para investor juga menunggu hasil stress test tahunan sektor perbankan, yang membantu menentukan kebijakan dividen.

Indeks bank telah jatuh 19% dari tertinggi baru-baru ini pada 5 Juni ke titik terendah pada Rabu (24/6). Indeks ditutup naik 3,6% pada Kamis (25/6).

Indeks-indeks utama berada di bawah tekanan di awal sesi karena data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mencari tunjangan pengangguran lebih tinggi dari yang diperkirakan selama dua minggu berturut-turut di tengah pandemi covid-19.

Klaim pengangguran awal AS tercatat 1,48 juta pada minggu yang berakhir 20 Juni, menyusul revisi naik 1,54 juta pada minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis (25/6). Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan laporan akan menunjukkan 1,35 juta klaim awal.

Para investor juga tetap gelisah sepanjang hari karena jumlah kasus baru virus korona di negara-negara bagian AS meningkat, terutama di Barat dan Selatan.  Jumlah kasus harian baru di seluruh Amerika Serikat naik mendekati rekor tertinggi. Texas menghentikan pembukaan kembali secara bertahap sebagai tanggapan atas lonjakan infeksi covid-19 dan perawatan di rumah sakit.

Lebih dari 36.000 kasus baru AS tercatat pada Rabu (24/6), hanya beberapa ratus dari rekor tertinggi 24 April, membuat investor lebih pesimistis tentang peluang pemulihan ekonomi yang cepat. (A-2)

Baca Juga

Antara

Food Estate Tak Efektif Tingkatkan Produktivitas Pertanian

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 08:30 WIB
Rencana pemerintah untuk membangunan food estate itu tidak efektif untuk meningkatkan produktifitas pertanian di...
MI/Supardji Rasban

Pemerintah Perlu Bangun Rantai Pasok di Kawasan Industri

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 07:35 WIB
Pemerintah disarankan membangun rantai pasok pada kawasan industri, antara industri kecil menengah (IKM) dan industri besar dan sedang...
DOK BNI SYARIAH

Bhakti BNI Syariah Lindungi Pesantren dari Covid-19

👤Dro/S1-25 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 04:57 WIB
BNI Syariah berkomitmen untuk menjalankan hasanah way, yakni terus menerus berupaya untuk memberikan kebermanfaatan dan kebaikan (hasanah)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya