Jumat 26 Juni 2020, 08:20 WIB

Dolar Menguat karena Kekhawatiran Virus

Antara | Ekonomi
Dolar Menguat karena Kekhawatiran Virus

ANTARA
Dolar AS menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena pembelian aman dipicu peningkatan kekhawatira kenaikan cepat infeksi

 

DOLAR AS menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena pembelian aman dipicu peningkatan kekhawatiran atas kenaikan cepat infeksi virus korona di beberapa negara bagian AS dan ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

 Jumlah kasus harian baru di seluruh Amerika Serikat naik mendekati rekor tertinggi. Texas menghentikan pembukaan kembali secara bertahap sebagai tanggapan atas lonjakan infeksi covid-19 dan perawatan di rumah sakit.

Lebih dari 36.000 kasus baru AS tercatat pada Rabu (24/6), hanya beberapa ratus dari rekor tertinggi 24 April, membuat investor lebih pesimistis tentang peluang pemulihan ekonomi yang cepat.

"Ini akselerasi sangat cepat di banyak negara bagian AS, yang akan terus menjadi masalah bagi pasar," kata Erik Nelson, ahli strategi makro di Wells Fargo di New York.

Data pada Kamis (25/6) menunjukkan permintaan yang lemah memaksa pengusaha-pengusaha AS memberhentikan pekerja, mempertahankan permohonan baru untuk tunjangan pengangguran yang sangat tinggi, bahkan ketika bisnis telah dibuka kembali.

Pesanan baru untuk barang modal buatan AS rebound lebih dari yang diperkirakan pada Mei, tetapi hanya memperoleh kembali sebagian dari penurunan dua bulan sebelumnya.

Baca juga: Lagi, Emas Turun 4,5 dolar AS

Pasar valas sebagian besar telah melacak pergerakan ekuitas karena sentimen risiko berubah. Wall Street beragam pada Kamis (25/6) setelah hari terburuk S&P 500 dalam dua minggu.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terakhir menguat 0,18% menjadi di 97,41.

Perselisihan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, di mana Washington menandai kemungkinan perubahan tarif pada barang-barang UE, juga merusak sentimen risiko.

Euro tergelincir karena aset berisiko di kawasan itu, termasuk obligasi Italia, melemah, dan ketika Bank Sentral Eropa (ECB) berselisih kembali melawan tantangan pengadilan Jerman terhadap rencana pencetakan uangnya.

"Ada sedikit kegelisahan yang terjadi di pasar keuangan Eropa, yang mungkin membebani euro," kata Nelson.

ECB juga mengatakan akan menawarkan pinjaman euro terhadap agunan kepada bank-bank sentral di luar kawasan euro untuk menghambat pasar pendanaan di tengah pandemi virus korona.

Euro terakhir turun 0,32% menjadi 1,1214 dolar. Dolar menguat 0,16% terhadap yen Jepang menjadi 107,19 yen.

Beberapa ahli strategi menunjuk kurangnya momentum di pasar mata uang dan mengatakan permintaan sebagian didorong oleh dana investasi, perusahaan dan lembaga lain yang membuat penyesuaian akhir periode terhadap neraca mereka.

"Kami berada di akhir bulan, akhir kuartal dan setengah tahun, dan kedua perusahaan dan institusi sedang melakukan penyeimbangan kembali, dan itulah yang mendorong pasar dalam jangka pendek," kata Thomas Anderson, direktur pelaksana di Moneycorp Amerika Utara. (A-2)

Baca Juga

DOK Patra Jasa

Patra Jasa Raih Penghargaan Anugerah BUMN 2020

👤Widhoroso 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 22:55 WIB
Ini menjadi kali ketiga Patra Jasa secara beruntun menerima penghargaan dalam ajang Anugerah...
Antara/Dhemas Revianto

PNM Siap Bayar Obligasi Jatuh Tempo Rp750 Milar

👤Raja Suhud 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 19:15 WIB
Dalam masa pandemi covid-19,  PNM tetap menyalurkan pembiayaan kepada usaha ultra mikro dan UMKM lebih dari Rp8,2...
Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Ini Sederet Alternatif Pembiayaan Infrastruktur di Masa Pandemi

👤M Ilham Ramadhan 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 18:05 WIB
Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur 2020-2024 sebanyak Rp6.445 triliun. Pemerintah hanya menyanggupi Rp2.385 triliun....

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya