Jumat 26 Juni 2020, 07:51 WIB

Masyarakat Temanggung belum Paham Pentingnya Karantina

Tosiani | Nusantara
Masyarakat Temanggung belum Paham Pentingnya Karantina

MI/Tosiani
Petugas kesehatan melakukan rapid tes pada pengunjung dan pedagang pasar tradisional di Temanggung, Kamis (28/5/2020).

 


KESADARAN untuk menjalani karantina jika mendapatkan hasil positif covid-19 pada tes swab belum dimiliki masyarakat Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Bahkan sempat ada pasien positif korona yang mencoba kabur dari lokasi karantina.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung Khabib Mualim mengutarakan salah satu kendala dalam penanganan covid-19 selama ini, belum semua masyarakat paham alasan karantina. Sebab sekilas mereka tampak sehat, tapi hasil uji lab dinyatakan positif.

"Yang positif tapi nampak sehat ini disebut orang tanpa gejala (OTG). Mereka harus menjalani karantina," kata Khabib, Jumat (26/6).

Baca juga:  Pengusaha Temanggung Diminta tak Merumahkan Pekerja Saat Pandemi

Khabib mengatakan, OTG ini harus menjalani karantina dengan harapan tidak menularkan kepada orang-orang terdekatnya dan untuk dilakukan assesment apabila ternyata memiliki penyakit penyerta. Jika ternyata memiliki, maka harus menjalani isolasi di rumah sakit.

Adapun proses isolasi itu juga agar tidak menulari orang lain. Dalam hal ini, pemerintah berupaya menyelamatkan orang banyak dan si pasien.

"Yang lebih tahu soal ini adalah dokter dengan alat penunjangnya. Kepada mereka pun sudah kami jelaskan maksud dan tujuan di karantina," imbuhnya.

Khabib menambahkan, dari puluhan orang yang menjalani karantina baik di Gedung Pemuda maupun BLK Maron setelah menjalani assesment di RSUD Temanggung ternyata ada lima orang diketahui memiliki penyakit penyerta seperti jantung dan hipertensi. Maka mereka harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sedangkan yang tidak memiliki penyakit penyerta namun hasil swab positif meski tanpa gejala tetap menjalani karantina.

"Karantina bukanlah pengucilan, tapi membatasi kontak agar tidak terjadi penularan kepada orang lain," ungkapnya.(OL-5)

Baca Juga

Mi/Hijrah Ibrahim

NPHD Belum Cair 100%, Mendagri Ancam Copot Kepala Daerah di Malut

👤Hijrah Ibrahim 🕔Jumat 10 Juli 2020, 07:11 WIB
Selain tidak hadirnya sejumlah kepala daerah, ditemukan belum seluruhnya kabupaten/kota yang menggelar pilkada serentak mentransfer seluruh...
haryanto mega

Limbah masih Mengalir di Bengawan Solo

👤(HT/N-2) 🕔Jumat 10 Juli 2020, 06:00 WIB
SUDAH enam bulan peringatan dilontarkan Ganjar Pranowo. Ia minta semua perusahaan di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo memperbaiki...
Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan di Tengah Pandemi

👤(DY/MY/AT/N-2) 🕔Jumat 10 Juli 2020, 05:50 WIB
DENGAN datang mendadak, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono membuat para pekerja proyek pembangunan Jembatan Sei...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya