Rabu 24 Juni 2020, 09:58 WIB

Dianggap Gaduh, SBY Ditantang Buka-Bukaan Soal Bahaya RUU HIP

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Dianggap Gaduh, SBY Ditantang Buka-Bukaan Soal Bahaya RUU HIP

ANTARA/M RISYAL HIDAYAT
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono

 

MANTAN Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai meminta Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono untuk membuka saja secara blak-blakan di publik bahaya apa yang akan ditimbulkan soal polemik RUU Haluaan Ideologi Pancasila. Pernyataan SBY yang menyebut ada bahaya dan itu disimpan sendiri oleh SBY justru menimbulkan kegaduhan baru di publik.

"Pak SBY menurut saya jangan juga cuma lempar isu. Kalau ada yang diketahui silahkan sampaikan saja ke publik jangan disimpan-simpan juga," ungkap Natalis kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/6)

Menurut dia apa yang disampaikan SBY soal bahaya polemik RUU HIP harus disampaikan lugas kepada publik. 

"Jangan sampai publik menilai bahwa justru Pak SBY yang sebenarnya memancing kegaduhan baru. Apa bahaya itu sampaikan saja jangan sembunyi-sembunyi," tegasnya.

Baca juga: Soal RUU HIP, SBY Harap Jangan Sampai Ada Perpecahan Baru

Sebelumnya Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ikut menanggapi polemik terkait Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Menurut SBY, baik DPR maupun pemerintah perlu sangat berhati-hati dalam merancang sesuatu yang berkaitan dengan ideologi dan dasar negara karena jika keliru maka dampaknya akan sangat besar. 

"Saya mengikuti hiruk pikuk sosial dan politik seputar RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Saya juga sudah membaca dan mengkaji RUU tsb. Tentu ada pendapat dan tanggapan saya. Namun, lebih baik saya simpan agar politik tak semakin panas," ungkap SBY melalui akun Twitter @SBYudhoyono, Selasa (23/6).

Menurut SBY membahas hal yang berkaitan ideologi dan dasar negara harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. 

"Kita harus sungguh berhati-hati jika berpikir, berbicara dan merancang sesuatu yang berkaitan dengan ideologi dan dasar negara Pancasila. Apalagi jika menyentuh pula kerangka dan sistem kehidupan bernegara. Kalau keliru, dampaknya sangat besar," lanjut SBY.Tangkapan layar akun Twitter @SBYudhoyono Baca juga: Perdebatan RUU Haluan Ideologi Pancasila Harus DihentikanDalam pandangannya, SBY menegaskan pemosisian ideologi harus tepat dan benar. 

"Ingat, proses "nation building" dan "consensus making" yang kita lakukan sejak tahun 1945 juga tak selalu mudah. Jangan sampai ada "ideological clash" dan perpecahan bangsa yang baru. Kasihan Pancasila, kasihan rakyat," tutup SBY. (A-2)

Baca Juga

Antara

Forum Santri Nasional Tunggu Klarifikasi Ferdinand Hutahaen

👤Irvan Sihombing 🕔Kamis 26 November 2020, 20:22 WIB
RAIS Aam Forum Santri Nasional (FSN) Arif Rahmansyah Marbun mendesak mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean meminta maaf...
Antara

KPK Indikasikan Kasus Edhy Prabowo Libatkan Banyak Pihak

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 26 November 2020, 20:13 WIB
KPK mengindikasikan dugaan suap perizinan ekspor benur kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo kemungkinan melibatkan banyak...
MI/Andri Widiyanto

Besok, KPK Geledah KKP dan Rumah Edhy Prabowo

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 26 November 2020, 20:09 WIB
Setelah penangkapan Edhy Prabowo pada Rabu (25/11), KPK langsung mengerahkan tim ke kantor KKP dan rumah dinas Edhy di kawasan Widya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya