Selasa 23 Juni 2020, 04:38 WIB

Pekarangan Pangan Lestari, Amankan Pendapatan Keluarga

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pekarangan Pangan Lestari, Amankan Pendapatan Keluarga

Ist/Kementan
Pemanfaatan pekarangan keluarga melalui kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). 

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) terus melakukan berbagai upaya agar ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga. Untuk itu diperlukan upaya komprehensif dari aspek penyediaan, distribusi, hingga konsumsi pangan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan pemanfaatan pekarangan keluarga melalui kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). 

“Kita bantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan melalui pekarangan, apalagi dalam masa pandemi seperti ini dengan pembatasan di berbagai wilayah,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi saat mengunjungi KWT Melati Mekar di Desa Bayumundu, Kecamatan Kadu Hejo, Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat, Jumat (19/6). 

Menurut Agung, pekarangan bisa dijadikan sebagai pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. 

"Dengan menanam, berarti kita akan memanen. Dan ini penting untuk pangan keluarganya. Untuk itu, sesuai arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo, optimalkan pekarangan yang ada," tambah Agung. 

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Mekar, Mulyanah menjelaskan kelompoknya mendapat bantuan pemerintah untuk memanfaatkan pekarangan pada tahun 2019.

“Dulu saat, harga cabe sedang naik, Pak, lalu kami gunakan bantuan ini untuk menanam cabe. Hasilnya lumayan, kami tidak perlu lagi beli cabai,” ungkap Mulyanah.

Menurut pendamping KWT Melati Mekar, Ati Kusmandan, kegiatan P2L tidak hanya memberikan manfaat untuk konsumsi keluarga, namun juga telah membantu keuangan anggota kelompok.

“Tahun kemarin cabai bisa kami jual tinggi, Pak. Kalau sekarang sudah turun, tapi Alhamdulillah masih bisa menjadi sumber pendapatan kelompok juga untuk makan keluarga. Ini juga kami kembangkan lagi, ada terong, kol, jagung, dan pepaya california,” beber Ati. 

KWT Melati Mekar juga menggunakan teknik tanam tumpang sari dengan tanaman obat berupa jahe yang ditumpangsarikan dengan tanaman Jagung. “Jahe kami juga tanam Pak, disela-sela tanaman jagung, jadi kami manfaatkan lahan yang ada semaksimal mungkin,” jelas Mulyanah.

Saat ini, anggota kelompok KWT Melati Mekar telah berjumlah 35 orang. Melalui kerja sama tim, anggota telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan pangan. Kegiatan yang dilakukan di antaranya menjaga ketersediaan bibit dalam rumah bibit, pengelolaan demplot, pemanfaatan pekarangan anggota kelompok, hingga strategi pasca panen dan pemasaran. 

Pada tahun 2020, P2L difokuskan dengan penambahan komponen kegiatan pasca panen dan pemasaran. Komponen kegiatan ini akan membantu kelompok untuk meningkatkan nilai hasil panen, sedangkan dalam budidayanya sudah harus berorientasi pada pasar. 

Kegiatan pemanfaatan pekarangan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi masyarakat dalam menghadapi dinamika ekonomi, baik dalam masa pandemi Covid-19 maupun masa mendatang.

Melalui Pekarangan Pangan Lestari, konsep kegiatan tersebut dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan pendapatan, menjaga ketahanan pangan keluarga, dan mempengaruhi ketahanan pangan nasional. (OL-09)

Baca Juga

Antara

Food Estate Tak Efektif Tingkatkan Produktivitas Pertanian

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 08:30 WIB
Rencana pemerintah untuk membangunan food estate itu tidak efektif untuk meningkatkan produktifitas pertanian di...
MI/Supardji Rasban

Pemerintah Perlu Bangun Rantai Pasok di Kawasan Industri

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 07:35 WIB
Pemerintah disarankan membangun rantai pasok pada kawasan industri, antara industri kecil menengah (IKM) dan industri besar dan sedang...
DOK BNI SYARIAH

Bhakti BNI Syariah Lindungi Pesantren dari Covid-19

👤Dro/S1-25 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 04:57 WIB
BNI Syariah berkomitmen untuk menjalankan hasanah way, yakni terus menerus berupaya untuk memberikan kebermanfaatan dan kebaikan (hasanah)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya