Selasa 23 Juni 2020, 02:10 WIB

Pengembang Perlu Berpikir Kreatif

Gana Buana | Ekonomi
Pengembang Perlu Berpikir Kreatif

ANTARA
Pameran Properti

 

SEKTOR properti diharapkan segera beradaptasi dengan masa kenormalan baru (new normal) agar kondisi properti Tanah Air perlahan bisa kembali pulih, meski di tengah pandemi covid-19.

Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan masa kenormalan baru memang belum berimbas pada sektor properti saat ini. Pasalnya, memulihkan apa yang terjadi pada tiga bulan belakangan ini tidak semudah membalikan telapak tangan.

“Belum terlihat, namun sudah bergerak. Yang baru kelihatan bergerak kan lingkaran income saja, seperti mal, perkantoran, tapi tetap kita berterima kasih pada pemerintah,” ujar Paulus kepada Media Indonesia, kemarin.

Menurut dia, kondisi sektor properti saat ini belum dapat diprediksi, mengingat pandemi covid-19 belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Hal yang perlu disiapkan pelaku bisnis properti ialah adaptasi. Sebab, dalam kondisi normal, proses transaksi properti akan dilakukan secara tatap muka sehingga pengembang properti harus berpikir kreatif agar produksi bisa tetap diserap pasar.

“Kesiapan pertama terkait mental. Mental kita harus berpikir bagaimana bekerja dengan menggunakan cara yang efektif dan efisien,” lanjut dia.

CEO Indonesia Property Watch Advisory Group Ali Tranghanda menerangkan pola bisnis sektor properti dipastikan berubah dalam tahap kenormalan baru. Peran digital bisa membantu bisnis ini untuk bangkit kembali.

“Peran digital sangat strategis. Disruption technology semakin cepat.”

Namun, kata Ali, tidak semua terbiasa dalam menghadapi perubahan serba cepat ini. Mengingat, interaksi secara digital tidak selalu memuaskan sebagian konsumen.

“Sebab, karakter pembelian properti dengan interaksi bertemu langsung tidak akan bisa tergantikan dengan digital,” kata dia.

Menurutnya, interaksi digital relatif lebih efisien bagi pembeli dan penjual untuk interaksi awal. Namun, proses transaksi properti tak dimungkiri membutuhkan temu secara fisik, apa pun kondisinya. 


Bangkit

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) meminta para pengembang properti agar bangkit kembali menjelang kenormalan baru saat ini.

Dirjen Perumahan Kementerian PU-Pera Khalawi Abdul Hamid menyampaikan hal itu untuk mendorong pelaksanaan program Sejuta Rumah dan meningkatkan perekonomian masyarakat akibat dampak pandemi covid-19.

“Kami berharap pengembang properti bisa bangkit kembali melaksanakan pembangunan rumah untuk masyarakat di seluruh Indonesia menjelang kenormalan baru di sektor perumahan di Indonesia,” ujar Khalawi.

Menurut Khalawi, kolaborasi antara pemerintah dan pengembang dalam pelaksanaan program sejuta rumah sangat penting. Pasalnya, pemerintah tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan rumah untuk masyarakat, sehingga peran aktif pengembang dalam pembangunan perumahan sangat dibutuhkan.

Pandemi covid-19, menurut dia, memang berpengaruh pada produksi rumah yang dibangun pengembang. Adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat pengembang mengalami hambatan dalam proses pembangunan dan penjualan rumah yang sudah jadi.

“Pelaksanaan program Sejuta Rumah memang mengalami hambatan pada masa pandemi covid-19 ini. Namun, pemerintah juga tetap berupaya mendorong agar penyediaan rumah untuk masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” pungkas dia. (S-3)
 

Baca Juga

MI/Permana

CEO Jouska Minta Waktu Untuk Ganti Kerugian Klien

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 03 Agustus 2020, 18:43 WIB
Aakar Abyasa telah mengirimkan surat elektronik kepada klien yang merasa dirugikan. Dia juga menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen...
Ist/Kementan

Petani Jagung di NTB Siap Penuhi Industri Pangan dan Ekspor

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Agustus 2020, 18:39 WIB
Koperasi Dinamika Nusa Agribisnis (DNA) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mampu merintis produksi jagung rendah alfatoksin yang...
Ilustrasi

Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama KLHK Dilantik

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 03 Agustus 2020, 17:43 WIB
Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II lingkup KLHK dilantik Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya