Senin 22 Juni 2020, 20:05 WIB

Karantina Berbasis Desa Diterapkan saat Kepulangan PMI

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Karantina Berbasis Desa Diterapkan saat Kepulangan PMI

Antara/Yulius Satria Wijaya
Ilustrasi Warga secara swadaya menyiapkan ruangan untuk dijadikan tempat karantina di Desa Torikolot, Citeureup, Borgo

 

Persiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menerima kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Flores Timur terus dilakukan. Yang dijalankan Pemkab Flotim adalah dengan memperketat penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19, termasuk melakukan karantina baik terpusat dan karantina berbasis desa.

Kesiapan daerah menerima kedatangan PMI ini disampaikan Bupati Flores Timur, Anton Hadjon.

"Pada prinsipnya, kami tentu tetap menerima mereka kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan bagi para pekerja migran yang datang," ujar Anton, Senin (22/6)

Mereka, sambungnya, akan dikarantina selama 14 hari di tempat yang telah disiapkan. "Karantina berbasis desa akan diterapkan saat menerima PMI di desa masing-masing. Setiap desa sudah menyiapkan lokasi karantinanya masing-masing, sehingga kita harapkan dapat berfungsi maksimal saat kepulangan PMI nanti," ujar Anton.

Baca juga: Ada Video Porno di Webinar KPU Sumbar

Oleh karena itu, sejumlah desa mulai menyiapkan tempat karantina. Dese Kenere, Kecamatan Solor Selatan misalnya. Desa ini memanfaatkan gedung sekolah TK/Paud dan sudah melakukan pemeriksaan bagi setiap warga yang masuk ke desa secara ketat.

Kepala Desa Kenere, Mikael Koliwutun Klodor mengakui siap menerima kedatangan para perantau termasuk PMI.

"Kita sudah siap untuk menerima warga yang pulang ke desa ini. Mereka yang datang akan dikarantina 14 hari di tempat karantina, yaitu gedung sekolah Paud di desa ini karena ada beberapa ruagan kelas yang bisa dipakai agar saat karantina nanti bisa menerapkan jaga jarak," papar Mikael.

Lalu, untuk warga pendatang, Mikael menyebut pihaknya melakukan pemeriksaan suhu tubuh. "Alat skiring sudah ada. Jadi, setiap warga yang datang akan diperiksa suhu tubuh mereka, agar bisa dideteksi secara dini," ungkap Mikael. (OL-14)

Baca Juga

Dok. Pemkot Pariaman

Inovasi Pariwisata di Pariaman Berbuah Penghargaan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 26 Oktober 2020, 03:45 WIB
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Dwi Marhen Yono mendapatkan penghargaan Best Leadership dan Professional kategori...
Dok The Learning Farm

Optimisme Petani Cidaun Hingga Sleman di Masa Pandemi  

👤Iis Zatnika 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 22:25 WIB
Sektor pertanian memang moncer di saat pandemi, namun dibutuhkan kolaborasi para pemangku kepentingan untuk mengungkit kesejahteraan...
Antara

Ulama : Bisnis Prostitusi Daring di Aceh Meningkat Selama Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 22:00 WIB
Maraknya dugaan prostitusi daring yang ditawarkan melalui aplikasi media sosial melalui telepon pintar di Aceh, telah menyebabkan keresahan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya