Sabtu 20 Juni 2020, 18:36 WIB

Virus Korona Dulunya Bersirkulasi di Hewan

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Virus Korona Dulunya Bersirkulasi di Hewan

AFP
Ilustrasi

 

DIREKTUR LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio Prof Amin Soebandrio mengatakan virus korona itu dulunya memang bersirkulasi di hewan tetapi kemudian manusia semakin lama semakin dekat dengan hewan liar atau interface antara manusia dengan hewan liar semakin semakin tinggi.

"Ya karena mungkin manusia banyak yang memelihara hewan liar sebagai piaraan yang eksotik atau banyak juga manusia yang mengkonsumsi hewan liar sebagai hobi," kata Prof Dalam Webinar bertema Narkoba dan Pandemi Covid-19: Mengkaji Penyalahgunaan Narkoba dari Aspek Komorbiditas dan Watak Virus Covid-19 untuk Kesehatan secara Holistik" Sabtu (20/6).

Selanjutnya manusia juga semakin membutuhkan lahan untuk pemukiman sehingga merambah ke hutan jadi kontak dengan hewan liar erat maka terjadilah percampuran antara virus hewan liar dengan virus di tubuh manusia.

"Keadaan ini berlangsung cukup lama, tidak hanya 1 bulan, tetapi bertahun-tahun," sebutnya.

Dia menyatakan cerita keseluruhan tentang coronavirus yang berawal dari pasar ikan yang dipersalahkan oleh seluruh dunia dimana disebut menjadi sumbernya Sar-CoV-2

"Tidak hanya ikan saja tapi juga hewan-hewan liar seperti yang ada di Pasar Tomohon kemudian sebagai besar virus Corona memang dikaitkan dengan kelelawar," terangnya.

Dia menjelaskan, gejala yang ditimbulkan oleh virus korona itu ada kemiripan satu sama lainnya dan umumnya adalah demam, batuk, sesak napas serta disertai gejala lainnya seperti diare.

"Ternyata sekarang gejala klinis dari covid-19 tidak spesifik bahkan ada yang ringan sekali, tidak ada gejala fisiknya lainnya hanya keadaanya kehilangan daya cium, kecapa atau rasanya, yang lainnya nggak ada. Bahkan ada teman saya, keluarganya sampai 7 kali diperiksa masih positif, padahal secara fisik tidak gangguan," lanjutnya.

Dia menambahkan, virus Covid-19 ditularkan melalui droppet sehingga dipastikan virusnya tidak berterbangan dan hanya ditularkan melalui droppet serra hanya jatuh di jarak sekitar 1 sampai 2 meter dari yang mengantarkan (penderita).

"Berapa kondisi bisa saja dia kemudian menjadi partikel yang lebih kecil, erosol misalnya itu bisa terbang jah tetapi pada umumnya virus ini disebarkan oleh droppet," pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA/Hafidz Mubarak A

Kemenag Susun Aturan Ibadah Natal di Tengah Pandemi

👤Cindy Ang 🕔Kamis 26 November 2020, 09:25 WIB
"Kalau di rumah ibadah betul-betul kami garis bawahi, jangan berkerumun, jaga jarak, cek kesehatan dan lainnya. Itu semua sama...
Istimewa

Opung Pilih Jalan Santai supaya Tetap Bugar

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Kamis 26 November 2020, 09:05 WIB
Olahraga bagi kaum lansia sangat penting, apa pun bentuknya. Yang penting durasi latihannya 150 menit per...
DOK BPJAMSOSTEK

BPJAMSOSTEK Raih 2 Penghargaan Digital Marketing & Human Capital

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 November 2020, 08:58 WIB
Dua trofi penghargaan yang diterima langsung oleh Naufal Mahfudz ini tentunya menjadi pelengkap prestasi yang diraih BPJAMSOSTEK di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya