Jumat 19 Juni 2020, 19:26 WIB

Di Depan DPD, Presiden Dukung Penguatan Pendidikan Agama Islam

Henri Siagian | Politik dan Hukum
Di Depan DPD, Presiden Dukung Penguatan Pendidikan Agama Islam

MI/M Irfan
Pimpinan DPD (dari kiri): Sultan Bachtiar Najamudin, Nono Sampono, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, dan Mahyudin.

 

PRESIDEN Joko Widodo menyatakan mendukung dan setuju untuk memperkuat pendidikan Islam di Indonesia melalui percepatan peningkatan status 9 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Negeri Islam (UIN).

Demikian disampaikan Presiden dalam rapat konsultasi dengan jajaran Pimpinan DPD RI, Jumat (19/6) pagi di Istana Bogor.

Baca juga: Jokowi: Pancasila Tidak Bisa Diganggu Gugat

Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyatakan, dukungan penuh Presiden Jokowi terhadap peningkatan status IAIN menjadi UIN sebagai upaya memperkuat perguruan tinggi Islam adalah jawaban konkret untuk membuktikan stigma atau anggapan pemerintahan Jokowi tidak peduli terhadap pengembangan dan perkembangan Islam.

"Kami berharap Menteri Agama segera menindaklanjuti arahan Presiden terkait hal tersebut," tukas LaNyalla.

Baca juga: Wapres Minta Ekonom Islam Jangan Melulu Sibuk Diskusi

Rapat itu antara lain diikuti pimpinan DPD, Ketua AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Wakil Ketua I Nono Sampono, Wakil Ketua II Mahyudin dan Wakil Ketua III Sultan Baktiar Najamudin.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam itu, pimpinan DPD menyampaikan beberapa pokok pikiran hasil pengawasan dan serap aspirasi DPD RI.

"Selain penguatan DPD dalam proses legislasi tripatrit dan peningkatan peran DPD dalam proses pembangunan daerah, kami juga sampaikan pandangan DPD tentang agenda pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 9 Desember. Termasuk penyikapan DPD atas RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Selain itu kami juga sampaikan hasil serap aspirasi, utamanya yang terkait dengan penguatan dunia usaha dan industri serta ekonomi masyarakat," ungkap LaNyalla.

Baca juga: Pesantren Institusi Penting Penjaga 4 Pilar Kebangsaan

Wakil Ketua I DPD RI Nono Sampono mengungkapkan, selain hal-hal tersebut, pimpinan DPD RI juga menyampaikan pandangan agar refocusing anggaran di kementerian teknis tidak merugikan rakyat. Terutama terkait dengan belanja pembangunan yang sasarannya adalah kelas menengah ke bawah. "Kami masih menemukan beberapa kasus, rakyat kecil yang terkena dampak refocusing," urainya.

Nono juga menyinggung tentang desakan DPD kepada pemerintah agar segera memperbaiki Tata Niaga Garam Rakyat. Dengan melakukan sejumlah penyempurnaan peraturan yang ada. Terutama terkait dengan serapan Garam Rakyat dan jadwal waktu Impor Garam yang tidak bertepatan dengan masa panen. Sehingga Garam Rakyat dapat terserap dengan harga yang tidak merugikan Petani Garam.

Baca juga: Akhir Kisah Pemakan Anggaran Berujung 10,5 Tahun Penjara

Sementara terkait Pilkada serentak Desember 2020, Wakil Ketua II DPD RI Mahyudin,  meminta atensi pemerintah pusat terhadap permintaan beberapa kepala daerah agar mendapat bantuan dana dari pusat untuk penyelenggaraan Pilkada dengan protokol kesehatan. "Meskipun banyak daerah yang siap menyelenggarakan, tapi ada beberapa daerah yang kesulitan anggaran untuk menambah pos protokol kesehatan dalam Pilkada Desember nanti. Sehingga harus diperhatikan," tandasnya.

Baca juga: Mahfud MD: Purnawirawan Minta Jangan ada yang Mencabik Pancasila

Khusus mengenai impor barang jadi yang disinyalir mendistorsi dunia industri dalam negeri, juga menjadi pokok pikiran yang disampaikan Pimpinan DPD. "Kami sampaikan juga kepada Presiden Jokowi hasil rapat kerja kami dengan Menteri Perdagangan terkait distorsi tersebut, dimana Mendag sudah menyiapkan langkah untuk meminimalisir hal tersebut, salah satunya dengan pemberlakuan safeguard," pungkas Wakil Ketua III Sultan Baktiar Najamudin. (X-15)

Baca Juga

dok kejagung

Buronan Pemalsu Merek Ditangkap

👤RO/Micom 🕔Sabtu 26 September 2020, 06:31 WIB
Sunarta mengatakan Lioenardi sudah menjadi buronan sejak 2015. Ketika itu dia divonis bersalah berdasarkan surat putusan MA RI Nomor 1356...
ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA

37 Pegawai KPK Mundur sejak Januari-September

👤Dhk/Cah/Ant/P-1 🕔Sabtu 26 September 2020, 06:26 WIB
Adapun salah satu alasan pengunduran diri Febri disebabkan kondisi politik dan hukum telah berubah bagi...
Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Aset Nurhadi Dikuak lewat Saksi Penting

👤Dhk/Ant/P-1 🕔Sabtu 26 September 2020, 06:19 WIB
Dalam penyidikan kasus itu, KPK juga telah menyita beberapa aset diduga terkait dengan kasus Nurhadi, seperti lahan kelapa sawit di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya