Rabu 17 Juni 2020, 15:43 WIB

Tahun Depan, Harus Ada Reformasi Kebijakan Fiskal

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Tahun Depan, Harus Ada Reformasi Kebijakan Fiskal

MI/Fransisco Carolio
Aktivitas warga di pemukiman padat penduduk wilayah bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta.

 

PEMERINTAH ingin kebijakan fiskal 2021 menjadi momentum pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi. Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kementerian Keuangan, Ubaidi Socheh Hamidi.

Pemulihan ekonomi menjadi hal penting. Sebab, pandemi covid-19 melemahkan ekonomi nasional. Sehingga, perlu ada reformasi di sejumlah sektor.

"Satu, reformasi kesehatan. Kedua, program perlindungan sosial dan subsidi. Ketiga program pendidikan. Keempat TKDD dan dana desa. Ini harus didukung reformasi fiskal dari sisi pendapatan dan belanja," ujar Ubaidi dalam diskusi virtual, Rabu (17/6).

Baca juga: Penerimaan Kontraksi, Defisit APBN Capai Rp 179,6 Triliun

Pada bidang kesehatan, postur anggaran terus mengalami peningkatan. Mengingat, pemerintah wajib mengalokasikan anggaran 5% dari APBN untuk bidang kesehatan. Namun, persentase itu dinilai kecil jika dibandingkan negara Asia lain.

"Itu masih sedikit dibanding negara lain. Misal, belanjanya 1,4% terhadap PDB. Tapi stunting 30,8. Di negara lain, anggaran keesehatannya besar dan prevalensi stunting sangat kecil," imbuh Ubaidi.

"Ke depan, kita harus membangun JKN secara berkesinambungan. Jangka pendek tentu defisitnya. Supaya tidak terulang, kita harus bangun berkesinambungan dan tidak fokus pasa penyelesaian jangka pendek," paparnya.

Pada bidang subsidi dan bantuan sosial, reformasi dilakukan melalui perbaikan sistem. Ubaidi mengatakan anggaran yang disediakan pemerintah untuk bantuan sosial juga lebih kecil dibandingkan negara lain. Persoalan data penerima bantuan juga masih menjadi momok.

Baca juga: Dampak Pandemi, Kualitas Pendidikan Alami Penurunan

"Intinya, kita masih menemukan beberapa kelompok masyarakat yang harusnya tidak dapat subsidi, malah dapat," tukas Ubaidi.

Harga minyak dunia yang mengalami tren penurunan, lanjut dia, dapat dimanfaatkan untuk menyesuaikan harga BBM. Sehingga, alokasi anggaran subsidi BBM dan energi dapat dialihkan untuk bantuan sosial.

Menyoal ketepatan pemberian bantuan sosial, Kementerian Keuangan mengusulkan integrasi dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021.

Sebagai contoh, subsidi Bahan Pangan Non Tunai (BNPT) diintegrasikan dengan bantuan sembako. Kemudian, Program Keluarga Harapan (PKH) diintegrasikan dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Pengintegrasian program bantuan sosial menjadi hal penting, agar perencanaan dan monitoring dapat berjalan efektif.

Baca juga: Menkeu: New Normal Harus Seimbangkan Kesehatan dan Ekonomi

"Kalau itu lebih jelas, kita mendapatkan feedback yang cukup baik untuk merumuskan kebijakan ke depan," jelasnya.

Sistem pendidikan juga ikut direformasi pada sisi anggaran. Berdasarkan skor Pisa, kompetensi guru di Indonesia belum merata. Porsi anggaran PAUD juga belum memadai. Sejumlah alasan itu menjadi indikator reformasi sistem pendidikan.

"Kami mendukung apa yang diusulkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, untuk melakukan reformasi pendidikan dengan konsep merdeka belajar," kata Ubaidi.(OL-11)

 

Baca Juga

MI/Ramdani

Pemerintah Komitmen Kembangkan Industri Halal di KEK

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 16:23 WIB
Lebih lanjut dijelaskan untuk mengembangkan industri halal ini sudah mendapat keputusan dari Menteri Perindustria. Untuk membuka industri...
Ist/Kementan

Kementan Pastikan Perunggasan Nasional Masih dalam Kondisi Stabil

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 16:16 WIB
Sementara itu, kebutuhan daging ayam ras dari Maret sampai Oktober 2020 diprediksi Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami penurunan...
MI/Fransisco Carolio

Serapan Anggaran PEN Rendah, BPK Minta K/L Lebih Berani

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 16:02 WIB
Dana tersebut bisa digunakan untuk membantu ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi covid-19. Apalagi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya