Minggu 14 Juni 2020, 19:10 WIB

Tangani Gizi Buruk pada Anak Harus Beriringan Penanganan Covid-19

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Tangani Gizi Buruk pada Anak Harus Beriringan Penanganan Covid-19

Antara/Ari Bowo Sucipto
Pemantauan Gizi pada anak di Posyandi

 

PANDEMI Covid-19 turut menjangkiti anak-anak di Indonesia.Data Kementerian Kesehatan menunjukkan ada sedikitnya 1.851 anak yang terinfeksi Covid-19 dengan 29 kasus diantaranya berujung pada kematian.

Kematian pada anak yang terinfeksi Covid-19 terjadi oleh sejumlah faktor, diantaranya kekurangan gizi, anemia dan fasilitas kesehatan anak yang belum memadai.

Melihat fakta tersebut, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan, Kemenkes perlu memperhatikan kebutuhan gizi anak selama pandemi Covid-19 dan upaya pengentasan gizi buruk di Indonesia perlu terus digiatkan di tengah pandemi Covid-19.

"Pejabat pejabat di Kementerian Kesehatan yang manangani gizi anak tidak boleh bersikap santai dan harus memiliki ‘sense of crisis’ karena jika tidak maka akan banyak lagi anak anak yang beresiko meninggal ketika terpapar Covid-19," kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/6).

Agus mengungkapkan, saat ini upaya pemantauan gizi anak sedikit terganggu akibat banyaknya Posyandu yang menghentikan operasionalnya selama pandemi Covid-19. Karena itu, perlu upaya pemantauan yang lebih efektif dalam pemantauan gizi anak.

“Tidak cukup pantauan dilakukan melalui whatsapp group seperti yang dilakukan saat ini oleh otoritas kesehatan,” tambahnya.

Mantan Deputi di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Tubagus Rachmat Sentika mengapresiasi upaya pemerintah dalam memenuhi gizi anak, salah satunya lewat upaya menurunkan angka stunting.

Baca juga : Angka Positif Tinggi Karena Agresifnya Pelacakan

Namun, menurutnya perlu penambahan regulasi agar pemenuhan gizi di masa pandemi dapat dioptimalkam. Adanya Peraturan Menteri Kesehatan nomor 29 tahun 2019 tentang Tata Laksana Gangguan Gizi Akibat Penyakit juga perlu dioptimalkan.

“Kemenkes harus memastikan lokasi keberadaan anak dengan gizi buruk dan kurang akibat penyakit, memastikan ketersediaan PKMK, serta semua petugas kesehatan memahami sinergitas antara Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), serta sistem rujukan terintegrasi dan dari sisi pembiayaannya,” tegas Rachmat.

Penelitian intervensi yang dilakukan oleh Damayanti dari RSCM di Kabupaten Pandeglang, Banten pada 2018 menunjukkan bahwa anak-anak dengan gizi buruk atau kurang naik secara signifikan setelah diberikan PKMK dalam dua bulan.

PKMK yang diberikan berupa minuman dengan kalori 100 dan 150. Nutrisinya berisi elementeri diet berupa asam amino, glukosa, asam lemak dan mikronutrien yang secara evidence base sangat cocok untuk anak-anak di bawah dua tahun yang mengalami gangguan gizi. 

Sebelumnya Presiden Joko Widodo juga berkali kali mengingatkan seluruh jajaran menteri terkait untuk tidak melupakan ancaman stunting dan penyakit lainnya yang juga mewabah di tengah masyarakat meski kini pemerintah masih fokus menangani pandemi Covid-19.  Hal itu ditegaskan Presiden Jokowi dalam Ratas Evaluasi Proyek Startegis Nasional untuk Pemulihan Ekonomi Nasional Dampak Covid-19.

Pemerintah menargetkan pada 2024 angka prevalensi stunting turun menjadi 14 persen. (RO/OL-7)

Baca Juga

Istimewa

Opung Pilih Jalan Santai supaya Tetap Bugar

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Kamis 26 November 2020, 09:05 WIB
Olahraga bagi kaum lansia sangat penting, apa pun bentuknya. Yang penting durasi latihannya 150 menit per...
DOK BPJAMSOSTEK

BPJAMSOSTEK Raih 2 Penghargaan Digital Marketing & Human Capital

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 November 2020, 08:58 WIB
Dua trofi penghargaan yang diterima langsung oleh Naufal Mahfudz ini tentunya menjadi pelengkap prestasi yang diraih BPJAMSOSTEK di...
DOK KLHK

SIMONTANA KLHK Raih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2020

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 November 2020, 08:53 WIB
Menteri LHK, Siti Nurbaya di Jakarta (25/11/2020) mengungkapkan kegembiraannya setelah mendapat kabar SIMONTANA berhasil masuk Top 45...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya