Jumat 12 Juni 2020, 19:02 WIB

Ternyata Peredaran Narkoba Meningkat Saat Pendemik Covid-19

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Ternyata Peredaran Narkoba Meningkat Saat Pendemik Covid-19

ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Rilis kasus penyelundupan Narkoba jenis Sabu seberat 35 kilogram di wilayah kewenangan Polda Sumatera Utara.

 

DALAM situasi di tengah pandemi virus korona (covid-19), peredaran dan penggunaan narkoba di Jakarta justru meningkat pesat. Menurut Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Nana Sudjana, kenaikan penyebaran narkoba disertai pula dengan kebutuhan tinggi yang datang dari masyarakat.

“Mungkin masyarakat kita di masa pandemi ini ada rasa jenuh dan hal-hal lain yang menganggu psikologinya,” ujar Nana, dalam konferensi pers daring, Jumat (12/6).

Kenaikan penggunaan narkoba di kala pandemi terbukti usai Bravo Polri berhasil membongkar kasus penyelundupan 402 kilogram sabu di Sukabumi, pada Kamis (4/6). Bahkan sebelumnya, Tim Khusus Satgassus Polri menangkap 2 tersangka kasus narkotika jenis sabu seberat 821 kilogram, di Serang Banten, (23/5).

Nana memaparkan, dalam kurun waktu Januari-Juni 2020 pengungkapan barang haram perusak anak bangsa itu mencapai 6,9 ton.

Baca juga: Bea Cukai Bengkalis Tindak Penyelundupan 600 Karung Gula Ilegal

Teranyar, Nana menyampaikan bahwa Polri telah mengamankan 336 kg ganja yang diselundupkan di sofa datang dari Lhokseumawe, Aceh, melalui kargo ke Jakarta.

“Modusnya mereka mengemas ganja ini di dalam sofa dan memanfaatkan situasi Covid-19," tutur Nana.

Fakta tersebut memperlihatkan modus operandi para oknum narkoba terus berkembang. Bukan hanya penyelundupan menggunakan sofa, beberapa jaringan juga melakukan pengiriman dengan memasukan narkotika ke dalam teh Tiongkok.

“Saya sampaikan hampir setiap hari yang diungkap itu antara 15 sampai 20 kasus oleh Direktorat narkoba maupun Polres Polres jajaran,” ungkap Nana.

Di sisi lain, modus pengiriman narkoba via daring pun semakin marak. Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko, mengatakan Badan Narkotika Nasional (BNN) akan fokus memberantas penyebaran narkotika via daring melalui bekerjasama dengan penyedia jasa penitipan barang serta aplikasi ojek daring.

“Kenapa bisa BNN bekerjasama dengan ojek daring? Karena kalau driver mereka menerima hal-hal mencurigakan bisa melaporkan ke kami,” ungkap Heru, dalam konferensi pers daring, Jumat (12/6).

Langkah tersebut dipilih Heru lantaran BNN memang berencana untuk menyapu bersih penyebaran narkotika via daring serta melalui kargo.

Peredaran gelar narkoba dengan memanfaatkan media daring serta pengiriman kargo diakui oleh Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar. Menurutnya, Indonesia yang memiliki garis partai yang panjang, dan belum semuanya dapat terawasi oleh instansi pemerintah.

“Banyaknya pelabuhan laut kecil di Indonesia memang menjadi tantangan sekaligus ancaman terhadap masuknya narkoba melalui jalur laut (Maritime Route),” tutur Krisno kepada Media Indonesia, Jumat (12/6),

Maka, diperlukan kerjasama setiap stake holders baik Instansi Pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk memberantas penyebaran narkoba ke Indonesia.

“Diperlukan bukan hanya tanggung jawab Polri atau satu entitas saja,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan, Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Josias Simon. Kondisi covid-19 ini yang membuat maraknya tren pengiriman narkoba via daring.

“Karena pengiriman narkoba itu perlu ada koneksi, ada kesepakatan, yang kemudian biasanya dimulai dari aplikasi media sosial legal dan tidak melanggar hukum,” ujar Josias kepada Media Indonesia.

ia juga melihat tingginya angka pengguna narkoba disebabkan oleh minimnya informasi soal dampak buruk dari narkoba itu sendiri. (OL-4)

Baca Juga

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Tertinggi, Kasus Baru Covid-19 Jakarta Tambah 404 Orang Hari Ini

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 12 Juli 2020, 13:25 WIB
Kasus baru covid-19 di Jakarta kembali capai rekor tertinggi yakni 404 orang hari...
MI/RAMDANI

Anies Baswedan: Atasi Covid-19 bukan dengan Pencitraan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 12 Juli 2020, 12:31 WIB
Dalam menghadapi Covid-19, Anies mengungkapkan kesadaran di tingkat mikro menjadi kunci...
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Antisipasi Lonjakan, KCI Operasikan 962 Perjalanan KRL Per Hari

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 12 Juli 2020, 11:10 WIB
PT KCI mulai Senin 13 Juli 2020 mengoperasikan 962 perjalanan KRL per...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya