Rabu 10 Juni 2020, 19:49 WIB

Cara Sekolah Swasta Bertahan di Tengah Krisis akibat Pandemi

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Cara Sekolah Swasta Bertahan di Tengah Krisis akibat Pandemi

Ilustrasi
Ilustrasi sekolah

 

KONDISI darurat akibat pandemi covid-19 membuat pendapatan sekolah swasta berbiaya rendah mengalami penurunan. Begitu pula yang dialami oleh SMP Islam Cendekia Cianjur.

Kepala SMP Islam Cendekia Cianjur Dera Nugraha mengatakan, ada dua persoalan yang menyebabkan pendapatan sekolah berkurang selama pandemi. Pertama karena kemampuan ekonomi sejumlah orang tua menurun karena terdampak covid-19 dan kedua karena kualitas layanan pembelajaran jarak jauh yang disuguhkan sekolah.

“Tugas kita sebagai kepala sekolah memastikan bahwa penurunan income sekolah terjadi karena poin pertama. Jangan sampai dua-duanya. Seandainya kita sebagai orang tua, anak kita di rumah tapi kita bayar SPP full, worth it nggak kira-kira? Itu harus kita analisa. Kalau masalah kemampuan orang tua, itu kondisi yang harus kita hadapi. Cuma kita harus amankan bagaimana layanan pendidikan kita,” kata Dera dalam webinar Tantangan Finansial Sekolah Swasta Berbiaya Rendah selama Pandemi, Rabu (10/6).

Dera mengungkapkan, selama pandemi pihak sekolah telah memberi keringanan SPP bagi seluruh siswa. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban orang tua.

Meski begitu, ada sejumlah orang tua yang merasa keringanan tersebut masih kurang. Oleh sebab itu, sekolah berupaya memperkuat sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) agar orang tua memahami bahwa proses pembelajaran tetap ada meski dilakukan di rumah masing-masing.

Baca juga : Kemendikbud Rancang Lulusan SMK Dapat Ijazah D1/D2

“Pada umumnya kan pembelajaran online cuma dilempar oleh guru melalui aplikasi. Padahal guru yang dibutuhkan saat offline dan saat online speknya berbeda. Maka kita buat suatu konsep, kita lakukan training, sehingga kami menyusun platform apa saja yang akan kita gunakan, sejauh mana kesiapan kita dan bagaimana dampaknya terhadap orang tua,” jelas Dera.

Dera pun terjun langsung, mengontrol setiap hari melalui grup aplikasi WhatsApp untuk memastikan bahwa komunikasi dan proses pembelajaran berjalan dengan lancar.

Sedangkan untuk menambah pemasukan sekolah di tengah krisis, pihaknya telah melakukan budidaya tanaman hidroponik di sekolah, menerbitkan dan menjual buku yang beberapa di antaranya merupakan kumpulan karya para siswa, dan budidaya ikan di dalam ember. Selain itu, sekolah juga telah merevisi rencana kerja dan anggaran, mengesampingkan kebutuhan yang kurang mendesak.

“Jadi ada dua poin, pertama perkuat layanan online, kedua cari sumber tambahan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, wakil kepala MI Tunas Karya Mohamad Fachrodzad mengatakan, 99 persen siswa di sekolahnya berasal dari kalangan menengah ke bawah dan paling terdampak perekonomiannya akibat covid-19.

Oleh sebab itu, MI Tunas Karya telah membuat program COVIID-19 dalam menghadapi pandemi. Pertama yaitu collaboration atau kolabotasi harus dibangun antara guru, siswa dan orang tua sehingga PJJ dapat berjalan dengan maksimal.

“Tanpa adanya kolaborasi antara guru dengan orang tua siswa maka pembelajaran jarak jauh tidak akan berjalan,” katanya.

Baca juga : Belajar Daring Kurang Efektif, Alasan Orang Tua Enggan Bayar SPP

Kedua yaitu organization, di mana para guru bekerja secara tim untuk mendesain PJJ yang menarik, efektif, dan efisien. Juga mendiskusikan bersama kesulitan yang ditemui agar mendapat solusi yang tepat.

Selanjutnya voluntary, hanya 76 persen dari seluruh siswa di sekolahnya yang memiliki gawai dan dapat mengikuti PJJ. Sedangkan sisanya, melakukan pembelajaran tatap muka dengan didatangi langsung oleh para guru.

Keempat invasion, melakukan segala kegiatan dengan penuh semangat meski harus di rumah saja selama pandemi. Kelima independent atau mandiri, selama pandemi MI Tunas Karya membebaskan seluruh biaya sekolah siswa.

“Kami membebaskan segala tuntutan pembayaran seperti uang SPP, buku, dan semesteran. Kami bisa bertahan karena ada dana BOS,” imbuhnya.

Yang terakhir yaitu bunga Dandelion yang mencerminkan optimisme, dapat beradaptasi di manapun dia berada. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/Mohamad Hamzah

Anggota DPR Kritisi Subsidi Upah untuk Pekerja

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 09:06 WIB
Jika bantuan upah bagi pekerja yang menerima gaji di bawah Rp5 juta hanya diberikan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan, pemberian bantuan...
Dok asian agri

Memberdayakan Petani untuk Keberlanjutan

👤Dro/S3-25 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 08:51 WIB
Asian Agri sebagai perusahaan produsen minyak sawit mentah melalui perkebunan yang dikelola dengan prinsip berkelanjutan, turut bekerja...
Antara/Aprillio Akbar

Pemerintah Percepat Fasilitasi Sertifikasi Halal Pelaku UMK

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 08:02 WIB
Pemerintah mempercepat fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya