Selasa 09 Juni 2020, 08:10 WIB

Emas Menguat US$22 Menanti Stimulus Lanjutan Fed

Antara | Ekonomi
Emas Menguat US$22 Menanti Stimulus Lanjutan Fed

ANTARA
EMAS berjangka menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), rebound dari penurunan tajam sesi sebelumnya.

 

EMAS berjangka menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), rebound dari penurunan tajam sesi sebelumnya, didorong harapan investor untuk kemungkinan langkah-langkah stimulus berikutnya dari Federal Reserve AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, naik US$22,1 atau 1,31%, menjadi ditutup pada US$1.705,10 per ounce.  Emas berjangka anjlok US$44,4 atau 2,57% menjadi US$1.683,00 per ounce pada Jumat (5/6), setelah laporan pekerjaan AS yang kuat memberikan tekanan pada logam mulia.

Pada Kamis (4/6/2020) emas berjangka naik US$22,6 atau 1,33% menjadi US$1.727,40, setelah anjlok US$29,2 atau 1,68% menjadi US$1.704,80 pada Rabu (3/6).

"The Fed akan terus memiliki kebijakan dovish, mereka akan terus menekan suku bunga riil dan itulah pendorong utama untuk pembelian emas selama beberapa bulan terakhir," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities, menambahkan bahwa implikasi makro akan terus berlanjut mendukung emas.

Emas anjlok pada akhir pekan lalu, setelah kenaikan tak terduga dalam lapangan kerja AS meningkatkan harapan untuk pemulihan cepat dalam ekonomi global dan meningkatkan minat investor terhadap aset-aset berisiko.

Baca juga: Saham Perbankan Pimpin Kenaikan Indeks

Kenaikan emas juga bersifat teknis, kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.

"Penembusan di bawah US$1.700 pada Jumat (5/6) sekali lagi menarik beberapa permintaan dari investor, yang telah menunggu di luar pasar untuk koreksi."

Pelaku pasar sekarang sedang menunggu pertemuan kebijakan dua hari bank sentral AS, yang berakhir pada Rabu (10/6), tetapi telah berhenti memperhitungkan kemungkinan suku bunga negatif setelah laporan pekerjaan akhir pekan lalu.

Emas cenderung naik ketika suku bunga rendah, yang mengurangi peluang kerugian memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Emas juga dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Memberikan dukungan tambahan untuk logam mulia adalah pelemahan indeks dolar AS pada Senin (8/6), namun kenaikan emas dibatasi karena indeks saham AS sebagian besar positif.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 41,4 sen atau 2,37%, menjadi ditutup pada US$17,893 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$30,8 atau 3,71%, menjadi menetap pada US$861,2 per ounce. (A-2)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Kementan Antisipasi Jaga Produktivitas Perkebunan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 September 2020, 16:49 WIB
Mentan SYL terus mendorong dan memacu jajarannya untuk lebih giat dan sigap dalam penerapan teknologi...
Antara/Puspa perwitasari

Deifisit APBN Hingga Agustus 2020 Capai Rp500,5 Triliun

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 22 September 2020, 15:55 WIB
Deifisit itu dikarenakan kinerja penerimaan negara sebesar Rp1.034,1 triliun, lebih rendah dibanding belanja yang mencapai Rp1.534,7...
Ilustrasi

Penuhi Protokol Kesehatan, Anggaran Pilkada 2020 Naik

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 22 September 2020, 15:30 WIB
Anggaran yang semula hanya Rp15,23 triliun dan berasal dari APBD kini menjadi Rp20,46 triliun dengan tambahan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya