Senin 08 Juni 2020, 13:36 WIB

Ini Penjelasaan Nilai Tukar Petani Turun di Saat Panen Raya

mediaindonesia.com | Ekonomi
Ini Penjelasaan Nilai Tukar Petani Turun di Saat Panen Raya

Ist/Kementan
Penurunan nilai tukar petani (NTP) pada bulan Mei 2020 adalah fenomena yang logis di tengah pandemi Covid-19.

 

KEPALA Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Sudi Mardianto mengatakan penurunan nilai tukar petani (NTP) pada bulan Mei 2020 adalah fenomena yang logis di tengah pandemi Covid-19 yang kebetulan bersamaan dengan masa panen raya.

Bahkan pada Mei 2019, dalam situasi normal (tidak ada pandemi Covid-19), suplai produksi pertanian yang berlebih akibat panen raya, NTP juga menurun.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) pada tanggal 2 Juni 2020 mengumumkan NTP pada Mei 2020 sebesar 99,47 atau turun 0,85% jika dibandingkan dengan  NTP bulan April 2020 (100,17%).

Menurut BPS, penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang diterima ptani (It) turun sebesar 0,86%, lebih besar jika dibandingkan dengan penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang juga turun sebesar 0,01 persen.

Sudi mengatakan saat ini Pandemi Covid-19, selain menimbulkan permasalahan kesehatan juga mempengaruhi seluruh sektor ekonomi, tidak terkecuali sektor pertanian. Pelemahan ekonomi secara menyeluruh (baik domestik maupun global) telah memberikan tekanan yang sangat besar terhadap sektor pertanian.

"Penurunan permintaan produk pertanian pada saat Pandemi Covid-19 sebagai akibat dari terganggunya proses distribusi dan penurunan daya beli; memperparah kondisi panen raya yang secara baku terjadi pada bulan Februari-Mei," katanya di Bogor, Senin (8/6).

Sebenarnya, tahun 2019 atau pada situasi normal tanpa Pandemi Covid-19, selama periode Januari-Juni, NTP juga menurun dari 100,64 menjadi 99,45. Saat ini, tertundanya jadwal tanam pada akhir tahun 2019 dan diperparah dengan pandemi Covid-19; diduga akan memicu pola penurunan NTP yang sama selama periode Januari-Juni 2020.

"Penurunan NTP selama pandemi Covid-19 merupakan konsekwensi yang sulit dihindari ditengah terjadinya stagnasi ekonomi secara menyeluruh," terangnya. Artinya, petani tidak dapat terhindar dari pelemahan ekonomi yang terjadi saat ini.

Untuk itu, sudah sangat tepat kebijakan pemerintah untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat miskin, termasuk petani, tandas Sudi. Bantuan sosial yang secara khusus diberikan kepada petani dapat mengkompensasi penurunan NTP.

Fakta-fakta yang berpengaruh

Sudi menambahkan, fakta empiris menunjukkan harga produk pertanian mengalami tekanan yang diakibatkan panen raya, gangguan distribusi akibat penetapan PSBB, penurunan daya beli, dan pelemahan sektor ekonomi yang terkait dengan sektor pertanian, utamanya hotel, restoran, dan katering (Horeka).

Bantuan sosial yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Kementerian Desa, dapat mengkompensasi penurunan daya beli petani yang diakibatkan oleh penurunan harga produk pertanian. Bantuan sosial ini diharapkan dapat menjaga semangat petani untuk tetap melanjutkan usaha budidayanya.

"Kebijakan normal baru, terutama di sektor pariwisata, diharapkan dapat memulihkan permintaan produk pertanian, sehingga dapat memperbaiki harga di tingkat petani," lanjutnya. (OL-09)

Baca Juga

Antara/Galih Pradipta

Sistem Keuangan Stabil, LPS Turunkan Suku Bunga Penjaminan

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 24 November 2020, 16:14 WIB
Tingkat bunga penjaminan untuk simpanan rupiah turun 50 bps. Kemudian, suku bunga valuta asing di bank umum turun sebesar 25...
MI/RAMDANI

10 Jenis Pekerjaan yang Dibutuhkan Setelah Pandemi

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 24 November 2020, 15:27 WIB
Adapun 10 pekerjaan tersebut ialah profesional penjualan, pemasaran dan humas sebanyak 18,7% perusahaan membutuhkan pekerjaan...
DOK Bank Mandiri

Bank Mandiri dan Shopee Bikin Uang Elektronik Co-branding

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 15:27 WIB
Pengguna platform Shopee juga mendapat potongan harga untuk pembelian kartu serta cashback untuk isi saldo E-Money melalui platform...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya