Minggu 07 Juni 2020, 19:42 WIB

Risma Ingin PSBB Surabaya tak Diperpanjang

Ant | Nusantara
Risma Ingin PSBB Surabaya tak Diperpanjang

Antara
Ilustrasi

 

PEMERITAH Kota Surabaya mengusulkan untuk tidak memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Usulan itu mengemukan dalam rapat yang akan digelar di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Jatim, Minggu (7/6).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku akan mengusulkan untuk tidak memperpanjang PSBB di Kota Surabaya yang sudah berjalan tiga tahap.

Alasannya, PSBB berdampak pada permasalahan ekonomi warga yang harus bisa mencari makan. Selain itu, tren kesembuhan pasien Covid di Surabaya terus merangkak naik dari hari ke hari.

"Mudah-mudahan usulan saya diterima. Kita tidak lakukan itu (perpanjangan PSBB), tapi protokol kesehatannya harus diperketat," kata Risma saat meninjau renovasi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Jadi, lanjut dia, protokol kesehatan tetap harus dijalankan karena ini menyangkut masalah ekonomi warga juga. "Jangan sampai kemudian dia tidak bekerja dan tidak bisa mencari makan."

Ia mengaku yang paling dikhawatirkan adalah para pegawai hotel, restoran, mal, dan berbagai pegawai lainnya yang terdampak PSBB ini. Apabila kondisinya terus seperti ini bukan tidak mungkin para pegawainya itu diberhentikan.

"Kan tidak mungkin membayar orang tapi nganggur, sedangkan hotel, restoran, mal dan toko-toko itu tidak ada pendapatan," ujarnya.

Meskipun nanti PSBB itu dilonggarkan, lanjut dia, ia menegaskan protokol kesehatan harus terus diperketat, termasuk di hotel, restoran, mal, warung dan berbagai bidang lainnya. "Bahkan, nanti kita juga atur pembayarannya, cara menggunakan uang dan cara menerima uangnya itu," ujarnya.

Selain itu, Risma juga mengaku masih terus mengupayakan untuk menggelar rapid test massal, khusus bagi pegawai mal, pegawai toko swalayan, pasar swalayan dan pegawai toko-toko yang ada di Surabaya.

Sehingga, lanjut dia, apabila nanti kembali ke kondisi normal atau new normal seperti yang disampaikan Presiden RI Jokowi, maka warga yang akan membeli itu tidak khawatir lagi, dan yakin bahwa pegawai mal dan toko itu sehat semuanya.

"Mudah-mudahan nanti kami punya alat uji cepat. Nanti kita akan prioritaskan mereka-mereka ini. Jadi, kita tahu positioningnya, sehingga para pengunjung itu akan merasa aman, termasuk petugas kebersihan, satpam dan pegawai lainnya," pungkasnya. (OL-8).

Baca Juga

ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Serangan Hama Belalang di Sumba Timur Meluas

👤Palce Amalo 🕔Minggu 12 Juli 2020, 13:07 WIB
Serangan hama belalang telah mencapai 13  titik termasuk Bandar Udara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur....
MI/Denny Susanto

Masyarakat Pesisir Sungai Kalsel Olah Eceng Gondok Jadi Kertas

👤Denny Susanto 🕔Minggu 12 Juli 2020, 12:45 WIB
Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Wisata Lok Baintan agar menjadi lebih kreatif dan...
Dok pemprov jatim

Koperasi di Jatim Harus Percepat Transformasi Digital

👤RO/Micom 🕔Minggu 12 Juli 2020, 12:39 WIB
Pandemi covid-19 harus dijadikan momentum bagi koperasi untuk masuk ke dalam ekosistem...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya