Minggu 07 Juni 2020, 17:19 WIB

Kemenhan Tunggu Hasil Investigasi Jatuhnya Heli MI-17

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Kemenhan Tunggu Hasil Investigasi Jatuhnya Heli MI-17

Antara
Petugas menutup bangkai heli M-17 yang jatuh di Kendal, Jateng, kemarin

 

KEMENTERIAN Pertahanan menyerahkan proses investigasi helikopter MI-17 yang jatuh di Kendal, Jawa Tengah, kepada Markas Besar (Mabes) TNI dan TNI AD. Kedua institusi itu akan mendalami secara teknis penyebab kecelakaan alutisista yang menewaskan empat crew-nya.

"TNI AD dan Mabes TNI yang secara teknis akan melakukan hal tersebut," kata Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak kepada mediaindonesia.com, Minggu (7/6).

Menurut dia, proses investigasi mendalam terkait jatuhnya heli buatan Rusia itu di Kendal akan dilakukan oleh Mabes TNI dan TNI AD. Kementerian Pertahanan akan menunggu hasilnya untuk evaluasi lebih lanjut.

"Nanti kami tunggu evaluasi dariabes dan TNI AD dulu," katanya.

Ia pun menegaskan bahwa pengadaan alutsista terlebih saat era Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menekankan pada aspek mutu. "Pada periode Pak Prabowo pembelian alutsista sangat mempertimbangkan kualitas, dan kesesuaian dengan kebutuhan kita, jadi evaluasi belanja alutsista sejak beliau menjadi menhan dilakukan secara serius dan detail," pungkasnya.

Baca juga :Lestari: Tidak Ada Ruang Tumbuh Rasialisme di NKRI

TNI-AD langsung menggelar investigasi terkait insiden jatuhnya heli di sekitar Kawasan Industri Kendal (KIK), Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (6/6). Insiden itu menyebabkan 4 prajurit gugur dan 5 lainnya menderita luka serius.

Kepala Dinas Penerangan TNI-AD Brigjen Nefra Firdaus mengatakan musibah jatuhnya heli dengan nomor registrasi HA 5141 diketahui sekitar pukul 13.40 WIB.

“Penyebab jatuhnya helikopter Mi-17 TNIAD masih dalam proses investigasi,” ujar Nefra.

Menurutnya, heli yang dinyatakan laik terbang membawa sembilan kru untuk melaksanakan misi latihan di Pusat Pendidikan Penerbang TNI-AD, Semarang, Jawa Tengah. Latihan itu merupakan bagian dari program pendidikan calon perwira penerbang.

“Selain itu, misi latihan terbang endurance pertama (sebelum misi ke-2) juga berjalan dengan aman. Sekitar pukul 12.35, helikopter ini melaksanakan misi latihan terbang endurance kedua dengan materi terbang tactical manuver.”

Setelah jatuh, terang Nefra, helikopter Mi-17 itu terbakar dan menyebabkan 4 kru meninggal dunia dan 5 lainnya luka-luka. Korban luka-luka sudah evakuasi ke rumah sakit terdekat.Korban meninggal ialah Kapten Cpn Kadek, Kapten Cpn Fredi, Kapten Cpn Y Hendro, dan Lettu Cpn Wisnu. Sementara itu, prajurit yang menderita luka serius ialah Lettu Cpn Vira Yudha, Praka Nanang, Praka Rofiq, Praka Supriyanto, dan Praka Andi. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Pilkada di Tengah Pandemi, KPU Harap Dukungan Masyarakat

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 11:08 WIB
KPU meyakini capaian target partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 dapat...
MI/M Soleh

Pengamat: Yang Bantu dan Lindungi Djoko Tjandra Harus Dihukum

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 11:00 WIB
Semua pihak yang membantu dan melindungi buronan cassie Bank Bali Djoko Tjandra mesti mempertanggungjawabkannya di muka...
MI/M Soleh

Kasus Joko Tjandra Bukti Penegakan Hukum tidak Terintegrasi

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 10:16 WIB
Terkesan stakeholder penegakan hukum seolah berjalan sendiri dan justru menimbulkan kelemahan sistem pengawasan terhadap masalah buronon...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya