Minggu 07 Juni 2020, 16:25 WIB

Kebijakan New Normal Dongkrak Kesejahteraan Petani Kembali

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kebijakan New Normal Dongkrak Kesejahteraan Petani Kembali

DOK KEMENTAN

 

Pemerintah Indonesia berencana untuk berangsur-angsur beralih ke kondisi normal baru (new normal) dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kebijakan ini diharapkan menjadi pendongkrak kejayaan dan kesejahteraan petani kembali melalui dimulainya aktivitas hotel, restoran, katering (Horeka), dan perkantoran.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan dampak yang ditimbulkan pandemi ini masih dirasakan masyarakat termasuk para petani. Faktor yang memengaruhi petani yakni harga produk pertanian mengalami tekanan diakibatkan oleh panen raya musim tanam pertama.

Selain itu, terjadi gangguan distribusi akibat PSBB, penurunan daya beli masyarakat, melemahnya sektor ekonomi yang terkait dengan sektor pertanian seperti Horeka dan perkantoran.

Baca Juga: Kementan Siapkan Strategi Hadapi Masalah Pangan Saat New Normal

"Kondisi ini menyebabkan deflasi kelompok bahan makanan di mana jumlah bahan pangan di lapangan banyak namun permintaan berkurang berakibat langsung dengan pendapatan petani,"ungkapnya pada Minggu(7/06/20).

Menurutnya, selama pandemi deflasi kelompok bahan makanan masih berimplikasi positif terhadap stabilitas sosial dan politik. Sehingga untuk mengurangi dampak ke pendapatan yang diterima petani, pemerintah melalui kementerian terkait memberikan bantuan sosial yang dapat mengkompensasi penurunan daya beli petani yang diakibatkan oleh penurunan harga produk pertanian.

"Dengan kebijakan normal baru utamanya di sektor pariwisata diharapkan dapat memulihkan permintaan produk pertanian sehingga dapat memperbaiki harga ditingkat petani," tuturnya.

Baca Juga: ICMI Apresiasi Kementan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat bahwa panen raya musim tanam pertama sukses untuk mengamankan stok pangan sehingga tidak terjadi gejolak kenaikan harga dan tersendatnya distribusi 11 bahan pokok khususnya dalam menghadapi bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

"Ekspor komoditas pertanian juga masih jalan sebesar 12,6%. Nilai Tukar Petani (NTP) memang turun akibat pandemi Covid tapi ini hanya sesaat nanti akan segera akan naik lagi," ucapnya.

Menghadapi fenomena yang terjadi di kalangan petani, Mentan Syahrul mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan berbagai upaya salah satunya melakukan pengendalian dari sisi harga pertanian. "Pengendalian ini utamanya melalui koordinasi dengan Bulog dan Kemendag."

Baca Juga: Masuk New Normal, Mentan Pastikan Bahan Pokok Aman dan Terkendali

Menurut Mentan, kunci meningkatkan NTP adalah menyeimbangkan penawaran dan permintaan. Sehingga kebijakan pemerintah untuk membuka sektor pariwisata dan aktivitas perkantoran harus dipersiapkan dengan baik karna dengan keberhasilan kebijakan ini dapat kontribusi terhadap perbaikan harga di tingkat petani.

"Kita juga akan lakukan pengendalian harga barang konsumsi petani salah satunya dengam menjamin distribusi barang hingga ke pedesaan," sambungnya.

Saat ini, Kementan terus melakukan upaya untuk tetap menjaga stok pangan utamanya beras. Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan, bahwa upaya untuk menjaga stok yang ada yakni dengan percepatan tanam pada April-September 2020 ini dilaksanakan di 8 wilayah andalan, 9 wilayah utama dan 16 wilayah pengembangan.

Baca Juga: New Normal, Harapan Baru Masyarakat Tani Pasca Pandemi

"Kementan memberikan bantuan benih, alat mesin pertanian, asuransi pertanian dan pendampingan agar percepatan tanam sukses dan memberikan hasil yang tinggi,"katanya.

Ia mengatakan target luas tanam 2020 sebesar 11,66 juta ha yang berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras. Sementara stok beras akhir Juni 2020 diperkirakan masih mencapai 6,84 juta ton.

Lebih lanjut, potensi panen padi Mei 2020 mencapai 1,25 juta ha dengan hasil beras sebesar 3,43 juta ton. Sedangkan potensi panen padi Juni 2020 mencapai 0,74 juta ha, yang dapat menghasilkan beras sebesar 1,94 juta ton.

"Musim tanam dua, target kita di atas 5,6 juta hektare dan mudah-mudahan kalau ini bisa menghasilkan maka ketahanan pangan itu bisa kita jamin lebih baik," tutupnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

 Christof STACHE / AFP

Dua Proyek Asing Tahun 1994 Penyebab Kerugian BUMN PANN

👤Antara 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:43 WIB
Kebijakan pemerintah pada 1994 dengan membuka kerja sama dengan Jerman dan Spanyol di kemudian hari menyebabkan BUMN PT  Pengembangan...
ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Pertamina Gandeng Tiga BUMN

👤Suryani Wandari PP 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:25 WIB
Dalam 5 tahun ke depan, Pertamina berencana melakukan pengadaan 48 kapal. Sebanyak 15 kapal di antaranya akan dilakukan di dalam...
AFP

Wall Street Dibuka Tergelincir di Tengah Laporan Laba

👤Antara 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:22 WIB
Saham-saham nama teknologi besar mengalami kesulitan dengan Facebook, Amazon dan Netflix, masing-masing turun setidaknya 0,4 persen pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya