Minggu 07 Juni 2020, 09:10 WIB

Nasionalisme Era Ini Mewujudkan Sila ke-5

Bagus Pradana | Weekend
Nasionalisme Era Ini Mewujudkan Sila ke-5

MI/SUMARYANTO BRONTO
Davyn Christoper Sudirdjo.

MEMBANGUN Indonesia dari desa, demikianlah impian yang ingin diwujudkan oleh Davyn Christoper Sudirdjo. Pemuda yang akrab disapa Davyn ini merupakan sosok dibalik aplikasi E-Tani, sebuah platform e-commerce yang menjadi wadah bagi 200 kelompok tani di Indonesia.

Hadir sebagai narasumber acara Kick Andy yang disiarkan hari ini, Davyn menjelaskan aplikasi yang disiapkan sejak Juni 2016 dan mulai beroperasi pada Januari 2017 ini bertujuan menyejahterakan para petani dengan cara memangkas rantai pemasaran produk pertanian yang panjang.

Dengan begitu, petani mendapatkan harga jual yang lebih baik. E-Tani menawarkan keuntungan sekitar 15%-25% lebih besar daripada penjualan hasil pertanian lewat tengkulak atau makelar bagi petani yang menjual produk melalui mereka. “Para petani di Indonesia banyak yang miskin. Salah satu faktor terbesarnya adalah karena jalur distribusi pangan yang panjang. Selain itu, praktik tengkulak juga ada di situ,” papar pemuda yang sedang menyelesaikan studi di Stanford University itu.

Davyn mengaku pendirian E-Tani berawal dari pengalamannya saat ditugaskan ayahnya menjadi relawan di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat itu usianya baru 12 tahun dan ia bertugas menjadi guru bahasa Inggris dan matematika di sebuah tempat pendidikan anak usia dini (PAUD).

“Saya masih ingat pada saat itu listrik dan air cuma menyala pada pukul 18.00 sampai 22.00 Wita saja. Nah, sebagai anak yang tumbuh besar di kota (Jakarta), saya merasa sangat sengsara. Namun, pengalaman itu membuka mata saya dan menginspirasi saya untuk terus membantu para petani supaya hidupnya lebih sejahtera,” ungkap pemuda yang kini berusia 19 tahun itu.

Pengalaman dan gambaran kehidupan petani di sana terus membekas di benak Davyn. Kesempatan mewujudkan aplikasi bagi petani kemudian tercipta saat ia magang di sebuah perusahaan di Jepang.

“Ide aplikasi ini hadir saat saya mendapatkan kesempatan magang di sebuah perusahaan IT di Jepang, lalu saya mengikuti sebuah kursus pembuatan aplikasi digital, saya pun membuat aplikasi E-Tani ini,” jelas Davyn.

 

Jangkauan

Saat ini E-Tani baru menjangkau beberapa wilayah di Indonesia, khususnya di seluruh kawasan Pulau Jawa serta Lombok. Davyn mengungkapkan di tengah kesibukannya menyelesaikan studinya, ia juga sedang fokus meluaskan jangkauan E-Tani ke kawasan timur Indonesia. Ia berharap dalam waktu dekat, E-Tani dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia dan menjadi aplikasi rujukan bagi para petani di Indonesia.

“Harapannya bisa menjangkau seluruh provinsi di Indonesia dan menjadi marketplace lokal yang mana orang bisa melihat dan membeli langsung produk unggulan dari petani di setiap wilayah di Indonesia,” ungkap pemuda yang pernah mewakili Indonesia dalam ajang Youth Agriculture Summit di Brazil.

Untuk mengoperasikan E-Tani, Davyn memiliki tim yang terdiri atas sekitar 10 orang staf yang berada di Jakarta dan beberapa staf lapangan yang berinteraksi langsung dengan para petani.

Atas pencapaiannya membuat E-Tani, Davyn sempat diundang Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) menjadi salah satu penerima anugerah ikon prestasi Pancasila di bidang sains dan teknologi pada 2017 dan 2019.

“Menurut saya pribadi, kenapa saya bisa menjadi ikon Badan Pembina Ideologi Pancasila itu mungkin karena perjuangan saya mewujudkan sila ke-5 Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Impian saya sebenarnya sangat sederhana, saya cuma ingin melihat para petani mempunyai hidup yang lebih sejahtera, itu saja,” pungkas Davyn. (M-1)

Baca Juga

Unsplash/Leo Rivas

Pelihara Anjing Ternyata Banyak Manfaatnya untuk si Kecil

👤Irana Shalindra 🕔Senin 06 Juli 2020, 21:05 WIB
Bahkan, mereka yang suka ikut berjalan-jalan bersama anjing peliharaan keluarga dapat memperoleh manfaat lebih...
Dok. Film Empu

Film Empu Menang di Festival Film di Houston

👤Bintang Krisanti 🕔Senin 06 Juli 2020, 17:35 WIB
Film yang menceritakan perjuangan tiga sosok perempuan desa ini menang di kategori Narrative Features di Houston Asian American Pacific...
dok. DigiCon 6 Asia

Submisi Film Pendek DigiCon6 Asia Sudah Dibuka

👤Fathurrozak 🕔Senin 06 Juli 2020, 16:35 WIB
Pengiriman karya ke gelaran tahun ke-22 ini dibuka hingga 5 Agustus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya