Minggu 07 Juni 2020, 09:14 WIB

Mentan SYL Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Pekarangan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Mentan SYL Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan Pekarangan

DOK KEMENTAN
Ibu-ibu KWT memanfaatkan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan.

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kerap menekankan upaya meningkatkan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga. Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan salah satu strategi dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di masa pandemi Covid-19, maupun dalam menghadapi musim kemarau.

“Dalam kondisi krisis seperti Covid-19 ini, pertanian menjadi jawaban untuk bisa survive. Tidak perlu lahan besar, kita manfaatkan lahan di pekarangan kita. Jadi di pekarangan ini semua orang bisa bertani,” ujar Mentan SYL.

Untuk itu, Mentan meminta kepada seluruh pemerintah daerah dari gubernur hingga tingkat desa, agar mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

Baca JUga: Kepala BKP Kementan: Pekarangan Pangan untuk Kemandirian ...

“P2L ini sangat penting. Untuk itu, saya minta para kepala daerah mendorong pemanfaatan pekarangan di setiap rumah sebagai sumber pangan keluarga, karena ketahanan pangan nasional dimulai dari ketahanan pangan keluarga,” kata Mentan SYL.

Apa yang disampaikan Mentan SYL tersebut membuat masyarakat bergeliat untuk bercocok tanam dengan memanfaatkan pekarangan di sekitar rumah.

Seperti di kelompok wanita tani (KWT) Cempaka Putih di Kelurahan Gading Sari, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Berada di daerah kepulauan tidak menyurutkan niat Istianah, Ketua KWT untuk terus bertanam dan mengelola lahan pekarangan di kebun demplot seluas ½ hektare yang diikuti  semua anggota di pekarangan rumah masing-masing.

Baca JUga: Kementan Dorong Pekarangan Jadi Lumbung Pangan Secara Lestari

Tanaman seperti cabe merah, cabe rawit, pepaya, tomat, daun bawang, kangkung, sawi, bayam, tomat, terong, ternak ayam memenuhi pekarangan.

“Saat ini kami terus menyemai, setiap bulan kami bisa panen sayur. Selain itu, kami juga beternak ayam. Jadi untuk kebutuhan sendiri lebih dari cukup, bahkan bisa dijual ke pasar dan tetangga sekitar,” ungkapnya.

Meskipun anggota KWT belum memiliki pengalaman bertanam, namun setelah melihat hasil panen dan manfaat yang didapat mereka semakin semangat terus menanam di pekarangan.

“Semangat terus untuk tanam macam-macam sayuran, tapi andalan kami itu sawi, karena bisa panen tiap bulan dan harga jualnya juga bagus,” ujarnya.

Baca Juga: Terus Tanam di Pekarangan, Pangan di Musim Kemarau Aman

Memasuki musim kemarau ke depan, Istianah dan masyarakat setempat telah menyiapkan kolam besar dan kanal yang dipastikan  mampu menyediakan air untuk bercocok tanam. Diapun meyakini jika kebutuhan pangan keluarga seperti sayur, bahkan kebutuhan protein dari ayam dan telur sudah lebih dari cukup dapat terpenuhi.

Hal senada diungkapkan Nurhayati, Ketua KWT Mekar Bersatu di Desa Truai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. KWT ini mengelola P2L untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Untuk kebutuhan sehari-hari, diakuinya hampir semua dapat terpenuhi dari pekarangan. Berbagai komoditas sayuran seperti cabe, terong, ubi, kacang panjang ditanam di pekarangan. Saat ini semua anggota KWT yang berjumlah 30 orang, menambah tanaman pare, timun, labu dan tomat, sehingga 2 bulan ke depan akan panen.

Baca Juga: Pekarangan Pangan Lestari untuk Ketahanan Pangan Keluarga

“Tidak perlu ke pasar.  Sayur, daging ayam dan telur di pekarangan sudah ada, paling hanya beli ikan.  Jadi bisa hemat 20 ribu perhari,” ucapnya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, sisa hasil panen juga dijual secara online, sampai ke Mataram dan Lombok Barat.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi meyakini jika semua kelompok P2L memiliki semangat dan melaksanakan hal yang sama seperti dua KWT itu, ketahanan pangan keluarga akan terus terjaga.

"Ini membuktikan bahwa kegiatan P2L merupakan kekuatan penting dalam menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk menyediakan pangan sendiri, selanjutnya juga sebagai sumber pendapatan," ujar Agung. (RO/OL-10)

Baca Juga

Dok Sinar Mas

Klaster O2 Essential Home Terjual 90%

👤MI 🕔Selasa 07 Juli 2020, 02:55 WIB
KLASTER O2 Essential Home di Kawasan Grand Wisata, Bekasi, Jawa Barat, terjual...
ANTARA

Koridor Timur Siap Bangkit Pasca-Covid-19

👤Gana Buana 🕔Selasa 07 Juli 2020, 02:35 WIB
KORIDOR timur Jakarta dinilai memenuhi syarat serta siap menjadi pusat kebangkitan ekonomi nasional khususnya...
Dok Cibinong New City

Bakal Punya CBD Baru, Cibinong Layak Dilirik

👤Ahmad Punto 🕔Selasa 07 Juli 2020, 00:15 WIB
Cibinong New City dikembangkan oleh kolaborasi dua grup perusahaan properti yakni Winner Group asal Batam dan Sapta Group, anak perusahaan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya