Minggu 07 Juni 2020, 05:47 WIB

Gencarnya Pemeriksaan Spesimen Naikkan Jumlah Kasus

Ata/Hym/X-3 | Humaniora
Gencarnya Pemeriksaan Spesimen Naikkan Jumlah Kasus

Antara/ADITYA PRADANA PUTRA
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan covid-19, Achmad Yurianto

 

MELONJAKNYA kasus konfirmasi positif covid-19 disebabkan oleh semakin masifnya pemeriksaan spesimen yang dilakukan pemerintah belakangan ini.

Berdasarkan data yang dihimpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kemarin terdapat penambahan 993 kasus baru covid-19. Dengan demikian, total pasien konfirmasi positif covid-19 di Indonesia menjadi 30.514 orang.

“Kemarin kami memeriksa 13.095 spesimen. Total spesimen yang telah diperiksa mencapai 394.086. Selain itu, karena tracing juga semakin cepat. Sekitar 20 ribu sehari harus kami kejar,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan covid-19, Achmad Yurianto, kepada Media Indonesia, kemarin.

Yuri melanjutkan ada 17 provinsi melaporkan penambahan kasus di bawah 10 dan beberapa di antaranya tidak menunjukkan penambahan kasus. “Penambahan kasus terbanyak berasal dari Jawa Timur (286), DKI Jakarta (104), Papua (87), Sulawesi Utara (79), dan Sumatra Utara (68).”

Jumlah pasien sembuh bertambah 464 orang sehingga total menjadi 9.907 orang. Peningkatan kasus sembuh tersebar di Banten (41), Kalimantan Barat (15), Kalimantan Timur (10), Kepulauan Riau (12), Kalimantan Utara (12), dan Bengkulu (12).

“Pasien meninggal bertambah 31 sehingga total menjadi 1.801. Kita juga melakukan pemantauan 46.571 orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 13.347 orang,” ujar Yurianto.

Yurianto mengingatkan masyarakat bahwa 80% orang yang terinfeksi covid-19 tidak memiliki gejala. “Tugas kita menjaga diri agar tetap aman dan produktif.”

Sementara itu, WHO memperbarui panduannya terkait pemakaian masker di tempat-tempat umum yang ada risiko penularan covid-19 untuk membantu mengurangi penyebaran virus korona.

“Kami menyarankan pemerintah terus menerus mendorong masyarakat memakai masker kain, yaitu masker nonmedis,” ungkap Dirjen WHO Tedros Adhanom, kemarin. (Ata/Hym/X-3)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Belajar Strategi Penanganan Pandemi Dari Masa Lalu

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 05:33 WIB
Pada 2005, tercatat ada sekitar 200 kasus penularan flu burung yang menginfeksi manusia terjadi di Indonesia dan kurang dari 1.000 kasus di...
Medcom.id

Penularan Lewat Udara masih Terus Diteliti

👤Fer/Hym/Ant/X-7 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 04:56 WIB
Jika orang-orang menggunakan masker dan menjaga jarak, potensi aktivitas transmisi virus akan jauh lebih...
ANTARA

Flu Babi G4 belum Ditemukan di Indonesia

👤MI 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 01:15 WIB
PEMERINTAH Indonesia menyatakan flu babi G4 EA H1N1 yang memicu wabah baru di Tiongkok belum ditemukan di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya