Minggu 07 Juni 2020, 07:00 WIB

Menangguk Laba kala Wabah Korona

Caksono | Infografis
Menangguk Laba kala Wabah Korona

caksono
infografis

>>> klik gambar untuk infografis lebih besar <<<
 
PANDEMI covid-19 memang menghantam berbagai sektor perekonomian dalam skala global. Banyak sektor yang akhirnya kewalahan menghadapi dampak korona sehingga pelbagai perusahaan terpaksa merumahkan/PHK sebagian karyawan mereka. Namun, di tengah pandemi ini, masih banyak sektor yang justru meraup keuntungan, seperti makanan dan minuman; elektronik; jasa telekomunikasi; jasa logistik; serta sektor kimia, farmasi, dan alat kesehatan.
    Sektor makanan dan minuman, misalnya, tetap melaju karena merupakan kebutuhan primer masyarakat dan adanya inovasi layanan pesan antar yang juga bertambah. Perusahaan yang masuk di sektor ini, semisal Garudafood dan Indofood, diperkirakan mengalami lonjakan pendapatan di tahun ini setelah dua tahun lalu juga mencatatkan penaikan pendapatan.
    Sektor telekomunikasi juga diprediksi meraup banyak keuntungan karena adanya kebijakan belajar dan bekerja dari rumah serta menjadi sumber hiburan baru, seperti videostreaming dan game online. Contoh perusahaan yang bergerak di sektor ini ialah PT Telkom Indonesia dan PT Indosat, yang dua tahun terakhir mencatatkan penaikan pendapatan.
    Pembatasan mobilitas manusia juga berdampak pada pola transaksi yang saat ini mayoritas beralih pada transaksi dalam jaringan. Karena itu, jasa logistik pun menjadi sektor yang diperkirakan dapat bertahan. Perusahaan yang bergerak dalam sektor ini, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS), pada tahun lalu meraup pendapatan bersih Rp404,5 miliar dan PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) mendapat Rp394,7 miliar.
    Sektor farmasi, kimia, dan kesehatan juga tak kalah dari sektor lain. Industri yang bergerak di sektor ini kebanjiran permintaan dan dipastikan mengalami lonjakan keuntungan yang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut data IGEA hub 2018, ada 10 industri kesehatan dunia yang meraup keuntungan terbesar pada 2017, di antaranya Medtronic Rp418,9 triliun, Depuy Synthes Rp375 triliun, Frenesius Medical Care Rp295 triliun, dan Philips Rp295 triliun. Dengan adanya pandemi ini, ke-10 industri tersebut diprediksi mengalami lonjakan pendapatan yang semakin tinggi.   
    Kondisi di dalam negeri pun setali tiga uang. Kebutuhan akan alat kesehatan juga sangat mendesak dan membuat inovasi alat kesehatan di Tanah Air bergerak untuk mengatasi lonjakan pasien dan menangani pandemi covid-19. Beberapa alat kesehatan inovasi Indonesia pun telah diproduksi, yaitu ventilator, PCR test kit, dan rapid test kit. Selain itu, kolaborasi berbagai lembaga di Tanah Air juga berhasil memproduksi alat pelindung diri (APD), mobile lab, plasma konvalesen, imodulator herbal, sistem AI deteksi covid-19, dan medical assistant robot Raisa. Dengan demikian, perusahaan yang bergerak di sektor ini juga akan mengalami lonjakan pendapatan daripada tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga

Widiyanto

Bung Sentil: Nangkap buronan

👤Media Indonesia 🕔Minggu 12 Juli 2020, 03:05 WIB
Nih... KTPnya dah jadi, cepat tanggap melayani (yang punya...
MI/Tiyok

Jon Bodo: Musim-musiman

👤Media Indonesia 🕔Minggu 12 Juli 2020, 03:00 WIB
Jon disini musim-musiman ya, gak begitu lama hilang begitu...
MI CAKSONO

MV-22 Block C Osprey

👤Caksono 🕔Rabu 08 Juli 2020, 22:07 WIB
Rencananya, ada delapan pesawat yang akan dibeli, selain sejumlah perangkat lainnya dengan biaya mencapai US$2 miliar atau setara Rp28,9...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya