Sabtu 06 Juni 2020, 10:00 WIB

Aktifkan Ganjil Genap, Anies: Untuk Batasi Orang Berpergian

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Aktifkan Ganjil Genap, Anies: Untuk Batasi Orang Berpergian

MI/PIUS ERLANGGA
Kepadatan arus lalu lintas terjadi pada sejumlah ruas jalan menjelang sore hari di Jalan Sudirman dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

 

PEMBATASAN kendaraan pribadi dengan metode pelat nomor ganjil genap sempat ditiadakan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 1-3 yang berjalan selama dua bulan.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan kembali mengaktifkan ganjil genap di masa PSBB Transisi. Hal itu tertuang dalam Peraturan Gubernur No 51 tahun 2020 tentang PSBB Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Aman, Sehat, dan Produktif.

Pergub setebal 22 halaman itu terdiri dari 11 bab dan 30 pasal yang mengatur jenis kegiatan/sektor yang boleh berkegiatan selama PSBB Transisi serta aturan umum protokolnya.

"Pada Bab VI tentang Pengendalian Moda Transportasi pasal 17 ayat 1 menyebut pengendalian moda transportasi dilakukan secara bertahap selama masa transisi. Pada ayat 2 berbunyi pengendalian moda transportasi sebagaimana ayat 1 ialah kendaraan bermotor pribadi berupa sepeda motor dan mobil dengan prinsip ganjil genap pada kawasan pengendalian lalu lintas," sebut aturan tersebut sebagaimana dikutip mediaindonesia.com, Sabtu (6/6).

Aturan ganjil genap berlanjut ke pasal 18 yang berisi kendaraan mobil roda empat berplat nomor genap hanya beroperasi di tanggal genap dan begitu pula bagi plat nomor ganjil.

Akan tetapi, ganjil genap tidak lantas langsung berlaku saat PSBB Transisi dimulai. Anies akan terlebih dulu menerbitkan aturan terkait hal ini.

"Ini sesuai dengan pasal 18 ayat 3 menyebut kawasan pengendalian lalu lintas akan diputuskan dalam keputusan gubernur. Sementara ayat 4 menyebut dalam hal diterapkannya kepgub kawasan pengendalian lalu lintas, Dinas Perhubungan menerbitkan pedoman teknis ganjil genap," tambah aturan tersebut.

Baca juga: Wagub Minta Pengawasan Lebih Ketat Selama PSBB Transisi

Dalam rapat penanganan covid-19 sekaligus persiapan perpanjangan PSBB yang dilakukan pada 2 Juni lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan penyelenggaraan kembali ganjil genap secara bertahap pada masa transisi bukan bertujuan utama untuk mengatasi kemacetan.

Anies menegaskan pihaknya ingin membatasi orang keluar rumah. Sebab, masa transisi bukan berarti masa pelonggaran tetapi masa krusial menuju pembiasaan diri ke kehidupan normal baru. Masyarakat harus tetap patuh dan disiplin karena PSBB masih tetap berjalan dengan segala protokolnya.

"Mungkin kita sampaikan pesan kenapa kok ada ganjil genap, bukan pengendalian kemacetan, tapi untuk pengendalian jumlah orang bepergian. Kalau kantor itu dibagi dua, sebagian kerja, sebagian tidak, maka bisa mengandalkan ganjil genap juga," tegas Anies sebagaimana dilihat dari video rapat yang diunggah ke akun YouTube resmi Pemprov DKI pada Jumat (5/6). (A-2)

Baca Juga

ANTARA/Rivan Awal Lingga

Gara-Gara Jalur Zonasi Bina RW, Disdik Sempat akan Didemo

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 15 Juli 2020, 07:45 WIB
Pada 4 Juli lalu, Disdik DKI membuka jalur tersebut untuk menampung CPDB yang memiliki tempat tinggal dekat sekolah negeri namun tidak...
MI/RAMDANI

Pagi Ini, Jabodetabek Diguyur Hujan Deras

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 15 Juli 2020, 07:20 WIB
Selain itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat bakal mengguyur Kota Bogor, Depok, Tangerang, dan...
Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Pembunuhan Yodi Diduga Terekam Kamera CCTV

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:15 WIB
Yusri menyebut rekaman itu sudah dikirim ke Laboratorium Forensik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya