Sabtu 06 Juni 2020, 08:14 WIB

Emas Jatuh US$44,4 karena Data Pekerjaan AS Lampaui Ekspektasi

Antara | Ekonomi
Emas Jatuh US$44,4 karena Data Pekerjaan AS Lampaui Ekspektasi

ANTARA
HARGA emas merosot lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena harapan untuk rebound ekonomi global.

 

HARGA emas merosot lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena harapan untuk rebound ekonomi global mendapat dorongan dari data penggajian non-pertanian AS yang lebih baik dari perkiraan, mengurangi permintaan untuk aset  safe havens.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange, jatuh US$44,4 atau 2,57%, menjadi ditutup pada US$1.683,00 per ounce, setelah laporan pekerjaan AS yang kuat memberikan tekanan pada logam mulia. 

Harga emas berjangka terangkat US$22,6 atau 1,33% menjadi ditutup pada US$1.727,40 per ounce pada Kamis (4/6), setelah anjlok US$29,2 atau 1,68% menjadi US$1.704,80 per ounce pada Rabu (3/6), dan jatuh US$16,3  atau 0,93% menjadi US$1.734,00 pada Selasa (2/6).

"Kami memiliki angka penggajian AS yang secara signifikan lebih kuat dari perkiraan - kenaikan 2,5 juta versus ekspektasi penurunan 7,5 juta - bahwa ayunan 10 juta telah memajukan harapan pemulihan ekonomi di Amerika Serikat," kata Kepala Strategi Komoditas TD Securities, Bart Melek.

Baca juga: Kemampuan Pasar Serap SBN Meningkat

Harga emas juga tertekan oleh imbal hasil yang lebih kuat dan dolar yang sedikit menguat, "yang berarti peluang kerugian menyimpan emas dalam portofolio telah naik," tambah Melek.

Wall Street melonjak setelah jatuh ke wilayah bearish setelah data terbaru AS menunjukkan penurunan drastis dalam pengangguran menjadi 13,3% pada Mei dari 14,7% pada April karena pemutusan hubungan kerja (PHK) berkurang.

Data datang menjelang pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS minggu depan. Bank sentral telah menyuntikkan stimulus besar-besaran dan memangkas suku bunga mendekati nol untuk meredam pukulan dari pandemi virus korona.

Namun, "kami masih menghadapi ketidakpastian ekonomi, ketegangan perdagangan, masalah di Amerika Serikat,"  kata Analis INTL FCStone Rhona O'Connell. "Untuk jangka panjang, pengaruhnya jelas lebih positif (untuk emas) daripada negatif."

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 58,2 sen atau 3,22%, menjadi ditutup pada US$17,479 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli kehilangan US$34,6 atau 4%n, menjadi menetap pada US$830,4 dolar AS per ounce. (A-2)

Baca Juga

Dok.MI

Konsumsi Masyarakat Jadi Andalan

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Sabtu 26 September 2020, 04:39 WIB
Belanja rumah tangga berkontribusi 56% terhadap pertumbuhan ekonomi. Masyarakat diimbau belanja produk...
Dok. Dekranas

Dekranas Gandeng Pertamina Bantu UKM di Tengah Pandemi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 25 September 2020, 22:30 WIB
UPAYA untuk membantu usaha kecil menengah (UKM) di tengah pandemi Covid-19 terus dilakukan berbagai...
Ist

Sosialisasi ASABRI Dilakukan di Divisi Infantri Kostrad Cilodong 

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 25 September 2020, 21:48 WIB
Djoko menjelaskan tujuan diadakannya sosialisasi, yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan menyamaratakan informasi mengenai program manfaat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya