Sabtu 06 Juni 2020, 06:30 WIB

Sukses Atasi Korona, Thailand Mulai Promosi Wisata

Antara | Internasional
Sukses Atasi Korona, Thailand Mulai Promosi Wisata

Jack TAYLOR / AFP
Sejumlah kera macaque menyeberang jalan di kawasan wisata Hua Hin, Thailand. Kera-kera ini menjadi salah satu objek pariwisata.

 

THAILAND sedang memposisikan diri sebagai destinasi terpercaya bagi wisatawan internasional setelah pembatasan perjalanan dicabut, sekaligus memanfaatkan keberhasilannya dalam menahan penyebaran virus korona. Negara Asia Tenggara yang pertama melaporkan kasus covid-19 di luar Tiongkok itu ingin membangun kembali reputasi dan citranya yang terkenal sebagai destinasi untuk grup wisata besar.
  
"Setelah covid-19 mereda, kami berencana menyegarkan kembali citra negara sebagai destinasi terpercaya. Para wisatawan akan memiliki ketenangan pikiran," ujar Deputi Gubernur Pemasaran dan Komunikasi Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), Tanes Petsuwan, Sabtu (6/6).
  
Kampanye pariwisata yang diluncurkan akhir tahun ini, akan ditujukan untuk para pelancong muda dari tempat-tempat yang dianggap berisiko rendah seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan. Thailand akan menyoroti pantai dan taman yang indah, bagian dari jembatan pariwisata yang dapat muncul di Asia termasuk Hong Kong dan Jepang.
  
Pemerintah Thailand telah meluncurkan sistem sertifikasi kesehatan untuk hotel dan restoran sehingga wisatawan dapat diyakinkan.
  
"Sertifikat itu adalah alat untuk membangun kepercayaan dan menunjukkan Thailand sebagai tujuan tepercaya Anda yang luar biasa," kata Tanes.
  
Ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara sejauh ini melaporkan lebih dari 3.100 kasus dan 58 kematian jauh lebih sedikit daripada ekonomi regional utama lainnya, kecuali Vietnam. Penularan lokal juga berkurang, dengan kasus terakhir yang tercatat pada 25 Mei. Industri pariwisata, yang menyumbang 12 persen ekonomi Thailand, runtuh setelah wabah meningkat. Thailand menyambut 39,8 juta wisatawan asing tahun lalu tetapi memproyeksikan sedikitnya 14 juta wisatawan untuk 2020.
  
Thailand telah melarang penerbangan internasional hingga 30 Juni, dan wisatawan asing tidak diharapkan hingga akhir tahun ini. Sementara itu, pemerintah sedang menyusun paket stimulus untuk mempromosikan pariwisata domestik dari Juli hingga Oktober. Tetapi ketika perjalanan internasional dilanjutkan, Thailand akan
mempromosikan konsep kepercayaan, karena hotel menekankan langkah-langkah yang diambil untuk keamanan dan menawarkan paket khusus.

baca juga: India Akan Buka Kembali Kuil Tanpa Percikan Air Suci
  
Central Plaza Hotel Pcl, yang mengelola 46 hotel dan resor di seluruh Thailand, akan mengunci kamar setelah dibersihkan dan didesinfeksi sehingga para tamu akan percaya diri, demikian kata wakil CEO Markland Blaiklock.
  
"Kami mungkin membatasi hunian hanya 50 persen pada beberapa properti sehingga tamu dapat menjaga jarak sosial dengan nyaman," ujarnya. (OL-3)

Baca Juga

AFP/ALEXIS DELELISI

Sebulan di Laut, 57 Nelayan di Argentina Positif Covid-19

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:32 WIB
"Ini kasus yang lolos dari semua deskripsi dalam publikasi, karena periode inkubasi selama ini belum dijelaskan di mana...
AFP/Maddie Meyer/Getty Images

Pemerintahan Trump Batalkan Rencana Cabut Visa Mahasiswa Asing

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:26 WIB
Harvard dan MIT, dengan didukung sejumlah universitas AS lainnya, menggugat langkah Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) yang diumumkan...
AFP/Mark Felix

3 Negara Bagian AS Catat Peningkatan Kasus Kematian akibat Korona

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:20 WIB
Peningkatan kematian pertama secara nasional sejak pertengahan April itu terjadi lantaran beberapa negara bagian mempercepat pelonggaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya