Sabtu 06 Juni 2020, 06:21 WIB

India Akan Buka Kembali Kuil Tanpa Percikan Air Suci

Antara | Internasional
India Akan Buka Kembali Kuil Tanpa Percikan Air Suci

DIPTENDU DUTTA / AFP
Para pemimpin agama di kuil Krishna Consciousness merayakan rasa syukur setelah India mengizinkan kembali membuka kuil di tengah pandemi.

 

INDIA akan membuka kembali mal, restoran, dan tempat ibadah mulai pekan depan, meskipun infeksi virus korona meningkat pada laju harian tercepat dalam tiga bulan terakhir. Karena ingin memulihkan ekonomi yang lumpuh akibat covid-19 dan mengizinkan jutaan orang kembali bekerja, pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi melonggarkan penguncian besar-besaran terhadap 1,3 miliar populasi yang diberlakukan pada Maret lalu. Namun, pedoman ketat akan menyertai pelonggaran pembatasan pada Senin (8/6).
  
Di tempat ibadah, orang-orang akan diminta mencuci tangan dan kaki mereka sebelum masuk, dan tidak akan ada persembahan makanan atau percikan air suci, demikian pula larangan menyentuh patung dewa-dewa atau kitab suci.
  
"Mengingat potensi ancaman penyebaran infeksi, sejauh memungkinkan, musik atau lagu yang direkam tetap dapat dimainkan (tetapi) paduan suara atau kelompok bernyanyi tidak diizinkan," kata Kemendagri India dalam situs resminya.

Tempat-tempat ibadah di India, terutama kuil-kuil Hindu, menarik ribuan orang dan bangunannya biasanya tidak cukup besar untuk memungkinkan jarak sosial. Pengelola Kuil Sai yang terkenal di Delhi, telah melukis petunjuk berupa lingkaran-lingkaran di jalan untuk tempat para pengunjung berdiri sehingga mereka bisa mengatur jarak sosial saat masuk melalui koridor-koridor sempit.
  
Sementara itu, tamu hotel akan dicek suhu tubuhnya, penggunaan masker akan diwajibkan setiap saat, dan restoran harus mengatur meja-meja untuk menjaga jarak sosial ketika dibuka kembali pada Senin. Menurut aturan yang dikeluarkan oleh kementerian dalam negeri federal. Laporan Kementerian Kesehatan India, total infeksi covid-19 di India telah mencapai 226.770 kasus dengan 6.348 kematian. Pada tingkat pertumbuhan saat ini, beban kasus akan melampaui Italia dalam dua hari ke depan untuk menjadi yang terbesar keenam di dunia.
  
Dengan pemikiran ini, beberapa ahli kesehatan memperingatkan akan pembukaan kembali yang tergesa-gesa.
  
"Mencegah pembentukan kluster (infeksi covid-19) adalah kebutuhan saat ini. Kita membuka tempat-tempat keagamaan terlalu cepat, terlalu cepat. Dewa-dewa dapat menunggu," kata Giridhar R Babu, ahli epidemiologi di Yayasan Kesehatan Masyarakat India, menulis dalam akun Twitternya.
  
"Meningkatnya kasus di Delhi mengkhawatirkan," kata Menteri Kesehatan Federal, Harsh Vardhan pada pertemuan peninjauan degan pejabat kota.

baca juga: Fiji Umumkan Negaranya Bebas Covid-19
  

Berdasarkan data kementerian kesehatan setempat, terdapat 9.851 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Atau naik dari rata-rata pertumbuhan harian pekan lalu sekitar 8.000 kasus. Mumbai, Delhi, dan Chennai adalah wilayah yang paling terdampak. (OL-3)


 

Baca Juga

AFP

Serangan Gereja Afsel, 5 Orang Tewas setelah 200 Orang Disandera

👤MI 🕔Senin 13 Juli 2020, 00:55 WIB
LIMA orang tewas setelah penyerang menyerbu sebuah gereja di Afrika...
medcom.id

Terdapat 15 Kasus Baru Covid-19 Impor di Kamboja

👤Antara 🕔Senin 13 Juli 2020, 00:45 WIB
Semua kasus baru berkaitan dengan pria-pria Kamboja berusia 21-33 tahun. Mereka semua baru pulang dari Arab Saudi pada Jumat (10/7) dan...
AFP

Abu Dhabi Tangguhkan Pembayaran Layanan Utang

👤Antara 🕔Senin 13 Juli 2020, 00:37 WIB
ADFD menyediakan bantuan finansial bagi perusahaan di Uni Emirat Arab dan negara-negara berkembang, seperti Pakistan, Mesir, Sudan dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya