Sabtu 06 Juni 2020, 05:46 WIB

KLHK Gagalkan Penjualan Daring Cucak Hijau di Samarinda

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
KLHK Gagalkan Penjualan Daring Cucak Hijau di Samarinda

ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Burung cucak hijau, salah satu satwa dilindungi menjadi incaran pedagang dan penyelundup satwa dilindungi.

 

PENYIDIK Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Enggang Balai Gakkum Kalimantan, KLHK, Polisi Hutan Balai KSDA Kalimantan Timur bersama oleh Polresta Samarinda mengungkap perdagangan online satwa dilindungi di Samarinda, Kalimantan Timur. SPORC Brigade Enggang berhasil menangkap LS, 19 beserta barang bukti 167 ekor burung cucak hijau (Chloropsis sonerati) dari kediamannya di Jalan Juanda 4 Gang Cempaka, Samarinda.

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan, Subhan mengatakan barang bukti 167 ekor burung cucak hijau diserahkan ke Balai KSDA Kaltim. Dan sebagian akan dilepasliarkan kembali ke kawasan hutan dengan tujuan khusus Balitek Samboja, setelah disisihkan untuk barang bukti penanganan kasus.

"Saat ini penyidik Balai Gakkum Kalimantan dan BKSDA Kaltim masih menyidik tersangka," kata Subhan dalam keterangan tertulis Sabtu (6/6).

Atas perbuatannya, penyidik menjerat tersangka LS dengan Pasal 21 Ayat 2 Huruf a Jo. Pasal 40 Ayat 2 dan/atau Ayat 4 Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukun pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

"Tersangka LS ditahan di Polresta Samarinda," ujarnya.

Dia menjelaskan kasus ini bisa terungkap berawal dari laporan warga mengenai adanya perdagangan cucak hijau yang diunggah di media sosial Facebook. Menindaklanjuti laporan itu, Tim SPORC Brigade Enggang Balai Gakkum Kalimantan dan Polhut BKSDA Kaltim, memeriksa rumah LS di Jalan Juanda 4 Gang Cempaka, Samarinda.

baca juga: Konflik Harimau dengan Manusia kembali Terjadi Riau

Tim menemukan 167 ekor cucak hijau yang disimpan di salah satu ruangan. Cucak hijau dengan nama ilmiah Chlorapsis sonerati termasuk satwa yang dilindungi undang-undang. Kini LS ditahan di Polresta Samarinda. Subhan mengapresiasi kerja sama berbagai pihak yang turut membantu pengungkapan kasus tersebut.

"Keberhasilan pengungkapan kejahatan lingkungan hidup online hasil kerja sama yang terjalin baik antara Balai Gakkum Kalimantan, BKSDA Kaltim, Polresta Samarinda, Baliktek Samboja, dan masyarakat pemerhati satwa dilindungi," pungkasnya. (OL-3)


FER)

Baca Juga

ANTARA

Setoran Haji Capai Rp2,3 Triliun

👤MI 🕔Selasa 07 Juli 2020, 03:45 WIB
SETORAN dana pelunasan calon jemaah haji yang gagal berangkat tahun ini karena pandemi covid-19 jumlahnya mencapai sekitar Rp2,3...
ANTARA

UTBK 2020 Diterpa Isu Kebocoran Soal

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 07 Juli 2020, 03:15 WIB
MEMASUKI hari kedua pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri...
Antara Foto

Penambangan Batu Gamping di Kawasan Karst Rusak Air Tanah

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 07 Juli 2020, 00:22 WIB
Karena dampaknya yang buruk terhadap kuantitas dan kualitas air tanah, maka KBAK merupakan kawasan yang harus dilindungi termasuk dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya