Sabtu 06 Juni 2020, 01:45 WIB

Sumbar Siapkan Perda Kenormalan Baru

Yose Hendra | Nusantara
Sumbar Siapkan Perda Kenormalan Baru

ANTARA/Iggoy el Fitra
Pedagang di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat menempelkstiker tanda sudah melakukan tes swab dan negatif COVID-19 kiosnya.

 

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar)  bersama pemerintah provinsi (pemprov) terus matangkan persiapan jelang
pelaksanaan kenormalan baru. Salah satunya adalah membahas rancangan peraturan daerah tentang New Normal (kenormalan baru).

"Seluruh pihak mesti berkontribusi dalam menjalankan kenormalan baru. Hal yang harus ditekankan adalah perihal kosekuensi, muatan itu akan  dituangkan dalam rancangan peraturan daerah tentang new normal, dan akan dibahas bersama Pemprov Sumbar," jelas Ketua DPRD Sumbar Supardi, Jumat (5/6).

Ia mengatakan, telah dilakukan rapat ekspos gubernur tehadap pelaksanaan Pembatasan Sosial Beskala Besar (PSBB) tahap satu, dua dan tiga. Rapat yang juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Menurutnya, tanpa evaluasi tidak akan diketahui apa yang menjadi kelemahan dan apa yang harus ditingkatkan.

"Pada pelaksanaan PSBB masih terjadi sejumlah kelemahan, hal tersebut mesti menjadi acuan untuk optimalisasi kebijakan selanjutnya," katanya.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengakui masih ada sejumlah kelemahan dalam pelaksanaan PSBB. Salah satunya, masuknya masyarakat pendatang ke wilayah Sumbar. Para pendatang, memanfaatkan dini hari untuk menghindari petugas yang berjaga pada sembilan pintu masuk Sumbar, hal itu terus dievaluasi pada  setiap pelaksanaan PSBB.

"Saat petugas lelah bekerja, mereka masuk dengan kendaraan berkecepatan tinggi untuk masuk sehingga petugas tidak mampu untuk menghadang. Tidak hanya itu para pendatang juga ada yang masuk melalui jalur yang harus melintasi sungai terlebih dahulu," ujarnya.

Prayitno menambahkan, dalam pelaksanaan juga dilakukan evaluasi untuk melihat efektifitas pelaksanaan PSBB, sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan selanjutnya. "Dari evaluasi yang dilakukan masih terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif sebanyak Iebih dari 80 persen melalui transmisi lokal," ujarnya.

Tidak hanya peningkatan 80 persen, lanjutnya, untuk peta penyebaran juga meningkat, dari 8 kabupaten/kota sebelum PSBB, menjadi 14 Kabupaten/Kota. Peningkatan tersebut terjadi setelah 12 hari perberlakuan PSBB. (R-1)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

24 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Muba

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 11:15 WIB
Tercatat hingga Sabtu (11/7), terdapat 64 kasus positif covid-19 di...
MI/Dwi Apriani

Pemprov Sumsel Kembali Gandeng Mahasiswa Tangani Karhutla

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 10:49 WIB
Sejak tahun lalu, saat ada ratusan mahasiswa yang turun ke lapangan untuk bantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat di Sumsel serta...
MI/Dwi Apriani

Kampung Tangkal Covid-19 di Musi Banyuasin Diperbanyak

👤Dwi Apriani 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 10:30 WIB
Pemkab Musi Banyuasin memperbanyak Kampung Tangkal Covid-19 untuk memutus mata rantai covid-19 dan membantu ketahanan pangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya