Sabtu 06 Juni 2020, 01:40 WIB

Hong Kong Sahkan UU Larang Hina Lagu Kebangsaan Tiongkok

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Hong Kong Sahkan UU Larang Hina Lagu Kebangsaan Tiongkok

AFP

 

DEWAN Legislatif Hong Kong meloloskan RUU kontroversial, Kamis (4/6), yang menyatakan penghinaan lagu kebangsaan Tiongkok sebagai pelanggaran pidana.

Pengesahan RUU itu terjadi ketika ribuan orang mengabaikan peraturan covid-19 dengan ikut serta dalam acara tahunan memperingati insiden Lapangan Tiananmen pada 1989. Anggota Parlemen menyetujui RUU dengan 41 mendukung dan satu menentang, tetapi faksi prodemokrasi menolak untuk memberikan suara mereka dan sebaliknya meneriakkan slogan-slogan mengecam legislasi itu.

RUU ini akan mengatur penggunaan dan memperdengarkan lagu kebangsaan Tiongkok. Itu termasuk ketentuan ancaman hukuman bagi mereka yang menghina lagu hingga tiga tahun penjara dan dengan denda hingga HK$50.000 (US$6.450).

RUU tersebut menyatakan ‘semua individu dan organisasi’ harus menghormati dan menghargai lagu kebangsaan dan memperdengarkannya dan menyanyikannya pada kesempatan yang tepat. Legislasi juga memerintahkan siswa sekolah dasar dan menengah diajari enyanyikannya, beserta sejarah dan etiketnya.

Layanan darurat dikerahkan ke Dewan Legislatif, Kamis, setelah dua anggota parlemen prodemokrasi melemparkan cairan berbau busuk sebagai protes terhadap insiden Lapangan Tiananmen 31 tahun yang lalu. Anggota Parlemen Eddie Chu dan Ray Chan merangsek ke depan selama debat tentang lagu kebangsaan dan memercikkan cairan berbau ketika penjaga bergulat dengan mereka. Kedua pria dikeluarkan dari ruangan tak lama setelah itu.

Selama debat, anggota parlemen proelite telah memveto sebagian besar amendemen Bill lagu kebangsaan yang diusulkan oleh demokrat. 


Peringati Tiananmen

Ribuan pengunjuk rasa Hong Kong menyalakan lilin dan meneriakkan sloganslogan demokrasi ketika mereka  menentang larangan pertemuan untuk memperingati Insiden Tiananmen di Tiongkok. Ketegangan menggelegak di pusat keuangan atas rencana undang-undang keamanan nasional.

Kerumunan mengalir ke Victoria Park, yang telah menjadi tuan rumah acara peringatan besar Tiananmen selama tiga dekade terakhir, meneriakkan slogan-slogan seperti ‘Akhiri aturan satu partai’ dan ‘Demokrasi untuk Tiongkok sekarang’.

“Kami mengingat orangorang yang meninggal pada 4 Juni, para siswa yang terbunuh. Apa yang kami lakukan salah? Selama 30 tahun kami datang ke sini dengan damai ketika selesai, ya sudah kami pergi,” kata Kitty, 70, seorang ibu rumah tangga. Polisi melakukan penangkapan di Mong Kok ketika mereka berusaha membubarkan demonstran.

Peringatan 4 Juni telah menyentuh saraf yang sangat sensitif di bekas kota yang dikuasai Inggris tahun ini setelah langkah Tiongkok bulan lalu untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional dan pengesahan RUU yang melarang penghormatan terhadap lagu kebangsaan Tiongkok.

Insiden Tiananmen tidak secara resmi diperingati di Tiongkok, tempat topik ini tabu dan diskusi disensor. Di Beijing, keamanan di sekitar Lapangan Tiananmen, objek wisata populer di jantung kota, tampaknya diperketat, lebih banyak polisi terlihat daripada pada hari-hari biasa.

Penjagaan lainnya diadakan di lingkungan setempat, distrik perbelanjaan dan gereja-gereja di seluruh Hong Kong, “Kami khawatir ini akan menjadi yang terakhir kalinya kami dapat mengadakan upacara peringatan, tetapi warga Hong Kong akan selalu ingat apa yang terjadi
pada 4 Juni,” kata Brenda Hui, 24, di Mong Kok, tempat ia dan seorang temannya mengusung payung bertuliskan ‘Jangan pernah melupakan 4 Juni’. (CNA/I-1)
 

Baca Juga

AFP/ALEXIS DELELISI

Sebulan di Laut, 57 Nelayan di Argentina Positif Covid-19

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:32 WIB
"Ini kasus yang lolos dari semua deskripsi dalam publikasi, karena periode inkubasi selama ini belum dijelaskan di mana...
AFP/Maddie Meyer/Getty Images

Pemerintahan Trump Batalkan Rencana Cabut Visa Mahasiswa Asing

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:26 WIB
Harvard dan MIT, dengan didukung sejumlah universitas AS lainnya, menggugat langkah Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) yang diumumkan...
AFP/Mark Felix

3 Negara Bagian AS Catat Peningkatan Kasus Kematian akibat Korona

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 15 Juli 2020, 05:20 WIB
Peningkatan kematian pertama secara nasional sejak pertengahan April itu terjadi lantaran beberapa negara bagian mempercepat pelonggaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya