Jumat 05 Juni 2020, 21:02 WIB

Berbagi Pengalaman Menghadapi Covid-19 dengan Beberapa Negara

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Berbagi Pengalaman Menghadapi Covid-19 dengan Beberapa Negara

Ist/DPR
Adalah 41 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLV LAN yang melakukan benchmarking virtual ke sejumlah negara.

 

SETIAP negara mempunyai strateginya sendiri menghadapi wabah virus corona atau yang populer disebut juga Covid-19. Bagaimana pula setiap negara di dunia membantu warganya yang terdampak Covid-19? Akibat wabah ini, akses ekonomi dan sosial masyarakat hampir terputus, karena ada kebijakan lockdown. Berbagi pengalaman antarnegara pun dilakukan, agar masyarakat tetap mampu menjalankan roda ekonominya.

Adalah 41 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLV Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang melakukan benchmarking virtual ke sejumlah negara.

Benchmarking virtual ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana strategi pembangunan berkelanjutan pasccapandemi Covid-19 yang dilakukan sejumlah negara di tengah mandeknya roda perekonomian akibat menyebarnya virus korona.

Para peserta benchmark yang terbagi dalam empat kelompok itu melakukan kunjungan virtual ke delapan lokus negara, antara lain Thailand, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Austria, Vietnam, Jerman, serta Malaysia. Tema pokok yang didiskusikan dalam benchmark tersebut yakni Digitalization of The Micro, Small, & Medium Enterprises (MSME).

Benchmark di Malaysia, misalnya, para peserta yang diterima langsung oleh Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia Krisna Hanan dan Nur Azmi dari SME Corp.

Malaysia, menggali informasi penting dari para narasumber, seperti bagaimana manajemen produksi yang dilakukan oleh SME terhadap sertifikasi hasil produksi barang UMKM di Malaysia. Selain itu, digali pula bagaimana strategi yang dilakukan SME di tengah lockdown yang mengakibatkan pelambatan perekonomian. 

Menanggapi hal itu, Nur Azmi mengungkapkan, pemerintah Malaysia memberikan stimulus ekonomi kepada para pelaku UMKM. Pemerintah menyadari UMKM menyerap tenaga kerja yang banyak sehingga menjadi tumpuan perekonomian.

“Pandemi ini berdampak sangat signifikan terhadap perekonomian Malaysia secara nasional. Namun, pemerintah kami memberikan bantuan untuk membangkitkan perekonomian berupa stimulus ekonomi, baik dukungan kebijakan maupun stimulus keuangan,” jelasnya.

Nur Azmi menambahkan, di tengah situasi yang tidak menentu dan diprediksi memberikan dampak hingga 1,5 tahun ke depan sampai vaksin ditemukan, kolaborasi antara semua unsur jadi kunci keberhasilan dalam menghadapi situasi ini.

“Kuncinya adalah ego sektoral harus dihilangkan, SME Malaysia juga terus melakukan penataan secara internal berupa infrastruktur, suprastruktur, promosi, penerapan teknologi, serta pengembangan produk sesuai dengan standardisasi internasional,” tutupnya.

Hasil benchmark virtual ke sejumlah negara ini diharapkan mampu menjadi acuan bagi peserta dalam menyusun produk pembelajaran angkatan bertema “Pemberdayaan UMKM dalam Rangka Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi Indonesia Akibat Covid-19”.(OL-09)

Baca Juga

Medcom.id

Kasus Salah Tembak, 12 Anggota Satgas Tinombala Jalani Pemeriksaa

👤Antara 🕔Selasa 07 Juli 2020, 02:35 WIB
Dua petani asal Dusun Sipatuo, Desa Kilo, Poso yakni Syarifudin (25) dan Firman (17) ditemukan tewas saat di perkebunan kopi pada Selasa...
Antara/Rivan Awal lingga

Kapolri ke Lulusan Akpol : Ucapkan Tolong, Maaf, dan Terima Kasih

👤Tri Subarkah 🕔Senin 06 Juli 2020, 23:07 WIB
Mantan Kabareskrim tersebut memaparkan agar dapat dihargai, para perwira muda tersebut harus sering mengucapkan kata tolong, maaf, dan...
MI/Sumaryanto Bronto

Ketua Ombudsman RI Lolos Uji Kualitas Seleksi Calon Anggota KY

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 06 Juli 2020, 22:50 WIB
"Dari 107 orang peserta seleksi kualitas online pemilihan calon anggota Komisi Yudisial, yang dinyatakan lulus sebanyak 55...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya