Jumat 05 Juni 2020, 20:57 WIB

Ini yang Perlu Diketahui dari Investasi Unit Link dalam Asuransi

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi
Ini yang Perlu Diketahui dari Investasi Unit Link dalam Asuransi

Ilustrasi
Ilustrasi asuransi

 

PENASIHAT keuangan Mada Aryanugraha melihat kondisi pasar investasi saat pandemi covid-19 ini kian merosot yang berdampak juga pada nilai investasi. Ia menilai hal ini terjadi karena masyarakat kurang memahami ketika memilih produk unit link menjadi investasinya untuk masa depan.

Menurut Mada, ketika nasabah unit link mengambil dana investasi yang sudah terbentuk di dalam asuransi, maka usia asuransinya menjadi pendek. Bahkan di tahun-tahun tertentu nilai investasinya bisa menjadi nol.

"Ini makanya pilihan berasuransi. Banyak orang merasa kena tipu membeli asuransi dan ini yang membuat citra produk asuransi jelek di masyarakat karena tidak tepatnya informasi yang diberikan penjual asuransi," ujar Mada dalam keterangan pers, Jumat (5/6)

Padahal, lanjutnya, yang perlu dipahami adalah unit link merupakan jenis asuransi dengan manfaat investasi yang memiliki masa perlindungan sangat panjang dan bukan untuk tujuan konsumtif.

“Investasi di unit link tidak bisa dipastikan. Karena investasinya ditempatkan di reksadana, nilainya pun sangat dipengaruhi oleh fluktuasi investasi di pasar. Karena itu perlu ditegaskan bahwa investasi dalam unit link bukan untuk dikonsumsi karena tujuan utamanya mempertahankan pertanggungan asuransi kita hingga 99 tahun," jelas Mada.

Baca juga : Kepercayaan Investor Membaik, Aliran Modal Asing Meningkat

Karena cakupan pertanggungan asuransi yang sangat panjang hingga 99 tahun itulah, menurut Mada, produk unit link menjadi cocok untuk masyarakat dengan kebutuhan tertentu yang dapat melihat produk ini menjadi investasi jangka panjang. Sedangkan bagi masyarakat dengan keterbatasan pendapatan, unit link menjadi produk asuransi yang mahal.

"Ketika nasabah membayar premi karena hasil investasi sangat rendah, sementara biaya asuransi terus diterapkan, dana yang tersedia di hasil investasi pun menjadi minus dan nasabah akan diminta untuk membayar premi lagi. Karena itu unit link itu menjadi investasi jangka panjang, tidak bisa diambil dalam jangka pendek," katanya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Togar Pasaribu juga menjelaskan unit link menjadi salah satu alternatif produk asuransi yang menarik bagi masyarakat. Selain memberikan perlindungan terhadap risiko jiwa, menurutnya, unit link juga memiliki tambahan manfaat investasi.

"Namun para calon nasabah perlu memahami bahwa investasi yang menawarkan imbal hasil, juga memiliki risiko. Produk asuransi yang menawarkan investasi pada umumnya juga memiliki risiko yang disebabkan oleh likuiditas portofolio investasi, yang terkait dengan ekonomi makro, termasuk pasar modal," kata Togar. (OL-7)

Baca Juga

Ist/BJB

BJB DIGI, Solusi Digital Setoran Segala Jenis Pajak

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 10:48 WIB
Rumah aplikasi BJB DIGI ini menyediakan fitur pembayaran pajak, termasuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bumi dan Bangunan...
Antara/Aditya Pradana Putra

Swasta Bisa Masuk Kelola Aset Negara

👤M Ilham Ramadhan 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 09:05 WIB
Pemerintah sedang menyosialisasikan skema pemanfaatan barang milik negara  yang baru yakni Limited Concession Scheme...
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pd

Dua KEK Baru di Batam Tinggal Tunggu PP

👤(Mir/E-2) 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 04:50 WIB
KETUA Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Airlangga Hartarto menyetujui pembentukan dua KEK baru, yakni Nongsa Digital Park (NDP)...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya