Jumat 05 Juni 2020, 20:21 WIB

Hikmah Dibalik Covid-19, Indonesia Menuju Digital Society 5.0

mediaindonesia.com | Humaniora
Hikmah Dibalik Covid-19, Indonesia Menuju Digital Society 5.0

Ist
Menkominfo Jmenjadi keynote speaker dalam webinar berjudul “Persiapan Dalam Menghadapi Tatanan Kehidupan Baru” via aplikasi Zoom, Jumat (5/6

 

TERNYATA di balik penyebaran Covid-19 yang membuat warga harus banyak berdiam diri di rumah dan membatasi interaksi sosial secara langsung, terdapat hikmah positif.

Kini masyarakat Indonesia tanpa disadari tengah melakukan percepatan transformasi digital untuk memasuki digital society atau masyarakat digital 5.0. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate.

“Ada sisi lain dari pandemi COVID-19, yakni percepatan transformasi digital, mendorong masyarakat memasuki Digital Society 5.0 seperti yang sudah dilakukan di Jepang. Sekarang kita tinggal memperkuat regulasi untuk memenuhi syarat memasuki era transformasi digital,” kata Jhonny saat menjadi keynote speaker dalam webinar berjudul “Persiapan Dalam Menghadapi Tatanan Kehidupan Baru” via aplikasi Zoom, Jumat (5/6).

Tugas pemerintah dan DPR, lanjut Jhonny harus mempercepat proses legislasi payung hukum transformasi digital. Antara lain memprioritaskan penguatan UU Perlindungan Data Pribadi dan UU Kriminal Siber.

Lebih lanjut, Jhonny memaparkan sembari berjalan menuju Society Digital 5.0 pemerintah terus melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah-daerah terpencil hingga tataran desa. Menurutnya masih terdapat desa yang menjadi blackspot karena belum mendapat fasilitas jaringan internet. 

Fase Krusial 

Jhonny mengatakan saat ini Indonesia tengah menghadapi fase krusial selama berhadapan dengan wabah Covid-19. Setelah melakukan tahapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kini Indonesia mulai menapaki kehidupan normal baru. Untuk itu menurutnya pemerintah sangat memperhatikan kepentingan masyarakat dari sisi medis dan non medis. 

“Situasi normal dibutuhkan ntuk menjaga produktivitas masyarakat, di saat yang sama kita juga harus aman dari penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Jhonny dalam menentukan langkah krusial ini sangat memperhatikan indikator-indikator Kesehatan masyarakat sesuai dengan standar WHO. Di dalam situasi normal baru ini, ia menghimbau agar masyarakat menjaga kedisplinan untuk tetap menjalankan protokol Kesehatan.

Ia juga berharap agar tokoh-tokoh masyarakat, ulama membantu pemerintah untuk mendorong agar masyarakat tetap disiplin selama masa normal baru. Sementara ilmuwan, peneliti Kesehatan juga didorong untuk terus bekerja supaya segera menemukan vaksin Covid-19. 

“Keberhasilan kita untuk memangkas Covid-19 sangat ditentukan oleh keikutsertaan masyarakat secara disiplin. Di sini peran komunikasi pemerintah penting untuk memutus mata rantai Covid-19, bersama tokoh masyrakat, tokoh agama. Peneliti-peneliti juga kami dorong untuk menggunakan keahliannya untuk menghasilkan vaksin Covid-19," jelasnya.

"Dan paling penting adalah media, dalam rangkan transmisi informasi, agar masyarakat tahu, paham dan menyetujui dan melaksanakan kebijakan yang diambil oleh pemerintah secara disiplin,” ujar Jhonny.

Sementara pada kesempatan yang sama, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Prof. Widodo Muktiyo menegaskan saat ini masyarakat dinilai sudah cukup disiplin dalam menjalankan protokol Kesehatan di masa pembatasan sosial.

Tantangan pemerintah saat ini lebih berat lagi karena harus mendorong kedisiplinan masyarakat yang sudah mulai diperbolehkan untuk berinteraksi sosial di tempat umum. Per hari ini misalnya, warga di Jakarta sudah mulai kembali melaksanakan solat Jumat berjamaah di masjid-masjid.

Oleh karenanya, ia berharap agar masyarakat tetap patuh dan tempat-tempat umum seperti rumah ibadah, kantor, pasar, dan lain-lain menjalankan protokol pencegahan Covid-19 dengan ketat.

“Masyarakat itu kalau cuci tangan dan pakai masker, sudah tertib. Tapi ketika masuk ke interaksi sosial, di situ menjadi tantangan. Oleh sebab itulah, komunikasi publik yang kita sasar adalah di level komunitas. Semua tempat publik yang berisi komunitas-komunitas kita minta menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dengan ketat,” ujar Widodo

Keterlibatan TNI dan Polri

Webinar ini juga menghadirkan perwakilan parlemen sebagai narasimber. Ketua Komisi I DPR RI Meutia Hafiz menerangkan pentingnya keterlibatan TNI dalam penerapan masa normal baru. Sesuai dengan salah satu tugas pokok TNI yaitu membantu pemerintah dalam penegakan protokol kesehatan di masa pandemi. Aparat TNI akan dilibatkan dalam masa normal baru untuk membantu masyarakat beradaptasi.

"Jangan kaget nanti kalau banyak aparat TNI ditemukan di lapangan. Bukan untuk menakut-nakuti warga, tapi membantu pemerintah dalam mendisplinkan masyarakat. Yang tidak pakai masker akan ditegur, yang berkerumun akan dibubarkan oleh TNI", ujar Meutia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR Adies Karding menjelaskan peran Polri dalam menegakkan keadilan dan menegakkan peraturan mengenai protokol masa normal baru. 

"Selama vaksin belum ditemukan, kita akan menjalani masa normal baru. Tugasnya kepolisian untuk mengatur dan memastilan aturan yang dibuat pemerintah berjalan maksimal," ujarnya.(OL-09)

Baca Juga

ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA

Kimia Farma Sumbang Rp1 Miliar untuk RSCM

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 14 Juli 2020, 14:10 WIB
Sumbangan itu melalui BenihBaik.com, untuk pengadaan 20 sleeping pods bagi tenaga medis yang tidak bisa pulang ke rumah dan harus tinggal...
 MI/Susanto

Kasus Safe House di Lampung, KPPPA Evaluasi P2TP2A

👤Ihfa Firdausya 🕔Selasa 14 Juli 2020, 13:45 WIB
Salah satu hasil evaluasi ialah perubahan kelembagaan menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak atau UPTD PPA di...
123rf.com

Ini Istilah Baru Kasus Covid-19, Bukan ODP, PDP, dan OTG

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 14 Juli 2020, 12:45 WIB
Pemerintah memutuskan untuk mengganti penggunaan istilah ODP, PDP, dan OTG menjadi Kasus Suspek, Probable, Konfirmasi, Kontak Erat, Pelaku...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya