Jumat 05 Juni 2020, 19:05 WIB

Tekan Wabah di Jawa Timur Tim Covid-19 Hunter Diterjunkan

Faishol Taselan | Humaniora
Tekan Wabah di Jawa Timur Tim Covid-19 Hunter Diterjunkan

Dok.Humas Polres Malang
Apel Tim Hunter Covid-19 di Polres Malang, Jawa Timur, siap diterjunkan ke lapangan

 

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur menerjun Tim Covid-19 Hunter ke sejumlah daerah yang memiliki jumlah pasien positif tinggi di Jawa Timur.

"Tim guna melakukan screening atau tes massal ke beberapa daerah di Jatim yang memiliki jumlah OTG maupun PDP diatas 52 persen," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Jumat (5/6).

Screening ini mencakup rapid tes untuk screening awal, dan bagi yang hasilnya reaktif ditindaklanjuti dengan swab tes dengan PCR dan Tes Cepat Molekular (TCM).

Mereka akan diterjunkan di sepuluh Kabupaten tersebut yaitu Sidoarjo, Kediri, Tulungagung, Gresik, Bangkalan,  Nganjuk,  Lamongan,  Madiun,  Jember, dan  Probolinggo.

Sedangkan khusus untuk Kota Surabaya telah dilakukan tes mobile secara massal. "Surabaya sudah melakukan langkah sendiri, sehingga tim dialihkan ke daerah lain," katanya.

Menurut Khofifah, tim Covid-19 hunter akan bergerak mulai besok menyasar Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Tulungagung, Kediri, Kota Kediri dan Bangkalan.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di India Melonjak, 273 Kematian dalam Sehari

Petugas akan disana empat sampai lima hari melakukan rapid test dan swab secara massal.  Pemkab/Pemkot bersama dukungan forkopimda  sebagai leading sectornya.

Tim Covid-19 Hunter di lapangan 4-5 hari sehingga warga yang teridentifikasi  OTG  dan PDP dapat di rapid tes dan jika reaktif langusng diswab. "Jika hasil PCR test menunjukkan positif maka langsung dirujuk ke rumah sakit agar segera mendapatkan treatment sehingga diharapkan juga segera sembuh," tegasnya.

Untuk mekanismenya, nama-nama OTG dan PDP telah didata oleh Dinkes Kabupaten/ Kota masing-masing dan dijadwalkan harian untuk melaksanakan tes agar bisa menghindari kerumunan.

Khofifah menjelaskan tingginya angka OTG dan PDP di beberapa daerah  menjadi alasan utama mengapa tim Covid-19 Hunter ini diturunkan di daerah-daerah tersebut. Apalagi, saat ini  OTG yang berpotensi positif Covid-19 bisa mencapai sekitar 35 persen sementara PDP berpotensi positif Covid-19 sampai 55 persen.

"Saya ambil contoh misalnya Bangkalan, Bangkalan ini tercatat PDPnya 34, tetapi OTG nya sudah 708 jadi artinya bahwa OTG yang tinggi jika tidak segera dirapid test kalau reaktif tidak segera diswab maka ada kekhawatiran dia tanpa gejala tapi dia carrier, maka potensi menyebarkan atau menularkan virus covid-19. Hal  ini juga terjadi di Tulungagung, dan daerah lainnya," ungkapnya.(OL-13)

Baca Juga: Mau Berwisata ke Pangandaran Siapkan Hasil Rapid Test

Baca Juga

Ilustrasi

Suhu Global 5 Tahun Kedepan, Cenderung 1º C di Atas Pra Industri

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 15 Juli 2020, 15:58 WIB
Suhu global rata-rata dalam lima tahun kedepan cenderung  1°C di atas tingkat pra-industri  di masing-masing tahun pada 2020...
MI/Andri Widiyanto

Cegah Penyebaran Covid-19 di Pasar, Perlu Ada Gugus Tugas

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 15 Juli 2020, 15:41 WIB
Pasar berpotensi menjadi klaster baru penyebaran covid-19. Di lain sisi, pasar tidak mungkin ditutup total karena adanya kebutuhan harian...
Ist

Indonesia Maju 2045, Festival Inovasi Disrupto Digelar Kembali

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 15 Juli 2020, 15:12 WIB
Berangkat dari Visi Indonesia 2045 yang dicanangkan Presiden Joko Widodo bahwa pada 100 tahun Kemerdekaan Indonesia nanti di 2045 Indonesia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya