Jumat 05 Juni 2020, 18:06 WIB

NU: Mencuatnya Rasisme Momentum Evaluasi Demokrasi Ala Amerika

Akhmad Mustain | Politik dan Hukum
NU: Mencuatnya Rasisme Momentum Evaluasi Demokrasi Ala Amerika

Frederic J. BROWN / AFP
Massa melakukan demonstrasi membawa spanduk bertuliskan "nyawa orang kulit hitam penting" di Amerika Serikat.

 

KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj mengajak semua pihak untuk mengevaluasi sistem demokrasi ala Amerika Serikat. Mencuatnya isu rasisme membuktikan bahwa keadilan, persamaan hak, pemerataan, dan perlakuan tanpa diskriminasi terhadap seluruh kelompok masyarakat merupakan nilai-nilai demokrasi yang gagal dicontohkan Amerika.

"Nahdlatul Ulama memandang bahwa kejadian kerusuhan rasial di Amerika saat ini perlu menjadi bahan refleksi serius agar peristiwa serupa tidak terulang di negara mana pun," ujar Said Aqil dalam pernyataan resminya hari ini.

Menurut Said, Perubahan haluan yang drastis dari Presiden yang diusung Partai Demokrat (Obama) ke Presiden yang diusung Partai Republik (Trump) menunjukkan fondasi demokrasi Amerika tidak sekokoh seperti yang didengung-dengungkan.

Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika ke-45, ujar Said, telah menguak borok demokrasi Amerika yang selama ini tampil bak ‘polisi’ demokrasi dunia. Kampanye ‘hitam’ Trump di musim kampanye Pilpres AS yang rasis, yang menunjukkan sentimen negatif terhadap imigran kulit warna dan kaum Muslim, telah menabung bara api yang meledak dalam kerusuhan rasial sekarang.

"Demokrasi Amerika tengah sekarat karena menghasilkan pemimpin konservatif yang menyeret demokrasi ke titik anti-klimaks dengan retorika-retorika politik iliberal yang selama ini dimusuhinya," tuturnya.

Keadilan, persamaan hak, pemerataan, dan perlakuan tanpa diskriminasi terhadap seluruh kelompok masyarakat merupakan nilai-nilai demokrasi yang gagal dicontohkan Amerika. Standar ganda yang sering digunakan Amerika dalam isu HAM, perdagangan bebas, dan terorisme menunjukkan wajah bopeng demokrasi yang tidak patut ditiru.

Nahdlatul Ulama (NU) memandang bahwa demokrasi masih merupakan sistem terbaik yang sejalan dengan konsep syûrâ di dalam Islam. Namun, NU menolak penyeragaman demokrasi liberal ala Amerika sebagai satu-satunya sistem terbaik untuk mengatur negara dan pemerintahan.

"Indonesia tidak perlu membebek Amerika dan negara manapun untuk membangun demokrasi yang selaras dengan jati diri dan karakter bangsa Indonesia. Demokrasi yang perlu dibangun tetap harus berlandaskan pada prinsip musyawarah-mufakat dalam politik dan gotong royong dalam ekonomi. Demokrasi yang sejalan dengan penguatan cita politik sebagai bangsa yang nasionalis-religius dan religius-nasionalis." (OL-4)

Baca Juga

DOK ISTIMEWA

NasDem Berikan Dukungan ke Irianto-Irwan Sabrie

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 14:57 WIB
Saat ini pasangan Irianto-Irwan Sabrie telah memenuhi syarat dengan mengantongi SK dari empat partai sebagai syarat atau di parlemen 7...
MI/WIDJAJADI

PA 212 Gelar Apel Siaga Besok, Wajib Taati Protokol Kesehatan

👤Antara 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 14:30 WIB
Yusri menuturkan petugas tingkat polres yang akan terlibat pengamanan karena peserta aksi hanya menggelar apel siaga dan tidak ada agenda...
Dok.MI

PKS: Perombakan Kabinet Momentum Perampingan

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 14:16 WIB
Mardani menilai ada alasan kinerja kabinet dan pemerintahan belum efektif. Pertama, terlalu banyak kementerian sehingga membutuhkan upaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya