Jumat 05 Juni 2020, 08:31 WIB

Harga Minyak Naik Tipis Tunggu Kuptusan OPEC+

Antara | Ekonomi
Harga Minyak Naik Tipis Tunggu Kuptusan OPEC+

AFP
Kilang minyak terbesar milik Saudi Aramco, perusahaan minyak terbesar di Arab Saudi.

 

HARGA minyak sedikit lebih tinggi setelah bergerak fluktuatif pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor menunggu keputusan mengenai langkah produsen minyak mentah utama selanjutnya tentang pengurangan produksi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 12 sen menjadi US$37,41 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus naik 20 sen menjadi ditutup pada US$39,99 per barel di London ICE Futures Exchange.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu yang dipimpin oleh Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, sedang berdebat kapan akan mengadakan pembicaraan tingkat menteri untuk membahas kemungkinan perpanjangan dari pemotongan yang ada.

Arab Saudi dan Rusia, dua produsen minyak terbesar di dunia, ingin memperpanjang pengurangan 9,7 juta barel per hari (bph) yang disepakati oleh produsen utama pada April. Tetapi saran oleh Presiden OPEC Aljazair untuk bertemu pada Kamis (4/6) tertunda di tengah pembicaraan tentang kepatuhan yang buruk oleh beberapa produsen.

Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab tidak berencana untuk memperpanjang pemangkasan tambahan produksi sukarela 1,18 juta barel per hari setelah Juni, menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah bisa naik bulan depan terlepas dari keputusan apa pun OPEC+.

"OPEC tampaknya dibenci jika mereka melakukannya dan dibenci jika mereka tidak berkenaan dengan pengurangan produksi jangka pendek yang diperpanjang,” kata Presiden Ritterbusch and Associates, Jim Ritterbusch.

"Setiap keputusan untuk membatalkan perpanjangan pemotongan saat ini akan dengan mudah memicu penjualan jangka pendek, sementara perjanjian untuk memperpanjang pemotongan di luar bulan depan akan memiliki implikasi bearish jangka panjang karena penyesuaian naik untuk perkiraan produksi serpih kuartal ketiga kemungkinan akan diperlukan."

Baca juga: Dolar AS Tertekan Momentum Penguatan Euro

Kekhawatiran tentang kebangkitan produksi serpih AS, yang sudah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, adalah salah satu alasan Moskow hanya mendukung pemangkasan yang diperpanjang hingga Juli daripada menyetujui perpanjangan yang lebih lama, kata sumber yang terlibat pada pembicaraan OPEC+.

Sementara itu data pemerintah AS pada Rabu (3/6) menunjukkan peningkatan besar dalam persediaan bahan bakar karena permintaan tetap terganggu oleh pandemi Virus korona.

"Persediaan minyak besar bertambah di seluruh AS, Eropa, dan Jepang, minggu lalu membebani harga minyak," kata Analis UBS Giovanni Staunovo.

"Juga ketidakpastian apakah OPEC+ menyelesaikan kebuntuan dengan negara-negara dengan tingkat kepatuhannya lemah tidak membantu."

Akan tetapi mengejutkan catatan bullish, Menteri Energi Rusia mengatakan pasar minyak pada Juli dapat menghadapi kekurangan 3-5 juta barel per hari, kantor berita Interfax melaporkan. (A-2)

Baca Juga

AFP/Johannes Eiselle

Dow Jones Naik 500 Poin, Ada Harapan IHSG Lanjutkan Penguatan

👤Raja Suhud 🕔Rabu 15 Juli 2020, 08:51 WIB
Kenaikan indeks Wall Street ini biasanya diikuti oleh kenaikan bursa di beberapa negara lainnya. Indeks Nikei 225 Tokyo pagi ini telah naik...
Antara/Fanny Octavianus

Ekonomi Pulih, Investasi Reksadana Bakal Jadi Primadona

👤Despian Nurhiayat 🕔Rabu 15 Juli 2020, 07:35 WIB
Untuk investor dengan profil risiko agresif idealnya memiliki portofolio yang terdiri dari 60% reksadana saham, 25% reksadana pendapatan...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Pajak Jadi Tulang Punggung di Masa Krisis

👤M Ilham Ramadhan 🕔Rabu 15 Juli 2020, 07:00 WIB
Wajib pajak dapat mendukung usaha pemerintah mengatasi gejolak ekonomi melalui kontribusi pembayaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya