Jumat 05 Juni 2020, 07:40 WIB

Ribuan Orang di Hong Kong Menentang Larangan Peringatan Tiananmen

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Ribuan Orang di Hong Kong Menentang Larangan Peringatan Tiananmen

AFP/ANTHONY WALLACE
Pengunjuk rasa menyalakan lilin di Victoria Park, Hong Kong pada 4 Juni 2020 untuk memperingati tragedi di Tiananmen Square tahun 1989re

 

Ribuan pengunjuk rasa Hong Kong menyalakan lilin dan meneriakkan slogan-slogan demokrasi. Mereka menentang larangan pertemuan untuk memperingati insiden Tiananmen di Tiongkok. Ketegangan terjadi di pusat keuangan atas rencana undang-undang keamanan nasional.

Kerumunan mengalir ke Victoria Park, yang telah menjadi tuan rumah acara peringatan besar Tiananmen selama tiga dekade terakhir. Mereka meneriakkan slogan-slogan 'Akhiri aturan satu partai' dan 'Demokrasi untuk Tiongkok sekarang'.

"Kami mengingat orang-orang yang meninggal pada 4 Juni, para siswa yang terbunuh. Apa yang kami lakukan salah? Selama 30 tahun kami datang ke sini dengan damai, ketika selesai, ya sudah kami pergi,” kata Kitty, 70, seorang ibu rumah tangga.

Unjuk rasa yang lebih kecil terjadi di seluruh Hong Kong.

Baca juga: Dakwaan kepada Polisi Pembunuh Floyd Ditingkatkan

Polisi melakukan penangkapan di Mong Kok ketika mereka berusaha membubarkan demonstran.

Peringatan 4 Juni telah menyentuh saraf yang sangat sensitif di bekas kota yang dikuasai Inggris setelah langkah Tiongkok bulan lalu untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional dan pengesahan RUU yang melarang penghormatan terhadap lagu kebangsaan Tiongkok.

Insiden Tiananmen tidak secara resmi diperingati di Tiongkok, tempat topik ini tabu dan diskusi disensor.

Di Beijing, keamanan di sekitar Lapangan Tiananmen, objek wisata populer di jantung kota diperketat. Terlihat lebih banyak polisi daripada pada hari-hari biasa.

Penjagaan lainnya diadakan di lingkungan setempat, distrik perbelanjaan, dan gereja-gereja di seluruh Hong Kong.

"Kami khawatir ini akan menjadi yang terakhir kalinya kami dapat mengadakan upacara peringatan, tetapi warga Hong Kong akan selalu ingat apa yang terjadi pada 4 Juni," kata Brenda Hui, 24, di Mong Kok, tempat ia dan seorang temannya mengusung payung bertuliskan 'Jangan pernah melupakan 4 Juni'. (CNA/OL-14)

Baca Juga

AFP/Jessica Taylor

Inggris Perluas Akses Kewarganegaraan Bagi Penduduk Hong Kong

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 03 Juli 2020, 16:35 WIB
Menteri Luar Negeri Dominic Raab mengatakan tawaran Inggris juga meluas ke tanggungan mereka yang berstatus...
AFP

AS Campuri Urusan Hong Kong, Tiongkok Siapkan Pembalasan

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 03 Juli 2020, 16:09 WIB
Sebelumnya, Senat AS dengan suara bulat menyetujui sanksi keras terhadap pejabat Tiongkok dan polisi Hong Kong, setelah UU kemanan nasional...
AFP/MONIRUL BHUIYAN

Ratusan Gajah Afrika di Botswana Ditemukan Mati Misterius

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 03 Juli 2020, 14:55 WIB
Selama dua bulan terakhir, ratusan gajah Afrika di Botswana ditemukan mati secara misterius. Dilaporkan BBC, hal itu belum pernah terjadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya