Jumat 05 Juni 2020, 05:05 WIB

Swasta Dorong Ketahanan Pangan

LD/RS/N-3 | Nusantara
Swasta Dorong Ketahanan Pangan

MI/LILIK DARMAWAN
Sejumlah petani tengah memanen padi milik mereka di Gunung Tugel, Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, Senin (27/4).

 

SEKTOR swasta mulai menjajaki kerja sama dengan kelompok tani melalui program ketahanan pangan. Kelompok tani di beberapa wilayah di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) dibidik menjadi mitra.

Dalam rencana sinergi itu, sejumlah komoditas yang akan dikerjasamakan ialah pa­­di organik, buah organik, dan singkong.

“Kami menjajaki kerja sa­ma dengan kelompok tani dalam mengembangkan berbagai macam komoditas pangan organik. Hal ini kami lakukan untuk mendorong ketahanan pangan masyarakat. Kami mengajak kelompok tani untuk bekerja. Saat ini yang telah jalan di Pekalongan dan Kebumen. Di Banyumas masih dalam ta­hap uji coba,” ungkap Presiden Komisaris PT Pranajati Agrinusantara, Darsono, kemarin.

Pada kerja sama dengan kelompok tani, lanjut Darsono, pihaknya akan memberikan bantuan mulai dari pelatihan, pemberian bibit, pupuk, sampai pemasaran. “Jadi ada tiga komoditas, yaitu padi, buah-buahan, dan singkong. Untuk singkong, misalnya, dalam jangka waktu 6 bulan dapat menghasilkan 30 kg dalam satu pohon. Inilah yang akan kami kembangkan bersama dengan kelompok tani,” urainya.

Terpisah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan, Bali, melalui inovasi dan gagasan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti dan jajarannya, meluncurkan Program ASN Tabanan Peduli. Program itu sebagai upaya untuk membantu serapan hasil pertani­an dan menghidupkan kembali bisnis usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Peluncuran perdana Program ASN Tabanan Peduli ditandai dengan penyerahan secara simbolis paket pangan dari hasil pertanian dan UMKM lokal untuk seluruh ASN Pemkab Tabanan. Paket pangan tersebut diserahkan bupati dan diterima Sekretaris Daerah, I Gede Susila, di depan Kantor Bupati Taba­nan, kemarin.

Eka mengatakan kegiatan itu merupakan tindakan pe­duli dari Pemkab Tabanan serta jajaran, khususnya ASN, untuk meringankan beban masyarakat di tengah krisis pandemi global covid-19 saat ini. Dengan menggandeng Perusahaan Daerah Dharma Santhika, menurut rencana, kegiatan tersebut akan berlangsung sampai enam bulan ke depan.

Dalam pelaksanaannya, pa­ket hasil pertanian akan di­jual seharga Rp100 ribu dengan biaya pengadaan yang ditanggung secara bergotong-royong melalui penyisihan sebagian tunjangan tambahan penghasilan ASN. (LD/RS/N-3)

Baca Juga

ANTARA/Adwit B Pramono

Sebulan Gratis, Tarif Tol Manado-Bitung telah Ditetapkan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 02:30 WIB
Tarif tol Manado-Bitung, Sulawesi Utara akhirnya ditetapkan sebesar Rp1.111 per kilometer setelah selama hampir satu bulan...
MI/Dwi Apriani

Instalasi Lateks Pekat, Muba Maksimalkan Serapan Karet Petani

👤Dwi Apriani 🕔Senin 26 Oktober 2020, 22:00 WIB
"Hari ini kami mewujudkan penggunaan teknologi yang lebih maju dengan pembuatan aspal karet yakni lateks pekat terpravulkanisasi...
MI/Supardji Rasban

Delapan Kecamatan di Brebes Rawan Bencana

👤Supardji Rasban 🕔Senin 26 Oktober 2020, 21:50 WIB
MEMASUKI musim penghujan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, bersama TNI dan Polri menggelar apel antisipasi bencana, di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya