Jumat 05 Juni 2020, 02:05 WIB

Palestina Berunjuk Rasa Menentang Aneksasi Israel 

Palestina Berunjuk Rasa Menentang Aneksasi Israel 

AFP
Warga Palestina, mengadakan protes di Kota Nablus

 

LUSINAN warga Palestina, Rabu (3/6), mengadakan protes di Kota Nablus, Tepi Barat, menentang rencana Israel untuk mencaplok tanah Palestina.

Menurut laporan Kantor Berita Xinhua, pengunjuk rasa menyerukan perlindungan rakyat di tanah mereka dan eskalasi ikatan rakyat sambil mengangkat bendera dan slogan-slogan menyetujui aneksasi tanah Palestina.

“Meningkatnya oposisi rakyat dengan segala cara di semua lini, tanggapan yang tepat terhadap rencana Israel,” kata Sekretaris Partai Fatah di Nablus, Jihad Ramadhan. Ia juga meminta Hamas untuk mendukung divisi internal.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Selasa malam, memimpin rapat tentang menindaklanjuti rencana aneksasi Israel dan rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, yang lebih dikenal sebagai Kesepakatan Abad Ini.

Setelah pertemuan itu, Wakil Ketua Fatah, Mahmoud al-Aloul, mengatakan kepada para pejabat untuk memutuskan hubungan mereka dengan Israel dan Amerika Serikat sebagai final dan tidak akan ditarik kembali ke Israel terus maju dengan perjanjian Kesepakatan Abad Ini.

Para pengamat mengatakan persetujuan deklarasi oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tentang penerapan hukum Israel pada permukiman Tepi Barat dan mencaplok wilayahwilayah Palestina pada Juli akan menyulut kekerasan dan kerusuhan.

Radio publik Israel melaporkan kepala badan keamanan dan militer Israel akan mengadakan pertemuan untuk membahas skenario setelah mengumumkan aneksasi Netanyahu.


Tolak bayar pajak

Warga Palestina menolak untuk membayar pajak yang dikelola pemerintah Israel sebagai bentuk protes rencana Tel Aviv untuk melakukan aneksasi di wilayah Tepi Barat. Juru Bicara Pemerintah Palestina Ibrahim Melhem mengatakan pihaknya akan menolak segala pungutan pajak pemerintah Israel yang berlaku pada Mei 2020. Hal ini terjadi karena eskalasi ketegangan Israel-Palestina di kawasan Tepi Barat.

“Sesuai dengan keputusan ke pemimpinan nasional untuk menghentikan semua bentuk koordinasi dengan Israel,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip, kemarin. (Bernama/Hym/I-1)

Baca Juga

AFP

Ribuan Demonstran Tuntut Presiden Mali Mundur

👤MI 🕔Senin 13 Juli 2020, 01:15 WIB
PROTES menuntut Presiden Ibrahim Boubacar Keita di Mali untuk mundur dari jabatannya terus...
AFP

Serangan Gereja Afsel, 5 Orang Tewas setelah 200 Orang Disandera

👤MI 🕔Senin 13 Juli 2020, 00:55 WIB
LIMA orang tewas setelah penyerang menyerbu sebuah gereja di Afrika...
medcom.id

Terdapat 15 Kasus Baru Covid-19 Impor di Kamboja

👤Antara 🕔Senin 13 Juli 2020, 00:45 WIB
Semua kasus baru berkaitan dengan pria-pria Kamboja berusia 21-33 tahun. Mereka semua baru pulang dari Arab Saudi pada Jumat (10/7) dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya