Kamis 04 Juni 2020, 20:40 WIB

Waduh, Boni Hargen Tiba-tiba Bicara Ada Upaya Kudeta Pemerintahan

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Waduh, Boni Hargen Tiba-tiba Bicara Ada Upaya Kudeta Pemerintahan

MI/Kristiadi
Sejumlah warga membentangkan spanduk menolak keberadaan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia saat peringatan hari lahir pancasila.

 

PENGAMAT sekaligus analis politik dari Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menyebut ada upaya kudeta yang sedang dilakukan oleh pihak yang bersebrangan dengan pemerintah di tengah penanganan pandemi covid-19.

Dalam pemaparannya, Boni menyebut kelompok-kelompok yang ingin melakukan kudeta tersebut menggunakan isu-isu perpecahan sebagai materi provokasi dan propaganda politik.

"Yang diantaranya isu komunisme dan isu rasisme Papua menyusul gejolak akibat kematian warga kulit hitam George Floyd di Minneapolis, Amerika Serikat," ujar Boni dalam keterangan tertulisnya yang ia sampaikan kepada media di Jakarta, Kamis (4/6).

Selain isu rasisme, Boni juga menyebut bahwa kelompok yang ia sebut sebagai 'laskar pengacau negara' juga berusaha memanfaatkan potensi krisis ekonomi sebagai dampak penanganan covid-19. Kelompok pengacau negara tersebut disinyalir juga membongkar Kembali diskursus soal Pancasila sebagai ideologi negara.

"Apapun isu yang mereka gunakan, kata Boni, itu hanyalah instrument untuk melancarkan serangan-serangan politik dalam rangka mendelegitimasi pemerintahan yang sah saat ini," tuturnya.

Boni secara lebih rinci menyebutkan siapa saja yang dimaksud dengan kelompok-kelompok yang akan melakukan upaya penggulingan kepada pemerintahan yang sah. Mereka adalah gabungan kelompok politik yang ingin memenangkan pemilihan presiden 2024, kelompok bisnis hitam yang menderita kerugian karena kebijakan yang besar selama pemerintahan Jokowi, serta ormas keagamaan terlarang seperti HTI yang jelas-jelas ingin mendirikan negara Syariah

"Serta barisan oprtunis yang haus kekuasaan dan uang," tuturnya.

Menurut Boni, para pengacau yang ia maksudkan tersebut ingin merusak tatanan demokrasi dengan berusaha menjatuhkan pemerintahan sah hasil pemilu demokratis. Ada juga intensi untuk menuduh Pancasila sebagai bukan ideologi sehingga mewacanakan kembali penggunaan Pancasila sebagai ideologi negara.

"Mereka juga “pemburu rente” karena memiliki orientasi mencari keuntungan finansial. Ada bandar di balik gerakan mereka, mulai dari bandar menengah sampai bandar papan atas," ujar Doktor Filsafat yang pernah studi di Jerman dan Amerika Serikat itu. (Uta)

Secara gamblang, Boni juga mengkritik langkah tokoh politik Din Syamsuddin ikut di dalam gerakan yang mengarah pada penggulingan pemerintahan yang sah. Menurutnya, sebagai tokoh yang menjadi panutan umat, Din Syamsudin hendaknya tidak ikut berkecimpung memperkeruh kolam yang bersih.

"Negara ini butuh negarawan dari segala lapisan, supaya bisa menjadi bangsa besar. Tokoh agama dan intelektual adalah panutan masyarakat. Maka, harus ada keteladanan moral dalam bertindak dan berbicara di ruang publik”, katanya. (OL-4)

Baca Juga

MI/Taufan SP Bustan

Fraksi NasDem : Omnibus Law Cipta Kerja Solusi Hadapi Krisis

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 19:54 WIB
Omnibus law Cipta Kerja adalah salah satu solusi dalam menghadapi situasi krisis. Karena itu pemerintah dan DPR berupaya melakukan...
DOK LAN

LAN Ciptakan ASN Unggul Melalui Inovasi Pengembangan Kompetensi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 19:36 WIB
Taufiq juga menambahkan dalam kondisi new normal, kita dihadapkan pada kondisi yang serba fleksibel. Salah satunya dengan bekerja dari...
Antara

KPK Kawal Program Bantuan Usaha Mikro selama Pandemi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 19:22 WIB
"KPK siap untuk mendukung supaya semua program percepatan penanganan covid-19 di bidang ekonomi bisa berjalan. Atmosfernya semuanya...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya