Jumat 05 Juni 2020, 09:15 WIB

Tapak Kaki Sepupu T. Rex Ditemukan di Tiongkok

Galih Agus Saputra | Weekend
Tapak Kaki Sepupu T. Rex Ditemukan di Tiongkok

Unsplash/ Fausto Garcia
Ada 46 jejak kaki Sinosauraus yang ditemukan di Taman Nasional Geleshan, Chongqing, Tiongkok.

SEORANG pemanjat tebing di Tiongkok menemukan jejak kaki dinosaurus yang diperkirakan berusia 190 juta tahun dan diyakini sebagai 'sepupu' salah satu karnivora paling buas, T. Rex.

Dilansir Daily Mail, ada 46 jejak kaki yang ditemukan di Taman Nasional Geleshan, Chongqing itu. Identifikasi penemuan berlangsung pada Maret lalu, yang menurut sejumlah paleontolog Tiongkok berada di atas dua permukaan batu pasir kuarsa.

Mulanya, tim mengidentifikasi tapak kaki itu berasal dari periode Jurassic Awal khususnya berhubungan dengan keluarga 'Kayentapus'. Laporan dari Biro Perencanaan dan Sumber Daya Alam Chongqing juga membuktikan bahwa jejak 'kaki ayam' itu kemungkinan dibuat oleh Sinosaurus.

Sinosaurus adalah dinosaurus pemakan daging yang diperkirakan mampu tumbuh hingga ketinggian maksimum 18 kaki (5,6 meter). Ketika dewasa bobotnya diperkirakan mencapai  setengah ton.

Tim peneliti memperkirakan bahwa spesimen ini kemungkinan mencapai tinggi 17 kaki (5,4 meter). "Ketika kami pertama tiba di lokasi fosil tahun lalu, kami menentukan berdasarkan stratigrafi bahwa jejak itu berasal dari 190 hingga 200 juta tahun yang lalu," tutur salah satu penulis laporan penelitian dari Laboratorium Chongqing untuk Perlindungan dan Penelitian Warisan Geologi, Dai Hui.

Stratigrafi sendiri ialah salah satu cabang studi yang menelusuri rekaman geologis berdasarkan lapisan tanah atau batu. Sebagaimana dilansir Dailymail, Dai menambahkan bahwa temuan ini menjadi pertanda bahwa rupanya Kayentapus pernah hidup dengan baik di Asia.

"Jejak dinosaurus di Geleshan National Forest Park sangat penting karena berasal dari periode Jurassic awal. Kita juga dapat menentukan bahwa jejak itu dimiliki oleh karnivora besar, di urutan atas rantai makanan. Kami sangat jarang menemukan jejak seperti ini di Tiongkok, sehingga akan sangat membantu dalam penelitian dan pendidikan publik," tambah Paleontolog dari China University of Geosciences, Beijing, Lida Xing. (M-1)

Baca Juga

CDC

Varian Terbaru Virus Korona Dominasi Infeksi Global

👤Abdillah Marzuqi 🕔Jumat 10 Juli 2020, 20:50 WIB
Varian tersebut diduga tidak membuat pasien lebih sakit dibanding virus...
Unsplash/ Lauren Fleischman

New Normal di Bisnis Penyewaan Busana

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 10 Juli 2020, 19:30 WIB
Busana yang disewakan kini juga...
Dok. EMPC 2020

Kompetisi untuk Para Produser Musik Elektronik Kembali Digelar

👤Fathurrozak 🕔Jumat 10 Juli 2020, 17:15 WIB
Tahun ini EMPC menggandeng label asal Belanda, Barong...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya