Kamis 04 Juni 2020, 11:13 WIB

Gelombang Tinggi dan Rob Kembali Terjang Pantura Jateng

Akhmad Safuan | Nusantara
Gelombang Tinggi dan Rob Kembali Terjang Pantura Jateng

MI/Lilik Darmawan
Ilustrasi banjir rob.

 

GELOMBANG tinggi kembali terjadi di Laut Jawa, ribuan nelayan di Pantai Utara Pantura) Jawa Tengah memilih tiarap dan banjir air laut pasang (rob) juga masih merendam berbagai daerah di Pantura.

Pemantauan Media Indonesia Kamis (4/6), ribuan kapal nelayan sudah beberapa hari disandarkan di beberapa pelabuhan perikanan di sepanjang daerah Pantura seperti Wonokerto dan Pelabuhan Nusantara (Pekalongan), Klidang Lor dan Gringsing (Batang), Gempol Sewu dan Bandengan (Kendal), Tambak Lorok (Semarang), Wedung (Demak), Kartini (Jepara), Juwana (Pati) dan Tasik Agung (Rembang).

Ribuan nelayan di Pantura Jawa Tengah ini milih berhenti melaut karena gelombang tinggi 2,5-4 meter terjadi sejak Senin (1/6) terjadi di Perairan Laut Jawa. Bahkan pelayaran menuju ke Pulau Karimunjawa, Jepara juga ikut dihentikan karena kondisi ini. ''Sudah beberapa hari ini kami terpaksa berhenti melaut karena gelombang tinggi,'' kata Sarwono, nelayan di Juwana, Pati.

Baca Juga: Banjir Rob Kembali Rendam Pantura Jateng

Hal senada diungkapkan Heri, ketua Paguyuban Nelayan di Rembang bahwa sudah hampir sepekan ribuan nelayan di pantura memilih sandar kapal dan tidak melaut, karena gelombang tinggi dan membahayakan keselamatan. Akibatnya pasokan ikan di beberapa tempat pelelangan ikan (TPI) kosong.

Bahkan banjir air laut pasang (Rob) juga merendam beberapa daerah pantura seperti Pekalongan, Semarang, Demak dan Jepara dengan ketinggian air capai 50 cm-80 cm hingga mengganggu aktivitas warga karena merendam tidak hanya jalan kampung dan jalan utama tetapi juga rumah mereka.

Di Pekalongan banjir rob hampir merendam 2/3 kota. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat karena ketinggian air capai 80 cm di pemukiman warga. Bahkan Kantor Koramil Pekalongan Utara, Lapas, Bank, Masjid dan Jalan depan kampus IAIN pekalongan juga ikut terendam.

Baca Juga: Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah di Pangandaran

Gelombang tinggi capai 2,5-4 meter juga menghempas pemukiman warga di sepanjang pantai utara Kota Pekalongan, akibatnya beberapa rumah dan warung yang berada sekitar 10 meter dari tanggul pantai mengalami kerusakan.

''Kami kaget ketika ombak tinggi menerpa bagian depan warung hingga teras rubuh,'' kata Maryati, 34, pemilik warung di Pantai Sari Pekalongan.

Banjir rob terparah terjadi di Demak, ratusan rumah warga di Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang dan Wedung terendam, bahkan sebagian memilih menyingkir karena banjir air laut pasang menjadi lamgganan bertahun-tahun.

''Bertahun-tahun banjir rob terjadi di desa kami, bahkan 80% dana desa kami gunakan untuk penanggulangan bencana,'' kata Kepala Desa Sayung Munawir.

Kepala Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Demak Zamroni mengatakan banjir rob merendam hampir 50% rumah warga desa ini, bahkan sudah banyak warga terpaksa pindah ke desa atau daerah lain karena tidak tahan dengan banjir yang hampir setiap hari merendam kawasan ini. (AS/OL-10)

Baca Juga

MI/Widjajadi

ILWA Ajak Pemerintah Benahi Industri Kehutanan dan Furnitur

👤Widjajadi 🕔Rabu 08 Juli 2020, 08:18 WIB
Nilai total industri kayu dan furniture dunia adalah 2 triliun dolar Amerika/tahun. Angka itu kalau dihitung dalam rupiah  adalah...
MI/Denny Susanto

Pasien Korona Sembuh di Kalsel Capai 30%

👤Denny Susanto 🕔Rabu 08 Juli 2020, 07:51 WIB
Kalsel mencatat ada 120 orang pasien covid sembuh yang berasal dari sejumlah rumah sakit dan lokasi karantina. Terbanyak pasien sembuh...
MI/Martinus Solo

Pasien Sembuh Covid-19 Harus Didukung

👤Martinus Solo 🕔Rabu 08 Juli 2020, 07:39 WIB
Empat pasien di Kota Sorong dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Saat di rumah, warga harus mendukung keberadaan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya