Kamis 04 Juni 2020, 05:50 WIB

Kota Medan Buka Peluang Penerapan Kenormalan Baru

Yoseph Pencawan | Nusantara
Kota Medan Buka Peluang Penerapan Kenormalan Baru

ANTARA/Septianda Perdana
Petugas pengendara becak motor yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas di Medan, Selasa (2/6).

 

KOTA Medan, Sumatera Utara membuka peluang pemenuhan persyaratan penerapan skenario kenormalan baru (new normal) setelah dalam empat hari terakhir tidak ada pertambahan kasus pasien positif Covid-19.

Menurut Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution, daerahnya berpeluang menerapkan skenario New Normal jika melihat perkembangan terkini tingkat penularan Covid-19. "Kondisi penyebaran virus Korona di Kota Medan dari empat hari yang lalu, dari 30 Mei sampai 2 Juni, jumlah positif Covid-19 tidak bertambah," ungkapnya, Rabu (3/6).

Sepanjang empat hari terakhir, jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Medan tidak mengalami pertambahan, meski jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih fluktuatif. Data yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan mencantumkan jumlah pasien positif dan PDP pada Sabtu (30/5) masing-masing sebanyak 266 dan 88 orang.

Jumlah pasien positif sampai dengan tanggal 2 Juni tidak mengalami pertambahan, masih sebanyak 266 orang. Sedangkan jumlah PDP sebanyak 86 orang (31 Mei), 94 orang (1 Juni) dan 101 orang (2 Juni).

Bila kondisi ini berlangsung hingga seterusnya, kata Akhyar, maka Kota Medan akan siap untuk menerapkan skenario New Normal. Dan kuncinya adalah meningkatkan kedisiplinan penggunaan masker serta ketentuan lain yang diatur dalam protokol kesehatan Covid-19.

Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Sumatera Utara Irman Oemar mengatakan, hingga kini masih ada empat daerah di Sumut berstatus zona merah pandemi Covid-19. Keempatnya adalah Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar.

Dia menjelaskan, untuk menerapkan kenormalan baru di suatu daerah, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi. Dari sisi epidemiologi, salah satunya adalah penurunan jumlah kasus positif selama dua minggu (di di bawah 50 persen).

Kemudian penurunan jumlah kasus ODP dan PDP selama dua minggu dan penurunan jumlah meninggal. Selain itu juga ada peningkatan data pasien positif yang sembuh.

Sedangkan dari sisi survailans kesehatan masyarakat, daerah tersebut harus meningkatkan pemeriksaan spesimen dan tingkat positif kurang dari 5 persen dari seluruh spesimen yang diambil. Lalu adanya penurunan mobilitas penduduk serta tracing (penelusuran) contact kasus positif.

Dari aspek kesiapan layanan kesehatan masyarakat, daerah harus memiliki ruang isolasi untuk setiap kasus di rumah sakit. Selanjutmya jumlah APD tenaga kesehatan yang tercukupi dan memadainya jumlah ventilator yang tersedia (1 persen dari jumlah kasus positif). (R-1)

Baca Juga

DOK MI

NTT Masih Punya Cukup Dana Tangani Covid-19

👤Palce Amalo 🕔Senin 06 Juli 2020, 02:50 WIB
NTT mengalokasikan anggaran sebesar Rp810 miliar untuk penanganan korona, pemberdayaan ekonomi, dan jaring pengaman...
DOK MI

Jabar Waspadai Ancaman DBD

👤Kristiadi 🕔Senin 06 Juli 2020, 02:35 WIB
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jabar hingga Mei 2020 yang sebelumnya telah tercatat ada lebih dari 9 ribu kasus...
MI/Tosiani

Peserta UTBK Tertib Jalani Protokol Kesehatan

👤Faishol Taselan 🕔Senin 06 Juli 2020, 02:24 WIB
Untuk UTBK tahun ini, hanya ada satu materi tes yang diujikan yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS). Hal ini agar pelaksanaan tes lebih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya