Kamis 04 Juni 2020, 05:35 WIB

Potong BLT, Perangkat Desa Ditangkap

DW/FB/N-1 | Nusantara
Potong BLT, Perangkat Desa Ditangkap

MI/Ilustrasi
Dua perangkat desa memotong bantuan untuk masyarakat yang berasal dari dana desa.

 

DI tengah upaya pemerintah pusat dan daerah memastikan kesejahte­raan masyarakat yang terdampak pandemi covid-19 dengan terus mengucurkan berbagai bantuan, dua perangkat desa malah memanfaatkan bantuan bagi warga untuk kepentingan sendiri.

Kedua perangkat Desa Banpres, Kecamatan Tuan Negeri, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan, itu akhirnya ditangkap polisi karena memotong bantuan untuk masyarakat yang berasal dari dana desa. Mereka ialah Ahmad Mudori, 33, dan Efendi, 40.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Musi Rawas Ajun Komisaris Besar Efrannedy mengatakan keduanya sehari-hari bertugas sebagai kepala Dusun I dan anggota BPD. Peristiwa terjadi pada 21 Mei lalu saat mereka bertugas menya­lurkan uang bantuan langsung tunai (BLT) kepada 23 keluarga di Dusun I. Setiap keluarga menerima bantuan Rp600 ribu.

“Tapi setelah pembagian itu keduanya kembali menemui warga dan meminta menyerahkan uang Rp200 ribu dengan alasan untuk biaya administrasi,” jelasnya.

Warga yang kesal lantaran bantuannya dipotong kemudian melaporkan masalah itu kepada kepolisian hingga keduanya kemudian ditangkap. Berdasarkan laporan, Mudori dan Efendi sudah mengumpulkan potongan dari 18 keluarga dengan nilai Rp3,6 juta. “Dari kedua pelaku disita barang bukti uang Rp3,6 juta. Menurut pengakuan mereka, hal itu dilakukan atas inisiatif sendiri,” ujar Kapolres.

Sementara itu, seorang bocah berumur 10 tahun penerima bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah pusat, Alfred Yohanes Soge, warga Desa Aransina, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengaku bahagia. Bantuan yang diterimanya melalui kantor pos setempat itu akan ia gunakan untuk membeli peralatan sekolah.

Sejak orangtuanya merantau lebih dari lima tahun, murid kelas 3 SD Inpres Lewokoliia itu tinggal bersama kakeknya yang seorang petani. Ia dan sang kakek setiap hari kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, apalagi untuk membeli kebutuhan sekolah. (DW/FB/N-1)

Baca Juga

Antara/Andreas Fitri Atmoko

Objek Wisata di Jogja Terapkan Protokol Kesehatan Plus-Plus

👤Ardi Teristi 🕔Jumat 10 Juli 2020, 16:20 WIB
Destinasi wisata di Yogyakarta tidak hanya wajib melaksanakan protokol kesehatan cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak, tapi menerapkan...
Antara

Langgar Kode Etik, Ketua KPU Sumba Barat Dicopot

👤Palce Amalo 🕔Jumat 10 Juli 2020, 16:20 WIB
KETUA Komisi Pelihan Umum (KPU) Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) Sophia Marlinda Djami, diberhentikan dari jabatannya karena...
AFP

Takut Dirapid Test Puluhan Petugas Pilkada Pekalongan Mundur

👤Akhmad Safuan 🕔Jumat 10 Juli 2020, 15:45 WIB
PULUHAN Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mengundurkan diri saat akan rapid...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya