Kamis 04 Juni 2020, 00:55 WIB

George W Bush Bicara Ketidakadilan Rasial

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
George W Bush Bicara Ketidakadilan Rasial

AFP
Mantan Presiden George W Bush

 

MANTAN Presiden George W Bush turut angkat bicara mengenai kematian pria kulit hitam George Floyd. Ia meminta AS mencermati ‘kegagalan tragisnya’ terkait dengan ketidakadilan rasial di negara itu.

Bush menyatakan kesedihannya atas apa yang dialami Floyd. Banyak orang Afrika-Amerika, kata dia, dilecehkan dan diancam di negara mereka sendiri. “Tragedi ini, dalam serangkaian panjang atas tragedi yang serupa, menimbulkan pertanyaan yang sudah lama tertunda, ‘Bagaimana kita mengakhiri rasialisme sistemik dalam masyarakat kita?’” kata Bush, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (3/6).

“Sudah saatnya bagi Amerika untuk memeriksa kegagalan tragis kita,” ujarnya.

Bush tak menyebut nama rekannya dari Partai Republik dalam pernyataan tersebut. Namun, dia menekankan perlu nya untuk mendengarkan suara-suara begitu banyak orang yang terluka dan berduka. 

“Mereka yang berusaha membungkam suara-suara itu tidak mengerti arti Amerika atau bagaimana itu menjadi tempat yang lebih baik,” tukasnya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta pihak berwenang di AS untuk menahan diri dalam menanggapi protes atas pembunuhan George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata yang meninggal pekan lalu di tangan polisi kulit putih.

“Saya sedih melihat kekerasan di jalan-jalan di negara tuan rumah kami dan kota tuan rumah kami di New York,” kata Guterres, Selasa (2/6), di Twitter.

Dengan menyatakan rasialisme ialah kebencian yang harus ditolak oleh semua orang, Guterres mengatakan di setiap masyarakat keanekaragaman adalah kekayaan dan tidak pernah menjadi ancaman.

“Keluhan harus didengar, tetapi harus diungkapkan secara damai, dan pihak berwenang pun harus menunjukkan menahan diri dalam
menanggapi demonstrasi,” tambahnya.


Menyebar di luar AS

Selain gelombang aksi menjalar di seluruh ‘Negeri Paman Sam’, unjuk rasa juga terjadi di berbagai negara. Ribuan orang turun ke jalan-jalan di Australia pada Selasa malam dalam solidaritas dengan demonstrasi yang terjadi di Amerika Serikat terkait kekerasan polisi terhadap kaum minoritas.

Mereka berjalan melintasi Sydney sembari meneriakkan slogan-slogan yang sama dengan yang disuarakan di Amerika Serikat, seperti ‘Saya tidak bisa bernapas’.

Isu di Australia sendiri dengan kesalahan polisi juga menjadi agenda mereka, dengan banyak yang mengibarkan bendera Aborigin sebagai pengakuan atas tingginya tingkat penahanan dan kematian warga pribumi di dalam tahanan.

Kasus kematian pria kulit hitam Afrika-Amerika oleh polisi Minneapolis merambah ke Prancis. Selain menuntut kematian Floyd, para pemrotes juga mengungkap keluhan yang lebih dalam mengenai rasialisme di negara masingmasing. Gas air mata disemprotkan di jalan-jalan di Paris ketika polisi antihuru-hara berhadapan dengan para pengunjuk rasa yang melakukan pembakaran, Selasa (2/6) waktu setempat.

Para pemrotes Prancis berlutut dan menggenggam tangan mereka, sementara petugas pemadam berjuang untuk memadamkan nyala api. (AA/Xinhua/CNA/Nur/I-1)
 

Baca Juga

Ilustrasi

CDC AS Perbarui Pedoman Penularan Covid-19 di Udara

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 22 September 2020, 15:39 WIB
CDC saat ini memperbarui rekomendasi mengenai penularan SARS-CoV-2 melalui udara (virus yang menyebabkan covid-19). Setelah proses ini...
AFP

Kematian Akibat Covid-19 di AS Mendekati 200.000 Kasus

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 22 September 2020, 15:36 WIB
Lebih dari 70% kematian di AS terjadi di antara orang-orang yang berusia di atas 65...
AFP/Oli SCARFF

Inggris akan Tutup Tempat Hiburan Malam Lebih Awal

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 22 September 2020, 14:16 WIB
Kepala petugas medis Chris Whitty mengatakan tingkat infeksi meniru kebangkitan kuat yang terjadi di Prancis dan Spanyol, sekitar dua kali...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya