Rabu 03 Juni 2020, 21:27 WIB

Mantan Direktur PTPN III Divonis Lima Tahun Penjara

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
Mantan Direktur PTPN III Divonis Lima Tahun Penjara

MI/Bary Fathahilah
Mantan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, Dolly Parlagutan Pulungan

 

MANTAN Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Dolly Parlagutan Pulungan divonis lima tahun penjara, karena terbukti menerima suap terkait distribusi gula kristal putih, dalam sidang di Pengadilan Tidan Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu (3/6).

"Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim M Siradj, Rabu (3/6).

Vonis perkara nomor 3/Pid.sus.TPK/2020/PN.JKT.PST ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta dihukum enam tahun penjara pidana denda Rp300 juta serta subsider enam bulan kurungan. Sementara putusan hakim hanya menyetujui subsider tiga bulan dengan jumlah denda serupa. Hakim menentukan hal-hal yang meringankan dan memberatkan dalam memutus hukuman. Hal memberatkan perbuatan Dolly tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi .

"Hal yang meringankan, terdakwa sopan di persidangan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa menyesali perbuatannya dan terdakwa memiliki tanggungan keluarga," ujar Siradj.

Baca juga : KPK Selisik Peran Nurhadi dalam Pengurusan Perkara di PN Jakut

Dolly bersama Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana diyakini terbukti menerima suap SGD345 atau setara Rp3,55 miliar terkait distribusi gula kristal putih. Fulus tersebut berasal dari Direktur Utama PT Fajar Mulia Transindo sekaligus penasihat PT Citra Gemini Mulia Pieko Nyotosetiadi.

Suap dilakukan agar Dolly dan Kadek memberikan long term contract (LTC) kepada Pieko atas pembelian gula kristal putih yang diproduksi petani gula, dan PTPN di seluruh Indonesia. Distribusi gula sejatinya diakomodasi melalui PT PN III holding perkebunan.

LTC merupakan kontrak jangka panjang yang mewajibkan konsumen membeli gula ke PTPN III dengan ikatan perjanjian. Harga ditentukan penjual setiap bulan. Hal ini guna mencegah permainan dari pembeli yang hanya membeli gula saat harga murah.

Dolly terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak  Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Irfan Anshori

TNI Tidak Berwenang Urus Kehidupan Beragama

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Juli 2020, 09:05 WIB
Koalisi Masyarakat Sipil menuntut pemerintah untuk  membatalkan rencana pelibatan TNI dalam mengurusi kerukunan umat beragama hingga...
DOK KPK

Ketua KPK Sodorkan Tiga Pendekatan Cegah Korupsi

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Juli 2020, 07:41 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri  menyebutkan tiga pendekatan pemberantasan korupsi mula darii  jejaring pendidikan formal dan...
indomiliter.com

Personel TNI Tembak Jatuh Pesawat Israel? Ini Faktanya

👤Whisnu Mardiansyah 🕔Minggu 05 Juli 2020, 05:25 WIB
Faktanya, video tersebut adalah latihan Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 2 Kostrad saat uji tembak rudal RBS-70...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya