Rabu 03 Juni 2020, 13:20 WIB

UNY Beri Keringanan UKT Semester Gasal 2020/2021

Agus Utantoro | Humaniora
UNY Beri Keringanan UKT Semester Gasal 2020/2021

MI/Furqon Ulya Himawan
Ilustrasi mahasiswa

 

MENYIKAPI dampak ekonomi yang dihadapi oleh sebagian orang tua mahasiswa akibat pandemi covid-19 ini, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melakukan penyesuaian UKT (Uang Kuliah Tunggal) mahasiswanya semester gasal 2020/2021.

"Ada sebagian orang tua mahasiswa pengeluarannya bertambah, penerimaan berkurang bahkan tidak sedikit yang kena PHK, dirumahkan, atau usahanya bangkrut," kata Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Setyo Budi Takarina, Rabu (3/6).

Menyikapi kondisi tersebut, UNY memberikan keringanan pembayaran biaya pendidikan atau uang kuliah tunggal (UKT) semester gasal 2020/2021. Rektor UNY telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 2.20/UN34/V/2020 tanggal 20 Mei 2020. Dalam SK Rektor ini ada 5 skim peninjauan biaya Pendidikan/UKT yaitu penurunan biaya Pendidikan/UKT karena orang tua/wali meninggal dunia,  penurunan biaya Pendidikan/UKT karena usaha orang tua/wali mengalami penurunan hasil secara drastis atau bangkrut, pembebasan sementara biaya Pendidikan/UKT karena terdampak covid-19,  pembebasan biaya Pendidikan/UKT karena pada semester genap 2019/2020 mahasiswa tidak dapat mengambil data penelitian tugas akhir atau  pembayaran biaya Pendidikan/UKT dengan cara mengangsur.

Namun untuk mendapatkan fasilitas tersebut  mahasiswa harus mengajukan permohonan dengan prosedur pengajuan sangat mudah.  

"Semuanya dapat dilakukan secara on-line melalui http://si-c3.uny.ac.id," kata Setyo.

Ia menambahkan permohonan itu dilengkapi dengan dokumen yang diperlukan. 

"Dengan kebijakan ini diharapkan semangat gotong-royong antara perguruan tinggi dengan mahasiswa atau orang tua/wali penyelenggaraan pendidikan tetap dapat berjalan dengan lancar. Mahasiswa dan orang tua/wali terbantu dalam hal pembiayaan pendidikan, tidak ada alasan lagi akibat wabah covid-19 kuliah berhenti," ujarnya.

Sementara Universitas Gadjah Mada  mengeluarkan kebijakan memberi keringanan dan penundaan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa program Diploma, Sarjana, Profesi, dan Pascasarjana UGM yang terdampak pandemi covid-19. Wakil Rektor UGM Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sistem Informasi, Supriyadi menjelaskan permohonan keringanan pembayaran UKT diajukan kepada Dekan Fakultas atau Sekolah pascasarjana sebelum masa pembayaran UKT semester Gasal Tahun Ajaran 2020/2021 berakhir.

baca juga: Kemendikbud Pastikan tak Ada Kenaikan UKT Selama Pandemi Covid-19

Ia menambahkan syarat yang diperlukan antara lain surat pernyataan penurunan kemampuan ekonomi akibat terdampak pandemi covid-19, slip gaji atau surat keterangan penghasilan sebelum dan sesudah terdampak pandemi covid-19, surat pemutusan hubungan kerja, atau bukti lainnya yang sah. Dikatakan, pengajuan permohonan keringanan UKT dilakukan secara daring melalui aplikasi Simaster.

Direktur Keuangan UGM, Syaiful Ali menambahkan bentuk keringanan dapat berupa penurunan kelompok UKT bagi mahasiswa program diploma dan sarjana, keringanan sebesar persentase tertentu bagi mahasiswa program International Undergraduate Program, mahasiswa program profesi, dan mahasiswa program Pascasarjana yang membayar UKT dengan dana sendiri. (OL-3)


 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Luhut : Industri Farmasi Akan Bereformasi dan Bangkit Lagi

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 20:28 WIB
Pemerintah mengharapkan para pengusaha sektor industri farmasi bisa lebih maju lagi. Pihaknya meminta industri melakukan produksi dan...
Antara/Igggoy El Fittra

Kemendikbud: Kasus Korona pada Anak tak Terkait Pembukaan Sekolah

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 20:10 WIB
Kasus covid-19 ini bukan terjadi pada bulan Agustus usai Penyesuaian SKB Empat Menteri dikeluarkan, melainkan akumulasi kejadian sejak...
MI/Dwi Apriani

Ancaman Karhutla Di Tengah Pandemi Covid-19 Mesti Dimitigasi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 20:05 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, tahun ini, ancaman karhutla perlu disikapi secara cermat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya