Rabu 03 Juni 2020, 13:12 WIB

Gubernur Sumut Minta Masukan Pakar Terapkan New Normal

Puji Santoso | Nusantara
Gubernur Sumut Minta Masukan Pakar Terapkan New Normal

MI/Apul Iskandar
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Tebing Tinggi, dan disambut Wali Kota Tebing Tinggi, Sumut.

 

GUBERNUR Sumatra Utara, Edy Rahmayadi  mengaku tidak ingin tergesa-gesa dalam penerapan kenormalan baru (new normal). Edy Rahmayadi menyatakan akan terlebih dahulu  meminta masukan dan menyerap aspirasi, saran dari para pakar di perguruan tinggi di Sumut agar penerapan kenormalan baru efektif menekan penyebaran Covid-19.

"Hari ini saya bertemu dengan para pakar, setelah ini baru kita diskusikan dengan walikota dan bupati se-Sumut, lalu nanti kita pilah dan pilih mana yang bisa kita terapkan. Sebab di Sumut ini ada 33 kabupaten/kota yang berbeda-beda kondisinya," ujar Edy kepada wartawan  di Medan, Rabu (3/6).

Namun langkah-langkah yang akan diambil harus sesuai dengan Keppres Nomor 12 Tahun 2020 tentang penetapan bencana non alam penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional.

"Tak boleh kita menunggu Covid-19 selesai baru kita menggeliat. Masalahnya kita tidak tahu kapan ini berakhir. Untuk itu harus kita evaluasi langkah-langkah yang harus kita lakukan sesuai Keppres Nomor 12 Tahun 2020," tambah Edy Rahmayadi

Edy menerapkan prinsip kehati-hatian dalam bertindak. Menurutnya, selama masa transisi adalah waktu untuk mengkaji, menyusun kebijakan, melakukan sosialisasi dan edukasi untuk menyiapkan masyarakat menyambut New Normal.

"Di bidang pendidikan misalnya, pelaksanaan New Normal dilakukan dengan berbagai syarat, di antaranya dilaksanakan rapid test untuk seluruh guru dan pegawai sekolah, sterilisasi dengan disinfektan secara periodik terhadap ruang kelas, ruang guru, ruang fungsional termasuk kantin. Pengadaan masker seluruh sekolah, penyediaan temperatur check, sarana cuci tangan, hand sanitizer, pengaturan tempat duduk, pengaturan jam belajar mengajar dan pembatasan jumlah murid/siswa," jelas Edy.

baca juga: Pasien Positif Covid-19 di Klaten Bertambah Satu Orang

Edy Rahmayadi mengatakan bila tidak memenuhi syarat-syarat dimaksud, maka pihaknya akan menunda aktivitas new normal di bidang pendidikan. 

"Jika belum bisa, jangan kita masukkan dulu anak-anak kita ke sekolah. Saya yang bertanggung jawab," ujarnya. (OL-3)

Baca Juga

MI/Denny Susanto

Angka Kesembuhan Penderita Covid di Kalsel Hampir 60 Persen

👤Denny Susanto 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 09:56 WIB
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel merilis, sampai Selasa (4/8) pagi jumlah kasus positif virus korona di Kalsel...
Hijrah Ibrahim

Pasien Sembuh di Maluku Utara Bertambah

👤Hijrah Ibrahim 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 09:49 WIB
Saat ini pasien positif covid-19 di Maluku Utara tersisa 684 orang dari 1.562 orang yang masih dalam perawatan. Sedangkan 829 orang...
MI/Djoko Sardjono

Polres Klaten Gelar Doa Pemilu Damai

👤Djoko Sardjono 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 09:20 WIB
Polres Klaten bersama jajaran dan tokoh masyarakat menggelar doa bersama untuk Pilkada damai di Kabupaten Klaten yang akan digelar pada 9...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya