Rabu 03 Juni 2020, 00:10 WIB

KBRI Pantau WNI di Amerika Serikat

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
KBRI Pantau WNI di Amerika Serikat

AFP
Unjuk rasa di Amerika Serikat

 

KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC bersama dengan seluruh Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Amerika Serikat terus memonitor secara dekat dan memastikan keselamatan WNI yang tersebar di berbagai wilayah ‘Negeri Paman Sam’ menyusul merebaknya gelombang demonstrasi.

“Seluruh WNI di AS yang berjumlah 142.441 orang saat ini berada dalam kondisi aman dan baik-baik. Tidak ada laporan terkait WNI yang terdampak akibat demo,” ujar Kuasa Usaha Ad-Interim/Wakil Duta Besar RI untuk AS, Iwan Freddy Hari Susanto, dalam keterangan resmi KBRI Washington, Senin (1/6).

“Keselamatan dan keamanan WNI di AS menjadi prioritas utama dan perhatian khusus KBRI Washington DC dan KJRI-KJRI se-AS,” tambah Iwan Freddy.

Menurutnya, sebagai salah bentuk perlindungan kepada WNI, semua perwakilan RI di AS telah mengeluarkan imbauan kepada WNI agar tetap tenang, hati-hati, dan tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan atau kebutuhan yang mendesak.

“WNI juga kita wanti-wanti agar menjauhi tempat-tempat terjadinya aksi unjuk rasa karena akan membahayakan keselamatan dan keamanan mereka. Patuhi setiap instruksi, kebijakan, dan peraturan yang dikeluarkan otoritas setempat,” kata Wakil Dubes RI. Iwan Freddy menambahkan, seluruh perwakilan RI di AS terus menjalin kontak dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia, termasuk mahasiswa, di berbagai wilayah di AS untuk membantu memantau dari dekat dan memastikan keselamatan WNI dalam situasi saat ini.

KBRI Washington DC dan KJRI-KJRI se-AS juga membuka layanan nomor hotline bagi masyarakat Indonesia di AS jika membutuhkan bantuan atau pertolongan. Aksi unjuk rasa yang terjadi di berbagai negara bagian di AS, mulai wilayah Pantai Timur hingga Pantai Barat, kemarin telah memasuki hari ketujuh. Sebagian wilayah telah menerapkan peraturan jam malam dan status darurat.


Kirim pasukan

Presiden AS Donald Trump, kemarin, menyatakan bakal mengerahkan ribuan militer dan polisi bersenjata berat untuk mencegah aksi protes lebih lanjut di Washington yang dipicu atas kematian warga kulit hitam, George Floyd, di tangan polisi AS. Trump juga meminta para gubernur negara bagian untuk mengerahkan Garda Nasional dalam jumlah  yang cukup.

“Apa yang terjadi di berbagai kota benarbenar memalukan,” katanya dalam pidato nasional ketika gas air mata meledak dan massa melakukan aksi protes.

“Saya mengirim ribuan tentara, militer, dan petugas penegak hukum yang bersenjata lengkap untuk menghentikan kerusuhan, penjarahan, perusakan, penyerangan, dan perusakan properti secara sewenangwenang,” ucapnnya.

Selama pidatonya berlangsung, aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan pedemo di luar Gedung Putih. Setelah kondisi aman, Trump lalu berjalan kaki dan menengok Gereja St John di seberang Gedung Putih.

Meski muncul pidato keras dari Trump, warga AS kemarin tetap ke jalan. Umumnya unjuk rasa berjalan damai meski sejumlah
penjarahan dilaporkan terjadi di New York dan Los Angeles. (AFP/Nur/X-11)
 

Baca Juga

AFP/Sujit Jaiswal

Koreografer Bollywood Saroj Khan Meninggal Dunia

👤Antara 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 08:55 WIB
Saroj yang berusia 71 tahun ini meninggal akibat serangan...
AFP

Partai Republik Khawatir Trump bakal Kalah di Pilpres AS

👤MI 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 01:15 WIB
BEBERAPA petinggi Partai Republik mulai khawatir jelang kontestasi pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) pada November...
AFP

Ratusan Gajah di Botswana Ditemukan Mati Misterius

👤MI 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 00:55 WIB
SELAMA dua bulan terakhir, ratusan gajah Afrika di Botswana ditemukan mati secara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya